Sebanyak 1499 item atau buku ditemukan

Prosiding Kongres Pancasila IV

Srategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 ...

H. M. Natzir Said, pejuang berjiwa pendidik

Biography of Natzir Said, member of Indonesian military legion on independent struggle against the Dutch colonial in Sulawesi Selatan.

Di teras rumah panggung, berdiri Muhammad Said Dg Bilu anak dari pasangan
Muhammad Ali Dg Magassing dan Icora Dg Coa anak dari Karaeng Balang
Tanginunga Jene, salah seorang bangsawan Kerajaan Binamu. Di sisinya ikut ...

Menyimak Kisah dan Hikmah Kehidupan Nabi Khidir

Kita mengenal Nabi Khidir dari kisah pertemuannya dengan Nabi Musa, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Kahfi ayat 65-82—ayat tersebut tak menyebut “Khidir”, tapi hanya “abdun”, seorang hamba. Dalam pertemuan tersebut, Nabi Khidir mengajarkan Nabi Musa banyak kebijaksanaan. Hanya kisah demikian yang dapat kita temui tentang Nabi Khidir dalam Al-Quran. Selebihnya, Al-Quran tak banyak memberi informasi. Di buku ini, informasi mengenai Nabi Khidir diperkaya. Siapa nama sebenarnya Nabi Khidir? Di mana ia lahir? Siapa orangtuanya dan siapa saja silsilahnya? Apakah ia seorang nabi atau hanya seorang wali? Penyuguhan kisah-kisah Nabi Khidir sejak masa Nabi Muhammad hingga masa modern membuat karya ini lebih kaya lagi, sekaligus menjadikan sosok itu kian misterius: apakah ia kini masih hidup atau telah wafat sebagaimana umumnya manusia? Apakah ia sosok nyata dalam sejarah atau hanya sosok simbolis? Dengan menyelisik kitab-kitab klasik dan referensi-referensi terkini—menjadi keunggulan dibandingkan dengan karya-karya serupa—buku ini mengulik seluk-beluk sosok paling misterius sepanjang masa dalam khazanah Islam itu.Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

tanya Ali kepada orang-orang yang hadir. “Dia adalah Khadhir.” Ada dua hadis
lagi yang serupa dengan hadis ini, yang semuanya bersumber dari Ali ibn Abi
Thalib r.a. dan diteruskan oleh cucunya, Ali ibn Husain, turun ke Muhammad ibn
Ali ...

Lautan hikmah

kumpulan renungan keagamaan di harian Republika

Islamic sermons.

Lalu melaksanakan shalat, sebab shalat sangat bermanfaat bagi kesehatan
mental seseorang. Dengan shalat, dapat dihilangkan kebimbangan. Dengan
shalat pilihan yang tepat dapat ditentukan. Dengan shalat, gangguan kejiwaan
dapat dihindari. Dan dengan shalat pula, manusia diangkat ke tempat yang
terpuji. Agar menjadi manusia yang beruntung, Allah juga menyuruh kita untuk
berzakat, memberikan infak, dan sedekah. Dengan sebagian harta yang kita
keluarkan itu, kita ...

Bid'ahnya tuduhan bid'ah

telaah kritis atas buku : "Penjelasan gamblang seputar hukum yasinan, tahlilan dan selamatan" karya al-ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali

77 tahun riwayat hidup

Autobiography of Dr. Mohamad Ali Hanafiah Gelar Sutan Maharaja, 1900-.

... yang ketularan. Seolah-olah suatu pulau yang sehat diantara wabah yang
berkecamuk. ... Rumah tersebut juga tempat pertemuan dan mengadakan pesta
kecil dan "besar", sekurangnya sekali setahun sebelum libur puasa. Disekolah
dan ...

Tafsir Ahkam

Ayat-ayat Ibadah

Betapa pun awamnya seorang Muslim, niscaya mereka tahu dan memang selayaknya mengetahui bahwa al-Qur’an al-Karim merupakan sumber utama dan pertama bagi agama Islam. Secara garis besar, al-Qur’an berisikan tentang akidah (keimanan), akhlak, janji baik dan ancaman buruk (wa‘ad dan wa‘îd), kisah dan sejarah, syariah (hukum), ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain-lain. Ayat-ayat yang berisikan mengenai hukum disebut dengan ayat-ayat ahkâm. Dalam buku Tafsir Ahkam ini dibahas mengenai hukum-hukum ibadah yang diambil dari surah-surah dalam al-Qur’an. Hukum dari ayat-ayat Thaharah diambil dari Surah al-Mâ’idah [5] ayat 6 dan Surah an-Nisâ’ [4] ayat 43; ayat-ayat Shalat yang diambil dari Surah al-Baqarah [2] ayat 43-46, al-Hajj [22] ayat 77, dan al-Isrâ’ [17] ayat 78; ayat-ayat Zakat dari Surah al-Baqarah [2] ayat 276, dan at-Taubah [9] ayat 60; ayat-ayat Puasa dari Surah al-Baqarah [2] ayat 185; dan ayat-ayat Haji dari Surah al-Baqarah [2] ayat 196-197, Surah Âli ‘Imrân [3] ayat 96-97, dan Surah al-Hajj [22] ayat 27-29. Sistem penulisan Tafsir Ahkam ini disusun dengan urutan yang dapat mempermudah pembaca. Sistematikanya terdiri dari ayat yang bersangkutan dan terjemahan, tafsir mufradat, makna global, sabab nuzul, penjelasan, dan istinbath. Insya Allah buku ini dapat mengisi kekosongan tafsir ahkam berbahasa Indonesia yang masih langka dan sekaligus menambah khazanah ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.

Ayat-ayat yang berisikan mengenai hukum disebut dengan ayat-ayat ahkâm. Dalam buku Tafsir Ahkam ini dibahas mengenai hukum-hukum ibadah yang diambil dari surah-surah dalam al-Qur’an.