Sebanyak 1505 item atau buku ditemukan

Dialek bahasa Orang Laut

BI 'Kakak Togop tiga orang.' c. Pola Subjek KB/KG dengan Predikat KK/KS 1) DG
Ali takot bene. DM Ali takot bena. DB Ali akot ne. BI 'Ali sangat takut.' 2) DG
Budek iteh makan benyak. DM Budek itu makan anyak. DB Budek ton makan
enyok.

Bertobat Sambil Berobat

Lewat buku ini kita semakin diyakinkan bahwa pahala yang selama ini diartikan sebagai ganjaran atas praktek ibadah yang kelak dipetik untuk negeri akhirat ternyata dapat pula dicicipi manfaatnya sebagai “persekot” di dunia maya ini. "Sudah lama saya merindukan seorang ulama yang mampu mengajak kita membuka cakrawala keilmuan yang memiliki loncatan berpikir kognitif ke depan...Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Mohammad Sholeh adalah salah satu tokoh yang sudah lama ditunggu oleh dunia Islam," Abu Sangkan, Penulis dan Trainer Pelatihan Shalat Khusyuk Bila di buku sebelumnya, penulis mencoba mengungkap---dengan pembuktian medis dan empiris, salah satu praktik ibadah yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Di buku ini, penulis menguraikan bahwa tidak hanya tahajud, ibadah-ibadah lain pun memilki manfaat praktis yang sama. Lewat buku ini kita semakin diyakinkan bahwa pahala yang selama ini diartikan sebagai ganjaran atas praktek ibadah yang kelak dipetik untuk negeri akhirat ternyata dapat pula dicicipi manfaatnya sebagai “persekot” di dunia maya ini. "Kulitnya putih bersih. Begitulah sosok Prof. Mohammad Sholeh...Kini, ia lebih dikenal sebagai terapis dengan metode salat tahajud selain profesinya sebagai guru besar di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel," Majalah Azzikra "Setelah mendapatkan pelatihan salat tahajud secara benar dari Pak Sholeh, alhamdulillah penyakit saya hilang dan saya tidak lagi tergantung pada obat." dr. Agustini, SpPK, dokter dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Mohammad sholeh, lahir di Kediri 9 Desember 1960. Latar belakang akademisnya yang S-1 Tarbiyah dan S-2 Psikologi Konseling, tak menghalanginya untuk menyelesaikan studi S-3 Kedokteran Unair. Selain menjadi dosen, penulis buku megabestseller, Terapi Salat Tahajud, ini aktif menjadi trainer pelatihan Terapi Shalat Tahajud. [Mizan, Hikmah, Novel, Inspirasi, Indonesia]

Djamaludin Ancok (1991) mengutip riwayat Sayidina Ali, Sahabat Rasulullah,
yang pernah tertusuk anak panah, ketika menjalankan shalat di salah satu
medan perang. Kemudian dicabut oleh teman sahabat lain. Ketika itu Sayidina
Ali ...

Prosiding Kongres Pancasila IV

Srategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 ...

Tafsir Ahkam

Ayat-ayat Ibadah

Betapa pun awamnya seorang Muslim, niscaya mereka tahu dan memang selayaknya mengetahui bahwa al-Qur’an al-Karim merupakan sumber utama dan pertama bagi agama Islam. Secara garis besar, al-Qur’an berisikan tentang akidah (keimanan), akhlak, janji baik dan ancaman buruk (wa‘ad dan wa‘îd), kisah dan sejarah, syariah (hukum), ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain-lain. Ayat-ayat yang berisikan mengenai hukum disebut dengan ayat-ayat ahkâm. Dalam buku Tafsir Ahkam ini dibahas mengenai hukum-hukum ibadah yang diambil dari surah-surah dalam al-Qur’an. Hukum dari ayat-ayat Thaharah diambil dari Surah al-Mâ’idah [5] ayat 6 dan Surah an-Nisâ’ [4] ayat 43; ayat-ayat Shalat yang diambil dari Surah al-Baqarah [2] ayat 43-46, al-Hajj [22] ayat 77, dan al-Isrâ’ [17] ayat 78; ayat-ayat Zakat dari Surah al-Baqarah [2] ayat 276, dan at-Taubah [9] ayat 60; ayat-ayat Puasa dari Surah al-Baqarah [2] ayat 185; dan ayat-ayat Haji dari Surah al-Baqarah [2] ayat 196-197, Surah Âli ‘Imrân [3] ayat 96-97, dan Surah al-Hajj [22] ayat 27-29. Sistem penulisan Tafsir Ahkam ini disusun dengan urutan yang dapat mempermudah pembaca. Sistematikanya terdiri dari ayat yang bersangkutan dan terjemahan, tafsir mufradat, makna global, sabab nuzul, penjelasan, dan istinbath. Insya Allah buku ini dapat mengisi kekosongan tafsir ahkam berbahasa Indonesia yang masih langka dan sekaligus menambah khazanah ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.

Ayat-ayat yang berisikan mengenai hukum disebut dengan ayat-ayat ahkâm. Dalam buku Tafsir Ahkam ini dibahas mengenai hukum-hukum ibadah yang diambil dari surah-surah dalam al-Qur’an.