Sebanyak 2593 item atau buku ditemukan

Islam in Indonesia

The Contest for Society, Ideas and Values

Indonesia's Muslims are still pondering the role of religion in public life. Although the religious violence marring the transition towards democratic reform has ebbed, the Muslim community has polarised into reactionary and progressive camps with increasingly antagonistic views on the place of Islam in society. Debates over the underlying principles of democratisation have further heated up after a fatwa issued by conservative religious scholars condemned secularism, pluralism and liberalism as un-Islamic. With a hesitant government dominated by Indonesia's eternal political elites failing to take a clear stance, supporters of the decision are pursuing their Islamisation agendas with renewed vigour, displaying growing intolerance towards other religions and what they consider deviant Muslim minorities. Extremist and radical exponents of this Islamist bloc receive more international media coverage and scholarly attention than their progressive opponents who are defiantly challenging this reactionary trend. Calling for a true transformation of Indonesian society based on democratic principles and respect for human rights, they insist that this depends on secularisation, religious toleration, and freethinking. Conceived as a contemporary history of ideas, this book aims to tell the story of these open- minded intellectuals and activists in the world's largest Muslim country.

Conceived as a contemporary history of ideas, this book aims to tell the story of these open- minded intellectuals and activists in the world's largest Muslim country.

Berkah Islam Indonesia

ISLAM adalah agama dakwah. Agama yang menuntun umatnya (muslim) untuk bisa mengajak kebaikan kepada segenap umat manusia di semesta alam. Begitulah tugas Muhammad pasca 'dilantik' oleh Allah menjadi utusan-Nya (Rasulullah). Sebagai Rasul, Muhammad saw., diberi wahyu bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk orang lain, umatnya di dunia. Jalan dakwah rahmatan lil’âlamîn adalah jalan dakwah yang dipilih Muhammad saw., yakni jalan dakwah yang merahmati (mengasihi) alam semesta. Begitu juga dengan para ulama (wali songo, kiai, ustaz, dan pemuka agama lainnya) di Indonesia, mereka memilih jalan dakwah yang damai, sekaligus bisa memadukan antara dimensi keislaman dan keindonesiaan. Dakwah Islam Indonesia pun dilanjutkan Gus Dur (Alm. KH. Abdurrahman Wahid), Cak Nur (Alm. Prof. Dr. Nurcholish Madjid), Prof. Dr. Ahmad Syafi'i Ma'arif, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Dr. KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Emha Ainun Najib (Cak Nun), dan termasuk oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., bersama Mamang Muhamad Haerudin melalui buku ini, “Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan Lil-'âlamîn.” Buku ini akan menunjukkan jalan Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul. Islam yang mengasihi, bukan Islam yang membenci. Islam yang mengapresiasi, bukan Islam yang mendiskriminasi. Islam yang pluralis, bukan Islam yang rasis. Selamat membaca!

Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., bersama Mamang Muhamad Haerudin melalui buku ini, _Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan Lil-'âlamîn._ Buku ini akan menunjukkan jalan Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul.

Islam in Indonesia

The Contest for Society, Ideas and Values

Indonesia's Muslims are still pondering the role of religion in public life. Although the religious violence marring the transition towards democratic reform has ebbed, the Muslim community has polarised into reactionary and progressive camps with increasingly antagonistic views on the place of Islam in society. Debates over the underlying principles of democratisation have further heated up after a fatwa issued by conservative religious scholars condemned secularism, pluralism and liberalism as un-Islamic. With a hesitant government dominated by Indonesia's eternal political elites failing to take a clear stance, supporters of the decision are pursuing their Islamisation agendas with renewed vigour, displaying growing intolerance towards other religions and what they consider deviant Muslim minorities. Extremist and radical exponents of this Islamist bloc receive more international media coverage and scholarly attention than their progressive opponents who are defiantly challenging this reactionary trend. Calling for a true transformation of Indonesian society based on democratic principles and respect for human rights, they insist that this depends on secularisation, religious toleration, and freethinking. Conceived as a contemporary history of ideas, this book aims to tell the story of these open- minded intellectuals and activists in the world's largest Muslim country.

Jakarta: Gema Insani. ——— (2010a) Islam versus Kebebesan/Liberalisme.
Jakarta: Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. ——— (2010b) Pluralisme Agama:
Musuh Agama-Agama. Jakarta: Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. ——— (
2010c) 'Piagam Madinah dan Toleranse Beragama'. Insistnet, http:// www.scribd.
com/doc/49932272/Piagam-Madinah-dan-Toleransi-Beragama, accessed 22
November 2012. Ichwan, Moch Nur. (2001) 'Differing Responses to an Ahmadi
Translation: ...

Trilogi Ajaib #1: AJAIB

Buku pertama dalam trilogi AJAIB. “Cikgu, masalah saya, saya boleh nampak hantu. Cikgu yakin cikgu boleh tolong saya?” Hidup ni gelap – Walaupun aku dapat melihat lebih daripada manusia lain. Tapi tanpa kegelapan tu, aku tak mungkin nampak bintang yang bercahaya… Selain kita ada ‘mereka’ – yang kebanyakan kita tak nampak. Dalam kita ada ‘itu’ – yang kita simpan sendiri. Nama aku Izaq. Dan ini kisah kami, budak-budak berumur 12 tahun yang terperangkap dalam masalah orang dewasa: ‘mereka’, ‘itu’, dan sedikit yang AJAIB. (Buku Fixi)

“Alhamdulillah... Baru ustazah nak suruh kamu semua berdiri atas kerusi tadi,”
gurau ustazah sambil tersenyum. Seluruh kelas mengeluarkan reaksi 'nasib baik
ada orang jawabkan' tanpa menyebutnya. Waktu Pendidikan Islam tamat.
Ustazah memberi salam lalu keluar dari kelas. “Hai, Izaq,” suara lemak manis
kedengaran. Aku didatangi bidadari – Afifah. Dia agak cantik dan manja
orangnya. Dia kelihatan lebih matang berbanding teman perempuan lain. Apa
yang lebih menarik, ...

Trilogi Murtad #1: MURTAD

Buku pertama dalam Trilogi MURTAD Adam terus menekan punat pada briefcase hitam lalu dibukanya perlahan-lahan. Adam terbelalak. Akhil terlopong. Masing-masing berganjak ke belakang. Dua pucuk pistol automatik berkilatan hitam, sekeping envelop, kunci kereta dan juga sejumlah wang tersedia di dalam beg yang terpelahang buka. Adam menutup kembali beg itu. Matanya terpejam rapat. Akhil menelan liur. "Kerja gila apa sebenaqnya ni...haaa?" Akhil bertanya keras. "Ini adalah kerja untuk agamamu. Benar, seperti yang kamu fikir dan apa yang kamu lihat sekarang." "Hang nak suruh kami buat apa? Bunuh orang?" "Ya" "Nakharrom" "Kamu akan diberi tugas untuk membunuh orang-orang yang MURTAD.” (Buku Fixi)

Kerja yang mudah untuk mendaulatkan kembali kesucian Islam yang telah lama
dipinggirkan. Ini adalah kerja untuk Allah. Urusan hudud di dalam Islam. Yang
telah murtad dan menyebarkan agama yang baru kepada umat Islam yang lain
tidak seharusnya dibiarkan hidup. Tidak. Bukan untuk saya, bukan juga untuk
mencalarkan agamaagama sesiapa. Tapi ini adalah hukuman yang termaktub
bagi pesalahpesalah yang telah menyimpang keluar di jalan Allah.” Adam
senyap tidak ...

Trilogi Soekram

Saudara, saya Soekram, tokoh sebuah cerita yang ditulis oleh seorang pengarang. Ia seenaknya saja memberi saya nama Soekram, yang konon berasal dari bahasa asing yang artinya— ah, saya lupa. Tapi sudahlah. Apa pun nama saya, saya harus menerimanya, bukan? Pengarang itu sudah payah sekali kesehatannya, kalau tiba-tiba ia mati, dan cerita tentang saya belum selesai, bagaimana nasib saya—yang menjadi tokoh utama ceritanya? Saya tidak bisa ditinggalkannya begitu saja, bukan? Saya mohon Saudara berbuat sesuatu. Trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damono berkisah tentang tokoh Soekram yang tiba-tiba loncat keluar dari cerita dan menggugat sang pengarang. Mengapa ia tak selesai ditulis. Mengapa ia tak bisa menentukan jalan ceritanya sendiri. Mengapa ia tak bisa menjadi pengarang. Mengapa kisah cintanya disusun dengan rumit. Antara Soekram dan Ida, Soekram dan Rosa, Soekram dan istrinya (tentu saja). Sejumlah pertanyaan itu membungkus kisah Soekram yang mengambil latar di kampus, rumah tangga, dan peristiwa huru-hara Mei 98. Novel karya penyair besar Indonesia ini menunjukkan hubungan paling kompleks sekaligus paling sejati antara pengarang dan tokoh di dalam tulisannya.

... bisa diatur sejak 'Ndoro Janoko' sejak muda, yang suka bergaul dengan noni-
noni. Nenek juga selalu mengulang pesannya agar nanti kalau sudah bekerja, ia
tidak usah memikirkan ayahnya. Semua hasil jerih payahmu kauberikan saja
kepada ibumu. Ia menantuku yang paling baik. Waktu kecil seingatnya ia tidak
pernah melihat ibunya salat, tetapi ia tahu betul ia tidak memeluk agama lain.
Jadi Islam. Ia pun Islam, setidaknya pernah mengucapkan syahadat waktu
disunat dulu.

30 Paspor di Kelas Sang Profesor #2

Kisah Anak-Anak Muda Kesasar di Empat Benua

"Paling lambat 1,5 bulan ke depan, kalian semua harus sudah berangkat!" Demikian ucapan Prof. Rhenald Kasali di hari pertama masuk kuliah Pemasaran Internasional yang sontak membuat kelas gaduh luar biasa. Negara tujuan ditentukan saat itu juga. Sementara paspor harus didapatkan dalam waktu dua minggu ke depan. Metode kuliah yang awalnya ditentang banyak orang tersebut-dari orangtua mahasiswa sampai sesama dosen-terbukti menjadi ajang "latihan terbang" bagi para calon rajawali. Demikian Prof. Rhenald mengibaratkannya. Tersasar di negeri orang dapat menumbuhkan mental self driving, syarat untuk menjadi pribadi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab menentukan arah hidup sendiri. Dalam jilid pertama buku ini, para mahasiswa mengalami sendiri berbagai pengalaman unik. Ketinggalan pesawat, tidak punya uang sehingga terpaksa mencari negara miskin, kena tipu oleh pengemis, adalah beberapa di antaranya. [Mizan, Noura Books, Self Driving, Mahasiswa, Indonesia, Belajar, Eropa, Dunia]

“Abang hati-hati, ya, di sana, Nak. Jangan lupa makan dan istirahat yang banyak
biar enggak sakit,” pesan ibuku. Aku anak pertama dari dua bersaudara maka
aku dipanggil abang di keluargaku. “Abang wajib mengabari Papa minimal tiga
kali, yaitu setelah transit di Malaysia, tiba di India, dan sesampainya di hotel.
Enggak peduli lewat SMS atau e-mail, pokoknya harus kasih kabar!”Titah petuah
tak terbantah dari Ayah. Bahkan ketika aku belum sempat menyahut, Ayah
berkata lagi, ...

30 Days Revenge

Kenapa jadi begini? Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini? Aku telah kehilangan segalanya. Aku tak lagi punya daya untuk menahannya. Semua orang seakan berkata... Aku tidak pantas bahagia! Aku tidak boleh bahagia walau hanya sebentar saja! -- Cho Hye Mi -- Segala hal akan kulakukan. Segala yang mampu kuberi akan kuberi, meski tak ada cinta di hatimu. Semua itu kulakukan hanya demi membuatmu bertahan disisiku. Agar aku tetap bisa melihat mentari di senyum hangatmu. Agar aku bisa membuatmu tahu betapa aku mencintaimu. Karena aku ingin menghabiskan sisa usiaku bersamamu. Hanya bersamamu. Hanya denganmu. Aku tidak akan bisa bertahan tanpamu di sisiku. -- Seong So Hyun -- Seong So Hyun mengira segala yang selama ini diperjuangkannya akan bisa diraihnya dengan mudah. Pernikahan menjadi sesuatu yang mendebarkan untuk ditunggu. Tapi sebelumnya, ia harus mencari waktu yang tepat. Harusnya, ia tidak menundanya. Karena penundaan mendatangkan masa lalu yang sama sekali tak disangkanya. 30 Hari! Seong So Hyun hanya punya waktu 30 hari untuk menyelamatkan Hye Mi. Namun siapa yang ingin membalas dendam pada Hye Mi? Siapa yang ingin menghancurkan hidup Hye Mi dalam 30 hari? Benarkah sosok masa lalu itu ingin menghancurkan Hye Mi? Atau jangan-jangan..

Setelahnya, tanpa berpikir panjang lagi, ia mengirimkan pesan singkat itu ke
telepon genggam So Hyun! So Hyun baru saja turun ke lobi untuk menemui
orang yang ditugaskannya mengambil koper dari rumahnya. Ia memang tidak
tinggal di Shilla's dan memilih tinggal di rumah orang tuanya yang tidak jauh dari
kompleks Shilla's. Baru saja ia meraih pegangan kopernya dan menyampirkan
satu ransel di pundaknya, telepon genggamnya berbunyi, menandakan ada
pesan yang ...

PESAN NABI - SAYA ANAK SOLEH

Pesan Nabi - Saya Anak Soleh Buku ini menghimpunkan hadis-hadis Nabi SAW, sebagai pedoman kepada kanak-kanak di dalam kehidupan seharian. Hadis-hadis yang dipilih adalah bersesuaian mengikut peringkat usia kanak-kanak yang sedang membesar. Apa yang penting ialah ia dipersembahkan di dalam bentuk yang menarik. Diharapkan buku kecil ini dapat menyuburkan rasa cinta kanak-kanak terhadap junjungan mulia Nabi Muhammad SAW, seterusnya menjadikan sunnah Rasul sebagai amalan.

Pesan Nabi - Saya Anak Soleh Buku ini menghimpunkan hadis-hadis Nabi SAW, sebagai pedoman kepada kanak-kanak di dalam kehidupan seharian.