Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Pengantar Harapan, Penyemai Karya

Tak ada balasan terbaik untuk kebaikan selain kebaikan. Kita harus yakin, di tengah karut-marutnya negeri ini, di sekililing kita masih banyak orang baik. Mereka yang terus mengantar harapan untuk anak-anak bangsa dan yang terus berkarya untuk negeri ini. Kick Andy kembali memilih mereka sebagai pahlawan yang bekerja dalam sunyi. Salah seorangnya adalah Peinina Nanlohy, yang telah mendedikasikan dirinya untuk melatih petinju-petinju muda Merauke, tanpa dipungut biaya. Keyakinannya bahwa anak-anak Papua memiliki potensi luar biasa di semua cabang olahraga, membuatnya rela tak hanya berkorban waktu dan tenaga, tetapi juga dana. Kecintaan akan Papua juga merasuk di jiwa pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, yang selalu berusaha mengubah stigma Papua melalui film-film produksi mereka. Ada pula sosok Mbah Sadiman, yang puluhan tahun menanam sebelas ribu pohon soeorang diri. Berkat kerja kerasnya tersebut, mata air yang bersumber di Gunung Gendol kembali mengalir dan bisa digunakan untuk menghidupi tiga ribu jiwa di daerah Wonogiri, Jawa Tengah. Kedelapan kisah beserta tokoh dalam buku ini khusus dijalin dan dipersembahkan untuk Anda, yang selalu percaya dan bersemangat demi kehidupan yang lebih baik. Seperti apa yang dikatakan Dalai Lama, "Jadilah baik ketika memungkinkan. Menjadi baik selalu mungkin." [Mizan, Bentang Pustaka, Kisah Inspiratif, Motivasi, Indonesia]

... memulai pertemuan mingguan di stadion olahraga yang dikenal sebagai
Gelora Pancasila. Setiap minggu, lebih dari 3.000 penduduk kawasan kumuh
datang ke Gelora untuk mengikuti < 71 >

Semangat & Totalitas Membangun Negeri

Dalam tiap kisah inspiratif yang dirangkum Kick Andy selalu ada antusiasme besar terhadap mereka yang berkarya, menunjukkan pengabdian, dan memberi manfaat positif pada masyarakat. Kali ini Kick Andy menyuguhkan kisah menarik tentang semangat dan totalitas mereka di level berbeda. Parade inspirasi kali ini dibuka dengan semangat pemimpin dengan keberanian dan integritas seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Artidjo Alkostar. Berbeda dengan gubernur-gubernur Jakarta sebelumnya yang mengimbau warga di luar Jakarta agak tidak mencari kerja di Jakarta, Ahok justru sebaliknya. Hakim Artidjo yang dikenal bertangan besi dalam memutus kasus korupsi dan dokter yang melakukan malpraktik. Mari menyapa Ronny Lukito, yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui brand peralatan kegiatan outdoor yang mengalahkan popularitas produk impor. Hingga renungkan lagi bagaimana guru SMK seperti Rahayuningsih (Yayuk)yang tidak setengah-setengah menjalankan profesi. Selain menyelesaikan program S3, Yayuk juga kerap menuai penghargaan karena metode Simulasi Kesadaran Berkonstitusi yang membuat pendidikan kewarganegaraan jadi jauh dari kesan membosankan! Kisah mereka menjadi kumpulan pengalaman berharga untuk memantik semangat. Kini waktunya bangkit, berhenti mengeluh, dan mencurahkan segala daya upaya untuk membangun masa depan yang lebih baik. Yakinlah, semangat dan totalitas itu bisa diciptakan!

“Setelah lulus SMA saya kerja sebagai kuli bangunan di Dompu,” kenang Firman
. Ketika kerja, dia menerima informasi adanya program sekolah D-2untuk
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP). Tanpa pikir panjang dia mendaftar dan menjadi mahasiswa
di institusi yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Al
-Amin karena persoalan izin operasional. Sejak 2004 Firman menjadi
mahasiswa di ...