Sebanyak 2540 item atau buku ditemukan

Pemikiran Militer 2

Sepanjang Masa Bangsa Indonesia

Para pejuang bersenjata dan tentara RI meneruskan perlawanan dalam bentuk Perang Gerilya. Penulis menguraikan adanya kontradiksi di dalam pimpinan tentara Belanda KNIL yang fatal bagi berlangsungnya strategi Belanda selanjutnya. Ia juga menyoroti perbedaan pemikiran militer Jenderal Oerip Soemohardjo dengan Kolonel A.H Nasution dan TB. Simatupang, ketiganya adalah bekas opsir KNIL. Jenderal Oerip dalam masalah ini lebih jujur dalam mengutarakan pikirannya dan dengan jelas diuraikan oleh Hario Kecik secara psiko-analitis-militer. Para pembaca akan menemukan masalah-masalah baru dalam isi buku ini yang bisa dikatakan spektakuler karena diuraikan dengan -multidisciplinary approach- disamping penggunaan ilmu militer seperti yang telah ditulis dalam buku PEMIKIRAN MILITER 1. Akhirnya, penulis menguraikan tentang tugasnya meninjau RRC dan Vietnam atas perintah Panglima Tertinggi Bung Karno dimana RRC sedang mengalami Proletarian Cultural Revolution dan Vietnam masih berperang dengan Amerika.

Pada tahun tiga puluhan setelah praktis semua partai dilarang oleh pemerintah
kolonial Belanda, kecuali partai kelompok golongan Islam dan partai golongan
nasionalis lunak (moderat) yang menamakan partainya PARINDRA (Partai
Indonesia Raya) dan tokoh-tokohnya adalah dr. Sutomo, dr. Sugiri, dan
Sudirman (pegawai menengah Dinas Bea Cukai pemerintah kolonial Belanda).
Dr. Sutomo dan dr. Sugiri tertarik oleh kemajuan negara Jepang pada tahun-
tahun itu dan mulai ...

Perempuan Terluka

Novel tentang Cinta dan Prasangka

Dengan cadar terkoyak yang terlilit erat mengelilingi bahunya dan kepala tertunduk, perempuan itu melirik ke atas dari balik tepian kerudungnya. Matanya bagaikan sepasang mata rusa yang terluka. Memohon dan pasrah. Dedaunan yang terpana di atas pohon, seketika berhenti gemerisiknya. Embusan angin sore yang hangat mengambang. Penduduk desa itu menahan napas. "Aku menceraikan kau! Aku menceraikan kau! Aku menceraikan kau!" Tiga talak yang mematikan itu menghujam jantungnya. Sebuah prasangkan yang membutakan, menyeret diadakannya kacheri, pengadilan terbuka, yang dihadiri seluruh penduduk desa. Bagaikan taifun, tragedi itu menyapu seluruh penduduk Desa Chiragpur, mengubur mereka dalam rasa bersalah sepanjang hidup. Tiga wanita belia mengalami kisah tragis yang menghantui kehidupannya masing-masing di Desa Chiragpur-asal mula Zarri Bano sang Perempuan Suci. Naghmana,perempuan glamor dari kota; Chaudharani Kaniz, sang maharani; dan Gushan, istri tak berdosa. [Mizan, Pustaka, Novel, Fiksi]

PADA AWALNYA, Gulshan tidak memahami apa yang dikatakan Haroon, dan
ketika pada akhirnya dia paham, tubuhnya terkulai ke belakang di kursi, seakan
Haroon baru saja secara fisik menganiayanya. Matanya yang nanar diterpa
horor mencari-cari mata Haroon, memohon penjelasan. Lalu, matanya mencari
mata Nagh- mana, dengan sorot mata putus asa membutuhkan sebentuk
pengingkaran dari perempuan itu. Seakan-akan waktu terhenti. Sebuah momen
yang sangat ...

Perempuan Suci

Zarri Bano, seorang perempuan Muslim nan jelita, berkali-kali menolak lamaran laki-laki sampai akhirnya ia bertemu Sikander, yang memikat hatinya pada pandangan pertama. Namun, ketika Jafar, adik lelaki Zarri Bano, penerus martabat ayah mereka satu-satunya, tewas dalam kecelakaan, sang ayah memaksa Zarri Bano menjadi Perempuan Suci. Ini berarti ia tidak boleh menikah, karena satu-satunya yang boleh ia nikahi adalah Al-Quran. Api asmaranya bersama Sikander pun dipaksa padam, justru pada saat mereka benar-benar ingin mereguk cinta. Yang lebih menyakitkan, dalam puncak kekecewaannya, Sikander malah mengawini Ruby, adik Zarri Bano. Demikianlah, selama bertahun-tahun, kesedihan, amarah, dan perang batin Zarri Bano tersembunyi rapi di balik burqa hitam yang membungkus tubuhnya, dan membatasinya dengan dunia luar. Terjadi di negeri Pakistan yang eksotis, novel yang banyak mendapat pujian ini memaparkan secara melodramatis peliknya realitas seorang perempuan yang hidup di tengah kungkungan tradisi yang dibangun oleh lak-laki. [Mizan, Pustaka, Novel, Fiksi]

MALAM ITU begitu panas di Karachi. Lelaki dalam benak Zarri Bano tak bisa
tidur. Bangkit dari ranjangnya, Sikander beranjak ke kamar mandi di depan
kamarnya untuk minum air putih, lalu kembali ke kamar tidurnya, berjalan ke
jendela dan menatap ke luar pada bintang-bintang yang bersinar di langit malam
dan hamparan lampu-lampu kota yang tengah tertidur. Sikander menoleh untuk
menatap ranjangnya. Dalam cahaya temaram, ia melihat sosok istrinya.
Rambutnya yang ...

Mencari Sila Kelima

Sejak berusia enam tahun, ada begitu banyak pertanyaan yang tumpang-tindih di kepalaku. Mengapa orang-orang kerap bersikap manis kepada mereka yang dianggap berkedudukan dan kaya, tapi bersikap dingin kepada mereka yang berpakaian lusuh dan tak punya apa-apa? Mengapa banyak pemuka agama yang menyebarkan kebencian kepada golongan yang berbeda, padahal mereka pula yang menyuarakan bahwa agama adalah perwujudan kasih kepada sesama? Mengapa manusia suka sekali mengotakkan sesamanya ke dalam label tertentu: si Hitam, si Putih, si Miskin, si Kaya, si Pandai, si Bodoh, si Jawa, atau si Tionghoa? Gelembung-gelembung pertanyaan itu terus mengimpitku. Ketidakadilan yang kurasakan rupanya dianggap sebagai sebuah kewajaran. Aku tak mau menjadi anak yang digadang-gadang sebagai bintang tapi pendidikannya justru menjauhkannya dari kebenaran. Dan kini, kucari makna pada sila kelima Pancasila: di manakah keadilan yang dijanjikan kepada seluruh rakyat Indonesia? [Mizan, Bentang Pustaka, Pancasila, Negara, Bangsa, Masyarakat, Rakyat, Indonesia]

Tentu saja ada banyak orang yang berpendapat “semua agama sama saja”.
Orang-orang ini mengaku tidak berprasangka. Namun, biasanya orang-orang ini
bukan tidak berprasangka, melainkan tidak berprinsip; mereka hidup hanya
untuk kesenangan pribadi, untuk kepentingan diri sendiri. Jadi, bagaimana
caranya agar kita beragama dengan benar, agar agama yang berbeda-beda di
tanah air semuanya berfungsi sebagai tali pemersatu bangsa, bukannya alat
perpecahan?

14 Kebaikan Paling Menakjubkan dari Nabi Muhammad SAW

"Ternyata, punya banyak teman, tahu berita terbaru, atau mengantongi segudang prestasi belum cukup menjadikan kita """"keren”. Karena, sesungguhnya keren itu datang dari hati dan perilaku yang baik. Buku ini membuat teman-teman menjadi anak keren yang sesungguhnya, yaitu yang kaya hati dan berperilaku baik. Teman-teman tahu kan, sebagai umat Islam kita wajib meneladan Nabi Muhammad saw. Maksud meneladan adalah mencontoh. Dan sebagai nabi akhir zaman, Rasulullah saw. adalah sebaik-baik contoh bagi kita semua. Beliau selalu menunjukkan sifat dan sikap yang baik, bahkan saat orang-orang menghina atau melakukan hal hal jahat kepada beliau. Sudah terbukti pula bahwa kebaikan beliau bisa melunakkan hati yang paling keras, juga mengubah hal buruk menjadi baik. Keren, kan? Berikut beberapa contoh kebaikan dari Nabi Muhammad saw."

Indah Hanaco. kepada Rasulullah. Momen itu menjadi peristiwa diangkatnya
Nabi Muhammad sebagai rasul pilihan. Setelah Jibril pergi, Rasulullah merasa
takut dan segera pulang. Di rumah, dengan tubuh menggigil beliau minta
diselimuti istrinya, Khadijah. Setelah tahu apa yang terjadi dengan suaminya,
Khadijah pun menghibur suaminya. Khadijah juga menjadi orang pertama yang
memeluk Islam. Kemudian diikuti Ali bin Abi ...

Sirah Nabawiyah

Perjalanan hidup Rasulullah, adalah lautan yang luas membentang, dengan kebeningan airnya yang kebiruan. Di sana tersimpan pesona alami nan abadi. Tiada mata yang bosan memandang. Tiada hati yang jemu menikmati. Tiada berhenti orang menyelami. Karena sosok beliau, adalah pesona sepanjang masa. Buku Sirah Nabawiyah ini mencoba menyajikan pesona-pesona itu. Sebagai buku yang berhasil meraih juara satu lomba karya tulis tentang sirah Rasulullah, yang diprakarsai Rabithah Al-Alam Al-lslami. Tidak mengherankan jika karya ini juga memiliki pesona tersendiri untuk dibaca dan dinikmati. -pustaka al-kautsar-

tentang rumah tangga nabawi ini dapat kita paparkan menurut masing-masing
dari istri-istri beliau. 1. Khadijah binti Khuwailid Rumah tangga Nabawi yang
dibangun di Makkah sebelum hijrah bersama Khadijah binti Khuwailid. Beliau
menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun, sedangkan Khadijah sendiri
berumur 40 tahun.Khadijah adalah wanita pertama yang dinikahi beliau. Selama
membina rumah tangga dengan Khadijah, beliau tidak menikah dengan wanita
lain.

Pengantar ushul fiqh & ushul fiqh perbandingan

Ringkasan kitab Al Umm (1-2)

Soekarno Poenja Tjerita

  • ISBN 13 : 9786022912361
  • Judul : Soekarno Poenja Tjerita
  • Pengarang : @sejarahRI,  
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Klasifikasi : 923.2
  • Call Number : 923.2 @SE s
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : xx,200 hlm;21 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :
    2018-36855-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-36855-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi