Sebanyak 2540 item atau buku ditemukan

Kerajaan Bima dalam sastra dan sejarah

History of Bima Sultanate in Malay literatures from Bima.

Hanya dalam itu pun Tuhan yang Maha Suci juga kiranya yang lebih maaf dan
ampun pada segala hambanya /2/ yang berdosa dan Ialah yang mengadakan
dan Ialah yang membaikkan dan Ialah yang menghidupkan dan Ialah yang ...

Distorsi sejarah Islam

Pemikiran Karl Marx

“Marxisme”, karena dilebih-lebihkan, telah menjadi momok yang menakutkan sebagai sarana pembebasan umat manusia dari ketidakadilan maupun sebagai sumber segala subversi. Dalam buku ini, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ menjelaskan pokok-pokok pemikiran Marx secara objektif dan kritis. Setelah mengemukakan bentuk-bentuk sosialisme “utopis” yang mendahului Marx, ia kemudian menelusuri perkembangan dalam pemikiran Marx: dari paham Marx muda tentang peran filsafat kritis dan keterasingan manusia sampai terbentuknya teori tentang hukum-hukum yang mendasari perubahan masyarakat dan kritik terhadap kapitalisme. Selanjutnya, ia menggariskan kembali bagaimana ajaran Marx menjadi “Marxisme”, ideologi perjuangan kaum buruh, serta memperkenalkan aliran-aliran terpenting dalam Marxisme. Siapa pun yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya diajarkan oleh Marx serta membentuk penilaian kritis sendiri tentangnya akan sangat terbantu oleh buku ini, tanpa terjebak oleh jargon-jargon yang serta-merta mengutuk maupun memuji Marxisme, yang sebenarnya hanya untuk menyelamatkan kepentingan-kepentingan sempit tertentu.

Dalam buku ini, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ menjelaskan pokok-pokok pemikiran Marx secara objektif dan kritis.

Revolusi Sistem Pendidikan Nasional

"""“Kita harus melakukan lompatan. Salah satu langkah lompatan itu adalah dengan memanfaatkan teknologi mutakhir di bidang pendidikan, secepatnya dan secara luas. Khususnya kita harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, karena pada hakikatnya proses pendidikan adalah proses transfer dan diseminasi informasi. Yang saya maksud adalah penerapan pembelajaran online atau e-Learning.” — Prof. Dr. Boediono Wakil Presiden Republik Indonesia Dalam Kata Sambutan pada Kuliah Perdana Universitas Surya, 3 September 2013 “Kemampuan penulis untuk bisa menggabungkan kebutuhan bangsa Indonesia, kemajuan teknologi, dan perubahan perilaku generasi baru, sangat mengesankan. Buku ini mengandung visi pendidikan ke depan yang sangat revolusioner namun realistis.” — Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD Menteri Komunikasi dan Informatika RI tahun 2004-2007, Menteri Negara BUMN Indonesia tahun 2007-2009 “Buku yang ditulis Dr. Bayu ini memberi perspektif yang segar dalam melaksanakan pembaharuan sistem pendidikan di seluruh tanah air melalui e-Learning. Pesan saya, faktor konteks kultural sangat perlu diperhatikan dalam e-Learning, sehingga dapat terjadi ketersambungan budaya yang memberikan arti dan efektif. Suatu cara pandang ‘dari luar ke dalam’ perlu dipelihara terus agar mozaik ke-Indonesiaan tetap menjadi masukan dalam kurikulum e-Learning agar tetap menjaga martabat suku, daerah dan adat.” — Prof. Juwono Sudarsono, PhD; Guru Besar Emeritus Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 1998-1999"""

UNDP untuk Indonesia, menilai hal ini karena pemerintah Indonesia kurang
inovatif dalam sistem pendidikan.50 Hasil survei internasional PISA dan TIMSS,
menunjukkan peringkat kemampuan sainsanak-anak Indonesia sangat rendah
saat ...

Komunikasi Politik

Komunikasi politik adalah fenomena yang selalu menarik untuk dicermati dalam setiap sistem politik. Namun, studi tentang komunikasi politik yang diperuntukkan bagi para politikus ataupun pejabat negara terasa masih langka dan harus terus menjadi sentral perhatian. Buku Komunikasi Politik ini adalah salah satunya. Tidak hanya membahas hakikat komunikasi politik, buku ini secara detail dan komplet juga akan membahas praktik komunikasi politik dalam demokrasi dan hubungan internasional. Para politikus selalu mencari dan mengejar kekuasaan dalam seluruh perjuangan politiknya. Itu adalah hal yang biasa dalam politik. Menyimak buku Komunikasi Politik, Mempertahankan Integritas Akademisi, Politikus, dan Negarawan yang ditulis oleh Dr. Thomas Tokan Pureklolon, penulis berupaya untuk membuka horizon para politikus secara terang-benderang dengan menawarkan pemikiran-pemikiran yang mampu mencerahkan para politikus dalam kiprah politiknya, di mana para politikus bukan hanya berjuang untuk meraih kekuasaan, melainkan juga mampu mempertahankan integritas dalam seluruh perjuangan sebagai elite politik di negeri ini. —Akbar Tandjung Politikus Senior/Tokoh Nasional Ketika praktik politik dari elite politik di negeri ini tidak pernah absen terhadap tawar-menawar (bargaining position) dalam dukungan politik di hampir semuah ranah, buku Komunikasi Politik yang ditulis oleh Dr. Thomas Tokan Pureklolon hadir untuk memberikan pencerahan yang sangat memadai. Bagi saya, buku ini layak dibaca oleh adik-adik mahasiswa S-1, S-2, S-3, akademisi (para dosen), politikus, pejabat negara, dan tentu juga para peneliti dalam mengomunikasikan ide politik dan maksud politiknya secara cerdas dan berkualitas di negeri ini. —Prof. Dr. Ikrar Nusa Bakti, Ph.D. Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik LIPI Di tengah arus demokratisasi dan keterbukaan saat ini, komunikasi politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi semakin penting. Hubungan antara pemerintah dan rakyat dan sebaliknya memerlukan komunikasi politik yang cerdas dan solutif agar tidak terjadi penyimpangan sehingga membingungkan masyarakat. Publik Indonesia membutuhkan pencerahan dalam komunikasi politik untuk mencapai tujuan reformasi seperti yang diperjuangkan sejak kejatuhan rezim otoriter Orde Baru pada akhir 1990-an. Buku ini merupakan salah satu sumbangsih dari penulis untuk proses pencerahan tersebut dan layak dibaca oleh mahasiswa, akademisi, profesional, politikus, birokrat, maupun masyarakat pada umumnya. —Prof. Aleksius Jemadu, Ph.D. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan

Ini bukan berarti keberagaman itu dapat memecah belah bangsa Indonesia.
Walaupun setiap rakyatnya memiliki budaya yang beragam, tetapi dalam sistem
demokrasi setiap orang dianggap sama ketika memberikan aspirasi ke
pemerintah, ...

Foto Jurnalistik

"""Barangsiapa yang tersesat dalam rimba belantara fotografi jurnalistik Indonesia, segera temukan kunci wasiat untuk menguaknya—kunci yang mengantar kita ke ujung labirin dunia jurnalisme visual yang penuh rambu buram nan misterius. Buku ini menghamparkan peta jalan menuju oase fotografi jurnalistik yang disajikan dengan canggih dari catatan sejarah global dan di tanah air, baik ditinjau dari pendekatan teknis visual maupun kandungan profesionalnya. Kita berutang dahaga pengetahuan kepada Taufan, yang telah bersusah payah mengisi kelangkaan referensi jurnalisme fotografi Indonesia yang selama ini telah alpa dilakukan oleh para pelaku industri pers, yang raksasa sekalipun, di tanah air. — Oscar Motuloh, Galeri Foto Jurnalistik Antara Ini adalah sebuah buku paling komprehensif dan terkini yang mengupas tentang foto jurnalistik. Pembahasannya terstruktur dengan baik dan beralur rapi, sehingga memudahkan siapa pun untuk memahami soal wartawan foto dan foto jurnalistik. Sebaiknya buku ini menjadi buku wajib bagi dosen dan mahasiswa jurusan jurnalistik, serta referensi bagi siapa pun yang ingin tahu soal foto jurnalistik. — Beawiharta, Fotografer REUTERS Bacaan yang menarik, bermanfaat, dan wajib dibaca fotografer yang ingin terjun ke dunia foto jurnalistik secara total. Dengan pemaparan yang menyeluruh dan mendetail, buku ini memudahkan pembaca memahami seluk beluk dunia foto jurnalistik dan penerapannya di lapangan. — Agus Susanto, KOMPAS Ini buku keren! Karya jurnalis foto yang tak hanya piawai memotret tetapi juga cakap menulis buku tentang foto jurnalistik. Namanya Taufan Wijaya. — Eko Maryadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2011-2014 Suatu riset yang tekun telah berhasil menghadiahkan buku ini kepada khalayak pelajar, mahasiswa, praktisi, dan pemerhati fotografi jurnalistik. Ini adalah bacaan yang bermanfaat, terutama kini, kala media sosial dan tren jurnalisme warga mengemuka, kala perkembangan teknologi dan evolusi media pemberitaan membuat peran fotografi jurnalistik sebagai pengantar berita dan cerita kembali diwacanakan. — Reynold Sumayku, National Geographic Indonesia Taufan Wijaya menerangkan kekuatan foto dalam jurnalisme—dari sejarah 1877 ketika satu harian New York pertama kali menggunakan foto sampai 2010 ketika seorang fotografer dengan jeli merekam Gayus Tambunan, seorang terpidana yang tengah ditahan di Jakarta namun bisa menyaksikan pertandingan tenis di Bali. — Andreas Harsono, Yayasan Pantau"""

Kode. etik. pewarta. foto. indonesia. Disahkan dalam Rapat Pleno Kongres II PFI,
1 Desember 2007 Tegaknya kebebasan pers, masyarakat foto jurnalistik yang
profesional, mandiri dan independen, serta terpenuhinya hak masyarakat ...

Jesus of Nazareth - Yesus dari Nazaret

“Buku ini adalah pencarian pribadi saya akan wajah Allah”

Perang mesianis Yahudi terakhir berlangsung pada tahun 132 M di bawah
pimpinan bar-kokhba, ”putra bintang”. bentuk nama ini serupa, dan menyiratkan
arti sama. Origenes, seorang bapa Gereja, menyajikan bagi kita sebuah
perincian ...

Anak mencari Tuhan

buku puisi

... menjadi kucing, sungai-sungai menjadi lembah, dan ia menjadi Anjani yang
dulu, Anjani yang kecantikannya melebihi paras 27 bidadari yang sedang mandi
bersama di Telaga Sumala yang bening dan penuh ranting-ranting cahaya itu.

Mencari Emas

Alexis masih berusia delapan tahun ketika ia bersama adiknya Laure menyaksikan ayahnya bangkrut dan bersamaan itu berkembang pula sebuah mimpi “gila”-nya: menemukan emas yang disembunyikan Bajak Laut di pulau Rodrigues. Setelah menginjak usia dewasa, ia meninggalkan pulau Maurisius dengan menumpang kapal Zeta untuk mencari harta karun itu. Pencarian yang penuh khayalan, keputusasaan. Hanyalah cinta tanpa suara dari gadis penduduk asli (Manaf), Ouma, yang merintang Alexis dari rasa kesepian. Lalu meletuslah perang dunia yang dilewatinya di Prancis (dalam pasukan Inggris). Pada tahun 1922, ia kembali ke pulau Maurisius dan bergabung lagi dengan Laure serta menyaksikan Mam meninggal. Selanjutnya ia hidup menutup diri di Mananava. Namun, Ouma melepaskan diri dan lenyap. Ternyata Alexis memerlukan tiga puluh tahun untuk memahami bahwa harta karun itu hanya ada jauh di dalam dirinya sendiri, dalam cinta dan cinta akan kehidupan, dalam keindahan dunia.

Di kejauhan sudah terlihat cahaya pandu penunjuk jalan. Malam telah tiba di
lereng utara gunung itu. Kekhawatiranku telah reda. Sekarang aku segera ingin
turun. Kapal itu meluncur, semua terpal dilipat, aku memandang bendungan
yang ...

Mencari Romeo

Walau begitu balkon itu tetap menguarkan sesuatu yang ajaib. Matahari mulai
terbenam di langit, mengirim secercah cahaya di atap yang berukir. Warna
merah dan kuning cat bangunan yang telah memudar berubah merah tua dan
kuning ...