Sebanyak 866 item atau buku ditemukan

Kisah Tarumanagara dalam naskah

laporan penelitian, 1988

History of Tarumanagara Kingdom in West Java.

History of Tarumanagara Kingdom in West Java.

Djadikanlah Departemen Penerangan satu departemen revolusi

amanat-amanat pada Konperensi-Kerdja ke-17 Departemen Penerangan 4 sampai 9 Djuli 1963 di Djakarta

Saja tidak sependapat sepenuhnja dengan pandangan- Selandjutnja haruslah
kita balik, perbatasan itu ada ke kinannja dan siapa jang berfikir dialektis dan
dinamis kita haruslah berusaha untuk memperbesar segala kei kinan
bergeraknja ...

"Rendez-vous dengan revolusi" di Irian Barat

pidato-pidato penganugerahan gelar doctor honoris causa dalam ilmu pengetahuan kemasjarakatan oleh Universitas Negeri Tjenderawasih pada tanggal 11 Pebruari 1965 dikota Sukarnapura, Irian Barat, kepada Jang Mulia Sudjarwo Tjondronegoro ....

Golongan ini terdapat dikota-kota, tempat kekuasaan Belanda kolonial, di- mana
mereka diadjar berpakaian seperti Belanda, berminum bir dan makan kedju
seperti Belanda, bisa mabok seperti Belanda dan sedapatnja berfikir seperti ...

Persnan Departemen Agama dalam revolusi dan pembangunan bangsa

untuk menjambut ulang tahun ke 20 Departemen Agama, 3. Djanuari 1966. [Penjelenggara Biro Penerbitan & Perpustakaan Agama

Manusia dapat berfikir, tapi tjuma dalam batas lingkungan kemungkinan2,
karena akal manusia menurut susunannja tak dapat melingkupi pengertian2
umum setjara mutlak. Manusia dapat berfikir, tetapi tjuma dalam batas2
kemungkinan2 ...

Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 3

Maret 1947-Agustus 1948

Tan Malaka (1984-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintren (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Politik Indonesia yang ilegal dan antikolonial. Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka yang legendaris ini berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segara pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan 'perjuangan' dan bukan jalan 'diplomasi'. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternatif dahsyat terhadap pemerintah moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali - dari Maret 1946 sampai September 1948. Ia juga dituduh terlibat dalam Peristiwa 3 Juli 1946 yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai kudeta. Dalam periode yang dibicarakan dalam jilid ketiga ini Tan Malaka masih mendekam di penjara, namun demikian ia memiliki kesempatan untuk menulis. Sementara itu para pengikutnya sekali lagi terorganisir dalam Gerakan Revolusi Rakjat. Terdapat indikasi mungkin ia akan dibebaskan. Tan Malaka di dalam sel menulis autobiografi dalam tiga jilid Dari pendjara ke pendjara. Sebuah analisis mendalam menunjukkan bahwa autobiografi Tan Malaka dapat ditafsirkan dalam berbagai cara. Dalam jilid ketiga ini terdapat pula banyak perhatian terhadap proses pengadilan raksasa yang berlangsung dari Februari-Mei 1948. Dalam proses tersebut sejumlah besar politisi terkemuka diadili. Ini merupakan proses politik unik yang tidak pernah ada taranya di Indonesia

384 Nota 'Verbindingen tussen de “Dar-Ul-Islam”-beweging o.l.v. Kartosoewirjo
en de Tan Malaka-aanhang' [Hubungan antara gerakan “Dar-Ul-Islamdibawah
pimpinan Kartosoewirjo dan pengikut Tan Malaka], hlm. 26-27, Dalam Sectie
Inlichtingen Terr. TRC. Midden-Java, 'Rapport over het communisme', 10-9-1949,
hlm. 175-176, dalam NA, PG 974. 385 S.Tj.S. [Sudarjo Tjokrosisworo], 'Front
Nasional Demokrasi', Pacific, 5-4-1948, dan Tan Malaka, gerakan kiri, dan
Revolusi ...

Teorisasi Hukum

Studi Tentang Perkembangan Pemikiran Hukum Di Indonesia, 1945-1990

On philosophy of the Indonesian law and legal system and its progress, 1945-1990.

On philosophy of the Indonesian law and legal system and its progress, 1945-1990.

Poligami

perspektif perikatan nikah : telaah kontekstual menurut hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan no. 1 tahun 1974

Polygamy according to Islamic law and Indonesian law on marriage.

Bersabda Rasulullah SAW: Empat hal yang jadi sunnah para rasul adalah
berperasaan malu, menggunakan yang wangi, siwak, dan ... Hal ini dipertegas
Rasulullah SAW lagi dalam hadits yang diriwayatkan 36 • Titik Triwulan Tutik.
S H .

Untuk Kemerdekaan dan keadilan

pidato presiden Sukarno dimuka "Council for World Affairs" ... di Los Angeles, Amerika Serikat tgl. 21 april 1961

Menyangkal kebenaran, menunda keadilan

berlanjutnya penyangkalan negara atas hak-hak korban, mandegnya penuntasan kasus penghilangan orang secara paksa periode 1997-1998

On solution of disappeared persons in Indonesia during the period of 1997-1998.

On solution of disappeared persons in Indonesia during the period of 1997-1998.

Seminar jaringan informasi, dokumentasi, dan kerjasama perpustakaan

Cibulan, Cisarua, 24-25 Januari 1995

Seminar on Documentation, Information and Library Cooperation Network in Indonesia; proceedings.

PENDAHULUAN Berbicara tentang jaringan informasi pada abad sekarang mau
tidak mau pasti melibatkan komputer. Komputer yang dahulu dianggap sebagai
barang mewah sekarang tidak lagi, malahan telah menjadi salah satu dari ...