Sebanyak 1377 item atau buku ditemukan

14 Questions about Imam Az-Zaman

In this beautifully compiled short book the reader may learn some important proofs about Imam of our time Imam Al-Mahdi (a.t.f.s.) from authentic sources based within both Shia and Sunni schools of thought, as well as based on the Holy Quran and other ancient scriptures. The book is divided into fourteen separate questions and answers all of which eloquently describe his existence, his purpose, his birth and some of his merits (a.t.f.s.)

The book is divided into fourteen separate questions and answers all of which eloquently describe his existence, his purpose, his birth and some of his merits (a.t.f.s.)

Anak-anak Revolusi Buku 2

"""Andai ilmiah itu agung, tentu kitab-kitab suci tak tertulis berupa dongeng. Budiman Sudjatmiko mengaku tak punya imajinasi agung seorang pendongeng. Namun membaca karyanya, saya seperti digugah oleh daya dongeng. Ke tanah harapan itu saya seperti tak akan jauh lagi bersama “rangkaian panjang kereta yang melaju dengan kecepatan penuh"""". Anak-anak Revolusi adalah musik romantis Simon & Garfunkel yang bersuara dalam rupa buku. – Sujiwo Tejo Presiden #Jancukers Naskah ini ditulis oleh seorang muda berbakat dalam bentuk memoar dengan visi politiknya sendiri. Patut dibaca oleh kalangan luas dalam proses saling memberi dan menerima. Memperkaya wawasan ke-Indonesia-an kita. – Ahmad Sya i Maarif Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah “Perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan melawan lupa,” kata penyair Cekoslowakia, Milan Kundera. Ketika deretan kejahatan kemanusiaan dan kekerasan oleh negara terhapus dari memori kolektif publik, tak aneh bila mereka yang tangannya berlumuran darah bisa berganti peran menjadi pahlawan. Buku ini mengajak kita melawan lupa, sekaligus mengon firmasi kabar yang saya dengar bahwa sebagai aktivis, penulis buku ini adalah seorang yang romantis. – Najwa Shihab Host Program “Mata Najwa” & Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Politik adalah bibit sejarah. Ia tumbuh karena tindakan. Politik, sejarah, tindakan. Itulah isi buku ini. Selamat, Bud! – Rocky Gerung Dosen Filsafat Universitas Indonesia"""

PDI Perjuangan, di bawah pimpinan Megawati, menjadi pemenang. Selanjutnya
disusul Golkar, di bawah kendali Presiden Habibie. Sisa suara selebihnya
tersebar ke lima partai Islam. PRD sendiri gagal meraih kursi di DPR dan hanya
memenangi sejumlah kursi di beberapa DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah). PDI Perjuangan dianggap sebagai representasi gerakan proreformasi
yang paling progresif. Dari partai-partai C besar pemenang pemilu, ia yang
berada pada ...

Manusia Jawa Mencari Kebeningan Hati

Menuju Tata Hidup, Tata Krama, Tata Prilaku

SUNGGUH sebuah kasunyatan yang tak terbantahkan, tragis sekaligus memilukan. Bahwa ketika Indonesia (termasuk tanah Jawa) telah menangi rejaning jaman (mengalami zaman dan kehidupan yang lebih baik), banyak orang justru tengah berada dalam kebingungan dan kegelapan. Nuraninya tertutup awan hitam, sehingga matahari, bulan, maupun bintang gemintang tak mampu memberikan penerangan dan pencerahan sama sekali. Akibatnya, langkah maupun perjalanan hidupnya senantiasa mengalami sasar-susur (kesasar atau tersesat), terus-menerus menyimpang dari angger-angger (aturan-aturan) dan wewaler (melanggar larangan). Tak henti-hentinya melanggar tata susila, menerjang norma-norma kemanusiaan, melecehkan hak asasi, dan tega menumbuhkembangkan angkara murka merajalela di mana-mana. Hidup dengan senantiasa mengandalkan beningnya hati, sungguh bukan mudah. Karena terbukti di mana-mana banyak terjadi benturan dan malapetaka karena ulah manusia sendiri. Artinya, ketika jutaan orang benar-benar berusaha memayu hayuning bawana (berbuat baik dengan memelihara kelestarian dan keindahan bumi seisinya) serta mewujudkan kehidupan yang tata tentrem kerta raharja (makmur, tertata, tenteram, aman, selamat, dan sejahtera), yang lain juga sibuk mengembangkan diri menjadi virus-bakteri demi meraih kepentingannya sendiri, demi memuaskan nafsu angkara murka yang telah tumbuh di seluruh pori-pori. Semoga tulisan-tulisan dalam buku ini bermanfaat serupa lilin kecil dalam kegelapan di malam hari ketika listrik di seluruh kota dan kampung halaman kita mati.

Orang Jawa mengukur kematian seseorang dari perbuatan dan amal ibadah
yang bersangkutan, yang langsung tidak langsung berpengaruh terhadap cara
dan waktu kematiannya. Artinya, jika amal ibadahnya baik, waktu dan cara
matinya pun besar kemungkinan juga baik. Sebaliknya, jika perbuatannya buruk,
mungkin kematiannya juga akan berlangsung secara buruk (mati salah pati, mati
terkutuk, mati dilaknat, dan lain-lain). Kasus hukuman mati bagi Amrozi Cs, dan
juga nanti ...

Menelusuri makna Ziarah kaya Iwan Simatupang

Structural analysis of Ziarah, a novel of Iwan Simatupang, Indonesian author.

Di tembok itulah opseter menemukan gambar seorang laki-laki yang dicari hidup
atau mati oleh polisi. Hal itu ... yang fitri, yakni: mati. Apabila cara-cara tadi masih
terlalu langsung, masih terlalu kasar, yang berarti kurang berkebudayaan, maka
masih ada cara yang lebih subtil lagi, yakni: menghukum penjara dia seumur
hidup! ... Begitu ceroboh dan remehnya negara mematikan manusia, sedang
sesudah itu negara dengan segala susah payah dan kecermatan merawat
mayatnya!

Tata istilah Indonesia

Terms and phrases of Indonesian language.

Sementara itu penganjur-penganjur bahasa kebangsaan di Persekutuan Tanah
Melayu yang diilhami oleh Kongres Bahasa Indonesia di Medan berkeinginan
untuk mengadakan perubahan bahasa Melayu dan untuk maksud itu mereka
mengadakan kongres Bahasa dan Persuratan Melayu di Johor pada tahun 1956.
Dalam Kongres tersebut diputuskan bahwa mereka ingin menyatukan ejaan
bahasa Melayu dengan bahasa Indonesia. Pada tahun 1959 Panitia Ejaan yang
diketuai ...

Politik Pengelolaan Dana Otonomi Khusus dan Istimewa

Buku bunga rampai ini merupakan hasil penelitian tahun 2016 yang dilakukan oleh Tim Otonomi Daerah di Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI sebagai upaya untuk mengkaji isu-isu politik lokal, khususnya desentralisasi fiskal asimetri, yang berjudul Politik Pengelolaan Dana Otonomi Khusus dan Istimewa. Kasus yang diambil dalam kajian ini adalah pengelolaan dana otsus di Aceh dan Papua Barat, serta pengelolaan dana istimewa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketiga daerah ini memiliki kekhususan dan keistimewaan karena memiliki skema pengelolaan keuangan yang berbeda dari daerah otonomi umum lainnya. Namun, dalam implementasinya pengelolaan dana otsus dan istimewa ini belum optimal untuk memberikan efek yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Bahkan dari Indeks Ratio Gininya justru terjadi kesenjangan yang cukup tinggi sejak adanya dana otsus dan dana istimewa ini. Akar permasalahannya adalah di dalam implementasi dana otsus dan istimewa masih memberikan peluang adanya penyalahgunaan dalam pengelolaan dana dikarenakan belum adanya master plan dan payung hukum yang jelas. Oleh karena itu, bunga rampai ini memandang penting untuk mengkaji lebih mendalam masalah politik kebijakan pengelolaan dana otsus dan istimewa dalam rangka memberikan rekomendasi kebijakan yang bisa memperbaiki kualitas pengelolaan dana otsus dan istimewa. Bunga rampai ini juga secara khusus memaparkan aspek politik sekaligus aspek administrasinya. Selain itu hasil kajian dari bunga rampai ini juga merupakan hasil studi kualitatif melalui penelitian lapangan dan FGD, serta penelusuran dokumen-dokumen penting yang relevan. Melalui bunga rampai ini, diharapkan dapat memberikan kemanfaatan yang luas baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan para stakeholder terkait dalam rangka mewujudkan tujuan esensial otonomi, otonomi khusus dan istimewa dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara substantif.

Buku bunga rampai ini merupakan hasil penelitian tahun 2016 yang dilakukan oleh Tim Otonomi Daerah di Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI sebagai upaya untuk mengkaji isu-isu politik lokal, khususnya desentralisasi fiskal asimetri, yang ...

Dari sentralisasi ke otonomi

DKI Jakarta, implementasi UU no. 34

Administrative and financial aspects of the Jakarta local government; comments on Law no. 34 of 1999.

Pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman adalah merupakan
faktor penting yang dapat melanggengkan harmoni dan semangat solidaritas
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, otonomi
 ...