Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Manusia Jawa Mencari Kebeningan Hati

Menuju Tata Hidup, Tata Krama, Tata Prilaku

SUNGGUH sebuah kasunyatan yang tak terbantahkan, tragis sekaligus memilukan. Bahwa ketika Indonesia (termasuk tanah Jawa) telah menangi rejaning jaman (mengalami zaman dan kehidupan yang lebih baik), banyak orang justru tengah berada dalam kebingungan dan kegelapan. Nuraninya tertutup awan hitam, sehingga matahari, bulan, maupun bintang gemintang tak mampu memberikan penerangan dan pencerahan sama sekali. Akibatnya, langkah maupun perjalanan hidupnya senantiasa mengalami sasar-susur (kesasar atau tersesat), terus-menerus menyimpang dari angger-angger (aturan-aturan) dan wewaler (melanggar larangan). Tak henti-hentinya melanggar tata susila, menerjang norma-norma kemanusiaan, melecehkan hak asasi, dan tega menumbuhkembangkan angkara murka merajalela di mana-mana. Hidup dengan senantiasa mengandalkan beningnya hati, sungguh bukan mudah. Karena terbukti di mana-mana banyak terjadi benturan dan malapetaka karena ulah manusia sendiri. Artinya, ketika jutaan orang benar-benar berusaha memayu hayuning bawana (berbuat baik dengan memelihara kelestarian dan keindahan bumi seisinya) serta mewujudkan kehidupan yang tata tentrem kerta raharja (makmur, tertata, tenteram, aman, selamat, dan sejahtera), yang lain juga sibuk mengembangkan diri menjadi virus-bakteri demi meraih kepentingannya sendiri, demi memuaskan nafsu angkara murka yang telah tumbuh di seluruh pori-pori. Semoga tulisan-tulisan dalam buku ini bermanfaat serupa lilin kecil dalam kegelapan di malam hari ketika listrik di seluruh kota dan kampung halaman kita mati.

Orang Jawa mengukur kematian seseorang dari perbuatan dan amal ibadah
yang bersangkutan, yang langsung tidak langsung berpengaruh terhadap cara
dan waktu kematiannya. Artinya, jika amal ibadahnya baik, waktu dan cara
matinya pun besar kemungkinan juga baik. Sebaliknya, jika perbuatannya buruk,
mungkin kematiannya juga akan berlangsung secara buruk (mati salah pati, mati
terkutuk, mati dilaknat, dan lain-lain). Kasus hukuman mati bagi Amrozi Cs, dan
juga nanti ...

50 Kisah Sukses dan Inspiratif Diaspora Indonesia; Lintas Negara, Lintas Bidang

Penerbit Diandra Pustaka Indonesia

“Jika kamu ingin sukses, maka hijrahlah.” Serangkaian kata ini seolah telah menjadi pepatah. Pembenaran atas kalimat tersebut didasari oleh empat hal. Pertama, di tempat asal, seseorang sulit berkembang karena tidak ada tekanan yang membuat hidup semakin survive. Kedua, kondisi sekeliling tidak mendukung atau kurang terbuka dengan kemungkinan baru. Ketiga, tempat asal sudah mengetahui identitas baik-buruk seseorang sehingga hal ini dapat menghambat perkembangan seseorang. Keempat, di tempat baru (tujuan hijrah), seseorang dapat dikatakan memiliki identitas yang tidak diketahui kebanyakan orang sehingga orang tidak akan melihat latar belakang, tetapi produk atau keahlian apa yang dimiliki. Selain itu, di tempat baru tersebut, tidak banyak yang bisa dimintai tolong—meski sekadar untuk sesuap nasi—sehingga seseorang dituntut untuk lebih kreatif dalam menghadapi benturan hidup yang keras. Buku ini akan memperkenalkan Anda pada sosok yang sebenarnya “melampaui batas”. Bagaimana tidak, Anda bisa membayangkan seorang petani mencangkul tanah yang asing baginya, lalu ia tanami dengan berbagai hal. Tapi nyatanya seluruh tanamannya tumbuh dan berbuah manis. Tentu saja hal itu bukan proses yang instan, melainkan dengan berbagai proses yang panjang. Proses yang penuh dengan lubang dan kerikil tajam. Begitu pula dengan orang-orang yang akan Anda kenali nanti. Mereka jatuh bangun, dan akhirnya menemukan jalur kejayaannya. Nah, jalur yang mereka tempuh, barangkali cocok untuk Anda terapkan pada diri sendiri. Dalam buku ini pula, Anda akan diajak berkelana mengarungi kisah sukses, baik itu buruh migran, eksil, maupun diaspora yang diberi tempat sangat layak dan mulia. Mereka, dengan caranya masing-masing telah membawa Indonesia ke kancah dunia. Dalam arti yang lebih luas, mereka patut diberi tanda jasa sebagai pahlawan dalam bidangnya masing-masing. Dan kita sebagai orang Indonesia yang di Indonesia, layaklah untuk mengambil pelajaran (ibaroh) dari berbagai kisah sukses yang telah kami siapkan untuk Anda. Akhirnya, selamat menyerap energi 50 orang sukses dan selamat membaca!

Sejak kecil, Thohir memang dibesarkan oleh keluarga yang berapresiasi tinggi
akan media islami. Itulah mengapa ... Saat koran Republika digoncang
kebangkrutan pada tahun 2001, kelompok Mahaka membelinya dan menjadikan
Thohir sebagai pemimpin media tersebut. ... Ia juga pernah menjadi presiden
dari Asia Tenggara Basketball Association dan presiden Indonesia Basketball
Association.

Gerpolek (Gerakan Ekonomi Politik)

Tan Malaka

Setelah sekian lama Tersingkirkan Oleh Sejarah,Awal Era Reformasi baru mulai dibuka dan dibaca Kembali untuk di pahami,dikaji,dan dikritisi. Namun Reformasi telah berdengung lebih satu dasawarsa,Pemikiran Tan Malaka sudah jarang dibaca,dikaji,didiskusikan bahkan diaplikasikan. Pemikiranya tidak pernah out of date,melainkan selalu bisa kontekstual dari masa ke masa untuk bangsa ini. Ia bisa menempatkan liberasi sebagai hal pokok dalam ciri " keadirian" Kemandirian" Manusia : Kemerdekaan 100% Katanya.

TAN MALAKA, ”sang gerilyawan revolusioner yang legendaris”, seorang filsuf
tersohor peletak dasar negara Indonesia yang kurang dikenal, dilupakan oleh
bangsanya dan jarang menjadi kajian di dalam dunia pendidikan bangsa ini.