Sebanyak 1503 item atau buku ditemukan

Penuntun pengajaran degung

Numbered musical notations for the Degung, musical instruments used with the Sundanese gamelan.

Numbered musical notations for the Degung, musical instruments used with the Sundanese gamelan.

Nikah Beda Agama

Kenapa ke Luar Negeri?

SINOPSIS Nikah beda agama masih menjadi polemik di Indonesia. Masyarakat mengangap pernikahaniniterlarang menurut norma hukum (Islam). Namun, di ranah kultur hukum,masyarakat relatif longgar menyikapinya. Mayoritas masyarakat tidak menghendaki nikah beda agama. Namun demikian, mereka menganggap fenomena nikah beda agama sebagai sesuatu yang wajar. Undang-Undang Perkawinan di Indonesia hanya mensahkan pernikahan yang dilaksanakan menurut hukum agama dan kepercayaan masing-masing, serta melarang perkawinan antarpemeluk agama berbeda. Namun, hal ini tidak menghentikan keinginan warga untuk melangsungkan pernikahan dengan pasangan lain keyakinan. Menikah di luar negeri pun menjadi alternatif penyelesaian bagi mereka. Sejumlah negara dipilih untuk melaksanakan pencatatan perkawinan, seperti Australia, Singapura, Hongkong, dan negara-negara Barat yang menganut model perkawinan sipil. Buku Nikah Beda Agama, Kenapa ke Luar Negeri? memotret fenomena pernikahan beda agama dari beragam perspektif. Ditulis dari hasil riset disertasi doktoral, buku ini mengupas nilai-nilai filosofis pernikahan di berbagai negara, aspek perundang-undangan ihwal pernikahan beda agama, legalitas hukum pernikahan beda agama yang dilaksanakan di luar negeri, hingga respons masyarakat terhadap pernikahan beda agama dan para pelakunya. ENDORSEMENT “Buku ini sangat penting dan aktual. Perkawinan beda agama merupakan persoalan yang selalu aktual. Ajaran resmi al-Quran dan Alkitab memungkinkan adanya perkawinan beda agama. Namun Majelis Ulama Indonesia mengharamkannya. Juga dua organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, mengharamkannya. Bahkan keputusan final dari Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak sah perkawinan beda agama. Undang-undang perkawinan menyatakan perkawinan dilaksanakan menurut agamanya masing-masing. Perkawinan di luar negeri biasanya dilaksanakan bukan berdasarkan agama, tetapi wewenang sipil. Kini banyak orang Indonesia yang berbeda agamanya menikah di luar negeri. Buku Sri Wahyuni ini sangat aktual dan menarik untuk dikaji lebih mendalam.” —Dr. Martino Sardi, MA, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

... tidak berkehendak untuk mencatatkan perkawinannya yang beda agama,
yang kemudian berakhir dengan putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang
memenangkan gugatan Andi Vony, dan memerintahkan Kantor Catatan Sipil
agar melaksanakan pencatatan perkawinan mereka.95 Tulisan lain yang
memuat penelitian tentang perkawinan beda agama di Indonesia yaitu dari Mina
Elfira yang meneliti di daerah Minangkabau. Tulisan ini diberi judul Not Muslim,
Not Minangkabau: ...

Filsafat Hukum Akar Reliositas Hukum

Hukum bukan sekadar jalinan tulisan tanpa makna, tetapi ia menjadi hidup ketika digerakkan oleh manusia yang memiliki moral. Buku ini mencoba melihat gagasan moral sebagai jiwa hukum yang diperoleh dari kandungan kitab suci Al-Quran sebagai samudra ilmu pengetahuan. Moral religius yang ada dalam Al-Quran sudah mulai dijauhkan dari hukum, sehingga hukum hanya tampak bagai tubuh tanpa jiwa. Pendekatan hukum Islam acap kali juga sangat dogmatik dengan menyederhanakan persoalan hukum dengan semata berbicara halal dan haram tanpa melihat sisi lainnya, yaitu moral. Secara ontologi hukum, hendak dilihat esensi yang terdapat dalam Al-Quran mengenai hakikat hukum dan keadilan. Secara epistemologi dikaji berbagai metode peletakan moral hukum bagi manusia sejak dalam pembentukan keluarga hingga dalam hubungan berbangsa. Secara aksiologi pada ujung dari pemikiran ini akan dicapai tujuan dari pelaksanaan moral hukum.Ê ------- Penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

Dalam konteks hubungan manusia dan negara, Islam mencoba
mengetengahkan sebuah bentuk demokrasi Islam yang dikenal dengan bentuk
nomokrasi Islam. Hubungan atas kekuasaan sebagai bentuk kehendak manusia
dan terikat nilai ketuhanan sekaligus. C. MENJALANKAN KEKUASAAN
Menjalankan kekuasaan dalam tulisan ini dimaksudkan sebagai sebuah
pertanyaan mengenai bagaimana sebuah kekuasaan itu dijalankan sesuai
dengan kaidah-kaidah atau asas-asas ...

Hukum Kepailitan dan Keadilan Pancasila - Kajian Filsafat Hukum atas Kepailitan Badan Hukum Perseroan Terbatas di Indonesia

Di dalam buku ini banyak diulas mengenai konsepsi keadilan Pancasila sebagai norma tertinggi yang menjadi dasar hukum positif. Keadilan Pancasila pada akhirnya menjadi batu uji hukum kepailitan di Indonesia. Buku ini dapat menjadi “jangkar” dan sekaligus “kompas” untuk menentukan akan dibawa kearah mana nantinya hukum kepailitan negeri ini.

Di dalam buku ini banyak diulas mengenai konsepsi keadilan Pancasila sebagai norma tertinggi yang menjadi dasar hukum positif.

Mengurai Kesenyapan Bahasa Mistik: Dari Filsafat Analitik Ke Epistemologi Hudhuri

Buku ini mencoba mengkaji pandangan dua filsuf dari genre Filsafat Analitik: Ludwig Wittgenstein (1889-1951) dan Mehdi Hairi Yazdi (1923-1999), khususnya respons mereka terhadap keabsahan dan kebermaknaan bahasa mistik. Masalah pokok yang diketengahkan dalam buku ini yaitu: pertama, bagaimana posisi bahasa sebagai medium ekspresi filsafati terkait keabsahan bahasa mistik. Kedua, bagaimana system ofthought kedua filsuftersebut dalam kaitannya dengan problem keabsahan bahasa mistik. Ketiga, bagaimana implikasi dan konsekuensi pemikiran kedua filsuf tersebut dalam kancah pemikiran filsafat kontemporer, khususnya jika dikaitkan dengan fenomena New Age. Pembaca akan mendapati beberapa terra menarik seperti: aras konseptual bahasa mistik, bahasa dan pengalaman mistik, ke arah perumusan bahasa mistik, pengalaman mistik, fisika quantum, dan New Age. Dengan pemaparan tema tersebut buku ini akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa program S-1, S-2 maupun S-3 yang sedang mempelajari dan mendalami Filsafat Islam, Filsafat Ilmu, Filsafat Bahasa, dan Mistisisme Islam. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Buku ini mencoba mengkaji pandangan dua filsuf dari genre Filsafat Analitik: Ludwig Wittgenstein (1889-1951) dan Mehdi Hairi Yazdi (1923-1999), khususnya respons mereka terhadap keabsahan dan kebermaknaan bahasa mistik.

Hand Book of the APPROACHES AND METHODS OF ENGLISH LANGUAGE TEACHING

APPROACHES AND METHODS OF ENGLISH LANGUAGE TEACHING

Introduction Situational Approach Audio-lingual Method Communicative Language Teaching Total Physical Response (TPR) The Silent Way Community Language Learning The Natural Approach 9. Suggestopedia

Introduction Situational Approach Audio-lingual Method Communicative Language Teaching Total Physical Response (TPR) The Silent Way Community Language Learning The Natural Approach 9. Suggestopedia

99 Jalan Mengenal Tuhan

Sebagai sebuah bacaan ‘bertuah’, Asmaul Husna sudah tidak asing di kalangan umat Islam. Sejak dini, anak-anak kita telah melagukannya tiap pagi di taman kanak-kanak. Sebagai wirid, orang-orang tua kita melazimkannya menjadi amalan bacaan sehari-hari, yang diyakini mendatangkan manfaat nyata dalam kehidupan. Asmaul Husna yang dilagukan setiap fajar tiba, kiranya menjadi bekal spiritual yang mumpuni untuk mengarungi “pencarian”. Beberapa nama dalam Asmaul Husna juga populer sebagai rapal bagi mereka yang menyukai kedigdayaan fisik dan batin. Namun, sejatinya mutiara Asmaul Husna lebih berharga daripada sekadar ritual lisan atau pajangan kaligrafi di dinding saja. Oleh karena itu, buku ini mengajak Anda memperlakukan Asmaul Husna secara lebih ‘bermakna’, yakni sebagai pintu gerbang untuk lebih mengenal Allah Tuhan kita. Dengan mengingat bahwa Awwal ad-din ma’rifat Allah (langkah pertama dalam beragama adalah mengenal Allah), dan pepatah tak kenal maka tak sayang, maka pendalaman terhadap satu demi satu Asmaul Husna akan membuat kita lebih mengenal Allah sekaligus meningkatkan bobot penghayatan ritual ibadah kita sehari-hari. Tak pelak, setiap nama Allah yang bagus nan indah itu adalah jalan untuk mengenal-Nya; Asmaul Husna adalah 99 Jalan Mengenal Tuhan kita. Selain itu, berpanduan pada hadis Nabi Saw. yang menyatakan “Berperilakulah kalian dengan perilaku Allah Swt.,” setiap muslim seyogianya bersikap dan berperilaku dengan ‘kepribadian’ Allah. Sembilan puluh sembilan nama-Nya yang terbaik (Asmaul Husna) inilah yang menjadi awal langkah kita dalam menuju tegaknya moral mulia (akhlakul karimah) dalam kehidupan. Mari kita selami dan hayati satu per satu makna Asmaul Husna, dan—dengan sabar, sedikit demi sedikit—mempraktikkan kandungan moralnya dalam hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama manusia. Mari kita menitiskan pribadi Tuhan, melalui berakhlak dengan sifat Tuhan, yang terjabarkan dalam Asmaul Husna.

Setiap muslim harussadar, betapa banyaknya kasih sayang Allah yang
diterimanya dalam hidup ini, baik dalam kehidupan pribadi dan masyarakat,
maupun dalam kehidupan beragama. Kesadaran ini mengejawantah dalam
perilaku sehari-hari, baik dalam ... harus berpijak pada adanya rasa kasih
sayang Tuhan yang bisa ditemukan dimana saja. Seorang muslim yang
sadarhaltersebut, tidakpuas hanya dengan kualitas diri sendiri saja, tetapi juga
memperhatikan orang lain.

Enneagram - Mengenal Diri Sendiri & Orang Lain

Enneagram bukan sekadar ilmu, tapi perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari guna membangun potensi diri dalam hidup pribadi dan bermasyarakat. Enneagram dapat mencegah konflik antara diri kita dan orang lain. Mengapa sampai muncul perbedaan sikap antara seseorang dan yang lain terhadap satu hal yang sama? Mengapa karakter atau watak setiap orang berlainan? Bagaimana cara menghadapi setiap perbedaan tanpa harus terlibat perseteruan? Enneagram menyediakan jawaban sekaligus penjelasan untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Enneagram merupakan penjabaran sembilan tipe energi alam yang masing-masing menyimpan karakter dan watak orang. Enneagram menyediakan rambu-rambu untuk mengetahui kemampuan diri kita dan tipe-tipe manusia selain diri kita sendiri. Pemahaman atas kelebihan dan kelemahan masing-masing membantu kita bekerja sama serta menjalin relasi interpersonal secara wajar dan maksimal. Itu adalah tumpuan langkah kita menuju kesuksesan.

Enneagram bukan sekadar ilmu, tapi perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari guna membangun potensi diri dalam hidup pribadi dan bermasyarakat.