Sebanyak 264 item atau buku ditemukan

ICMI, beberapa catatan kritis

Role and programs of ICMI, the All-Indonesia Muslim Intellectuals' Association; dialogues of several seminars.

Role and programs of ICMI, the All-Indonesia Muslim Intellectuals' Association; dialogues of several seminars.

Membumikan pendidikan nilai

mengumpulkan yang terserak, menyambung yang terputus, dan menyatukan yang tercerai

Kamus Jerman - Indonesia ; Indonesia - Jerman

Kamus dari penerbit Ruang Kata ini memuat ragam kosakata bahasa Jerman yang sering digunakan sehari-hari, baik oleh penutur asli, media cetak, dan media elektronik. Kelebihan kamus ini terletak pada kelengkapan entrinya, klasifikasi jenis kata, dan beberapa contoh dalam kalimat maupun idiom. Adanya ringkasan tata bahasa Jerman, kumpulan ungkapan (idiom), daftar verba tingkat lanjut, dan daftar verba tidak beraturan, menjadi pelengkap kamus ini, sehingga cocok untuk pelajar, mahasiswa, dan umum.

1. melubangi; 2. menembus Locke die keriting, ikal lockig adj. ikal, keriting Löffel
der sendok löffeln tr. makan dengan sendok Logarithmus der Math. logaritma
Logik die logika logisch adj. logis Logistik die logistik Logo das logo Lohn der
upah ...

Psikologi Beragama

Menjadikan Hidup Lebih Nyaman dan Santun

Di dalam agama ditemukan pula anjuran bersikap toleran untuk saling menghormati dan menghargai meskipun pada kenyataannya, banyak di antara kita yang saling membenci, mencaci, bahkan memusuhi, hanya karena berbeda keyakinan atau pandangan. Melalui buku ini, kita diajak untuk memahami agama secara benar. Dalam buku ini, Anda akan menemukan: ragam tulisan yang renyah dibaca dan menginspirasi jiwa; renungan dan dialog pemikiran tentang nilai-nilai dalam agama yang semestinya dijalankan; kiat-kiat mengisi kehidupan untuk mengais kebahagiaan. Analisis genius dari seorang pemikir Islam kontemporer dalam buku ini tidak lain mengajak Anda untuk menghadirkan agama yang mampu menjadikan hidup ini lebih ramah dan santun. [Mizan, Hikmah, Inspirasi, Indonesia]

Pertama, pada abad ke-6, ketika Islam mulai berkembang, Cina telah dikenal
memiliki peradaban lebih unggul ketimbang dunia Arab. Kedua, pada dasarnya,
Islam sangat apresiatif terhadap ilmu pengetahuan dari mana pun datangnya.
Jika dilaksanakan untuk konteks hari ini, mungkin hadis tadi bisa ditambah dan
diubah redaksinya. Misalnya tuntutlah ilmu meski ke Eropa atau Amerika. Hal
tersebut mengingat sekarang ini banyak mahasiswa muslim yang tidak lagi
belajar ke ...

Psikologi Kebahagiaan

Mas Komar-panggilan akrab penulis buku ini-meyakini, hidup ini adalah sebuah perjalanan. Alangkah indahnya perjalanan, bila dinafasi oleh keyakinan-kokoh ("mindset") untuk bahagia, antara lain: - Rawat dan sayangi anugerah tubuh ini. Sebab, ibarat bumi yang menyangga semua makhluk hidup, sesungguhnya tubuh ini menyangga "makhluk hidup" berupa jiwa nabati, jiwa hewani, insani, dan jiwa rabbani (devine soul). - Jaga tubuh dengan makanan yang halal dan baik secara medis, agar jiwa nabati tumbuh sehat untuk menyangga dan mendukung kesehatan jiwa-jiwa lainnya. - Jaga kesehatan jiwa rabbani (kalbu), agar berlimpah darinya syukur dan cinta kepada Tuhan, yang akan selalu membuahkan gairah hidup, daya tahan, dan harapan yang mengalahkan berbagai fluktuasi hidup yang dihadapi. - Aktualkan sang warrior dan aktor-aktor laten lainnya di dalam dirimu (sang orphan, wanderer, altruist dsb) - I am a spiritual being who lives within a physical home. Aku sesungguhnya makhluk spiritual yang dilengkapi sarana fisikal. Ketika kurungan fisik rusak, aku masih akan hidup terus membawa rekaman apa saja yang telah aku lakukan bersama fisikku. [Mizan, Islam, Mental, Psikologi, Jiwa, Muslim, Bahagia, Senang, Indonesia]

Mereka yang selalu sibuk dengan dalih demi memenuhi kebutuhan keluarga,
sesungguhnya perlu diingatkan dan dipertanyakan keabsahan dalihnya. Bagi
mereka yang secara ekonomi sudah cukup, yang diperlukan anak-anak dan ...

Prosiding Kongres Pancasila IV

Srategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 ...