Sebanyak 2540 item atau buku ditemukan

Pengantar Teori-Teori Sosial

Dari Fungsionalisme hingga Post-modernisme

Buku Pengantar Teori-teori Sosial melacak perkembangan teoritisasi sosial tentang medernitas yang dicetuskan Durkheim, Marx danWeber, perdebatan seputar struktur, agensi, dan perkembangan pemikiran feminis, hingga pengkajian tentang kontroversi teori kontemporer dalam sosiologi. Pip Jones, seorang pengajar Sosiologi di Cambridge, juga menyoal relativisme, post-modernisme, berikut kritik-kritiknya. Di bagian akhir, pembaca bisa menemukan perdebatan jantung teori sosial dewasa ini. Dengan ketajaman analisis, buku ini juga mengupas pemikiran Foucault, Bauman, Habermas, Beck, dan Giddens. Secara berurutan, Anda bisa mendalami: · Pengantar teori-teori sosial · Teori fungsionalisme (Emile Durkheim) · Materialism historis (Karl Marx) · Teori tindakan sosial (Max Waber) · Beragam teori feminism (liberal, Marxis, radikal) · Sosiologi interpretif · Teori wacana (Michel Foucault) · Strukturalisme, Post-strukturalisme, dan relativisme · Post-modernitas dan post-modernisme · Respons kritik atas post-modernisme dan post-modernitas Dengan demikian, para pemangku kepentingan (mahasiswa, peminat ilmu sosial, dosen, peneliti, akademisi, atau siapa pun) bisa mendapatkan landasan teori yang kuat guna memahami ilmu sosial.

... perhatian pada kehidupan sosial tingkat mikro, cara individu berinteraksi satu
sama lain dalam kondisi hubungan sosial secara individual, bukan tingkat makro
yakni cara seluruh struktur masyarakat memengaruhi perilaku individu. Mereka ...

Menguasai kata kerja populer dan preposisi bahasa Arab

beserta contohnya dalam kalimat

Politik Lingkungan

Pengelolaan Hutan Masa Orde Baru dan Reformasi

Hutan rimba tropika adalah rahmat Allah untuk Indonesia. Pelestariannya tergantung pada kebijakan pemerintah (Pusat maupun Daerah), sebagaimana telah dibuktikan oleh Dr. Herman Hidayat dalam buku ini. - Prof. Dr. Amri Marzali (Antropolog, Univesitas Indonesia).

INOUE Makoto, Ph.D (Guru Besar The University of Tokyo) Tiada jalan yang
mulia selain belajar terus. Sahabatku yang terpercaya Dr. Herman Hidayat, telah
meletakkan peribahasa Inggris tersebut dalam praktek. Dia adalah pekerja keras
 ...

Buku Kegia Tanku: Lingkungan Alam dan Sekitar

... Ilalav j Sebutkan nama-nama benda-benda di bawah ini. Berilah tanda v untuk
gambar mainan dan alat belajar. Berilah tanda x untuk gambar bukan mainan. 0
V Alat belajar adalah semua benda yang dapat digunakan untuk belajar.

Revolusi fisika dari alam gaib ke alam nyata

Bangunan ini dibuat di bawah kekuasaan Tartar, orang-orang Muslim yang
terpengaruh kebudayaan Cina. Pusat perkembangan ilmu di dunia Islam seolah-
olah bergeser semakin ke barat. Setelah kekhalifahan di Baghdad jatuh akibat
serbuan dari Turki, sebagian besar ilmuwan di sana lari ke Kairo (sekitar 1000 M
). Salah seorang di antara mereka ialah Al-Hasan, yang mengembangkan ilmu
optik. Ia memahami pembuatan lensa, dan juga orang pertama yang
menegaskan ...

Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 3

Maret 1947-Agustus 1948

Tan Malaka (1984-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintren (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Politik Indonesia yang ilegal dan antikolonial. Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka yang legendaris ini berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segara pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan 'perjuangan' dan bukan jalan 'diplomasi'. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternatif dahsyat terhadap pemerintah moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali - dari Maret 1946 sampai September 1948. Ia juga dituduh terlibat dalam Peristiwa 3 Juli 1946 yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai kudeta. Dalam periode yang dibicarakan dalam jilid ketiga ini Tan Malaka masih mendekam di penjara, namun demikian ia memiliki kesempatan untuk menulis. Sementara itu para pengikutnya sekali lagi terorganisir dalam Gerakan Revolusi Rakjat. Terdapat indikasi mungkin ia akan dibebaskan. Tan Malaka di dalam sel menulis autobiografi dalam tiga jilid Dari pendjara ke pendjara. Sebuah analisis mendalam menunjukkan bahwa autobiografi Tan Malaka dapat ditafsirkan dalam berbagai cara. Dalam jilid ketiga ini terdapat pula banyak perhatian terhadap proses pengadilan raksasa yang berlangsung dari Februari-Mei 1948. Dalam proses tersebut sejumlah besar politisi terkemuka diadili. Ini merupakan proses politik unik yang tidak pernah ada taranya di Indonesia

384 Nota 'Verbindingen tussen de “Dar-Ul-Islam”-beweging o.l.v. Kartosoewirjo
en de Tan Malaka-aanhang' [Hubungan antara gerakan “Dar-Ul-Islamdibawah
pimpinan Kartosoewirjo dan pengikut Tan Malaka], hlm. 26-27, Dalam Sectie
Inlichtingen Terr. TRC. Midden-Java, 'Rapport over het communisme', 10-9-1949,
hlm. 175-176, dalam NA, PG 974. 385 S.Tj.S. [Sudarjo Tjokrosisworo], 'Front
Nasional Demokrasi', Pacific, 5-4-1948, dan Tan Malaka, gerakan kiri, dan
Revolusi ...