Sebanyak 2540 item atau buku ditemukan

Ilmu memahami Hadits Nabi

  • ISBN 13 : 9786028995283
  • Judul : Ilmu memahami Hadits Nabi
  • Pengarang : Muhammad Ma'shum Zein,  
  • Penerbit : Pustaka Pesantren
  • Klasifikasi : 2x9.12
  • Call Number : 2x9.12 MUH i
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : xx,264 hlm;24 cm
  • Tahun : 2014
  • Halaman : 264
  • Halaman : 264
  • Google Book : http://books.google.co.id/books?id=-sky8USX0i8C&dq=intitle:pemasaran+bisnis&hl=&source=gbs_api
  • Ketersediaan :
    2017-34430-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34430-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34430-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34430-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34430-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34430-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34430-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34430-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

BISNIS BUKU RUMAHAN Pertanyaan: Saya ingin bertanya tentang bisnis buku
tetapi buka di rumah. Orang-orang dapat melihat-lihat bahkan membaca
sepuasnya dan bila berkeinginan dapat membelinya ditambah dengan suasana
 ...

Metodologi Riset

  • ISBN 13 : 9786022294252
  • Judul : Metodologi Riset
  • Pengarang : Sutrisno Hadi.,  
  • Penerbit : Pustaka Pelajar
  • Klasifikasi : 001.42
  • Call Number : 001.42 SUT m
  • Bahasa : Indonesia
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 651
  • Halaman : 651
  • Ketersediaan :
    2017-34375-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34375-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34375-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34375-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34375-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34375-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34375-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34375-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Filsafat modern

dari Machiavelli sampai Nietzsche

Pengetahuan harus didasarkan pada observasi empiris, demikianlah
pengandaian ilmu-ilmu dewasa ini. Sikap empiris macam ini cukup menggejala
di Inggris, sehingga kerap kali tradisi Anglosak- son disamakan dengan tradisi
empiris.

Mengembalikan kepercayaan publik melalui reformasi birokrasi

Reforming public administration and bureaucracy at central and local government level in Indonesia.

Struktur birokrasi yang hierarkis dan mengkonsentrasikan kekuasaan pada
pimpinan puncak sering kali menjadi penyebab terbatasnya ruang untuk
mengembangkan kreativitas dan inovasi (Dwiyanto, 2002).19 Strukturyang
seperti itu membuat pemanfaatan potensi aparatur cenderung tidak optimal dan
inisiatif dari bawah untuk merespons dinamika yang terjadi di dalam maupun di
luar birokrasi sulit berkembang. Adanya orientasi pada peraturan yang
berlebihan (rule-driven) ...

Kenali Emosi

Mengapa kecerdasan emosi menjadi penting, selain kecerdasan kognitif? Sebab, sebagaimana mata uang yang memiliki dua sisi, sisi utama emosi dapat menyelamatkan hidup kita dan mengarahkan kita untuk berbuat yang terbaik. Akan tetapi, sisi yang lain dapat pula menyebabkan kita melakukan sesuatu yang berbahaya dan melakukan perbuatan yang akan kita sesali seumur hidup.

Kondisi yang dapat membawa seseorang ke tingkat stres. Bagi sebagian orang
mereka memilih berhenti, tetapi kamu tentu tidak bukan? Masuk kuadran IV
adalah hal yang diinginkan. Akan tetapi, kondisi di kuadran II yang menimbulkan
 ...

7 Langkah Menguasai Emosi Negatif

Apakah Anda merasa terluka, kecewa, marah, galau, dendam, atau bahkan putus asa? Apakah Anda merasa hidup Anda mengecewakan dan tidak sesuai dengan keinginan Anda? Jika jawabannya “Ya” dan “Sering”, inilah buku yang tepat untuk Anda. Emosi seringkali sulit dikendalikan, terutama dalam situasi yang sangat tertekan. Anda mungkin mengerti apa yang harus Anda kerjakan untuk menggapai impian. Namun, emosi negatif dapat merusak tindakan Anda dan menjauhkan impian Anda. Emosi negatif dapat membunuh kemampuan Anda untuk menyelesaikan rencana, mewujudkan impian, dan mencapai kehendak terbaik. Nah, buku ini menawarkan langkah-langkah jitu untuk membebaskan diri dari emosi negatif. Sang penulis, Ken Lindner, menunjukkan cara menguasai dorongan emosi yang berpotensi merusak. Dengan buku ini, Anda akan mampu berpikir jernih—bebas dari emosi destruktif—dalam membuat pilihan hidup sehingga Anda selalu berada dalam cara hidup yang lebih positif dan bernilai.

Stres Beberapa hari menjelang Natal, saya tengah berada dalam sebuah lift
bersama seorang pengacara pidana terkenal. Dalam perbincangan kami dia
menyebutkan bahwa kesibukannya selalu lebih banyak pada masa-masa Natal,
Tahun ...

Persepsi Orang Tua Membentuk Perilaku Anak

Dampak Pygmalion di dalam Keluarga

Tahun 1968 dua orang peneliti, Rosenthal dan jacobson memplubikasikan hasil penelitiannya pada 18 sekolah dasar. Mereka berasumsi bahwa harapan serta kepercayaan para guru terhadap murid mempengaruhi prestasi murid-muridnya. Asumsi mereka ternyata benar. Hal ini disebabkan persepsi para guru mempengaruhi perlakuan mereka terhadap murid-muridnya, akibatnya murid-murid tersebut cenderung berperilaku seperti perlakuan yang mereka terima. Kejadian ini memeliki dasar falsafah yang sama dengan mitologi Yunani tentang seorang seniman bernama Pygmalion yang merindukan bisa beristri Galatea.

Setiap orang tua memiliki harapan ideal agar keturunannya nanti tumbuh dan
berkembang menjadi seorang manusia yang baik, berkualitas baik,
berpengetahuan baik, berakhlak serta bermoral baik. Tetapi harapan ideal ini
mungkin harus dicapai melalui suatu proses yang cukup panjang. Anak-anak
dalam masa pertumbuhannya mungkin tidak akan mampu untuk segera
memenuhi harapan orang tuanya. Adapun orang tua berharap agar anak-anak
mereka secepat mungkin ...

Metode Penelitian Sosial (edisi revisi)

Maka penelitian pada umumnya diawali dengan pernyataan yang dimulai dengan kata-kata: Mengapa, Apa, Siapa, KApan, DI mana ? Disingkat menjadi MASKADI Dalam bahasa Inggris ialah : Why, What, When, Where, Who. Disingkat 5W Suatu hal yang mengherankan adalah, mengapa di dalam bahasa inggris unsur who atau siapa diletakan di tempat paling belakang? Di dalam bahasa dan budaya Indonesia, unsur Siapa atau unsur “orang” yang menjadi penanggung hak dan kewajiban, mempunyai tempat yang penting. Maka di dalam tulisan ini Siapa ditempatkan di tengah-tengah. Perbedaan dalam pemikiran ini sudah biasa, karena budaya di Indonesia berbeda dengan keadaan di Amerika atau Eropa. Menurut penulis, maka manusia sebagai penanggung jawab hak dan kewajiban sangat menentukan dalam proses hubungan antar anggota masyarakat. Maka di dalam bahasa Indonesia “Siapa” ditempatkan di tengah. Mungkin perumusan Barat ini lebih sesuai untuk penelitian Ilmu Ekonomi. (Soedjito) Penulis buku ini adalah murid dan guru. Pengalaman guru ditambah dengan pengalaman murid. Pengalaman para guru yang diturunkan kepada guru penulis ini kemudian terakumulasi di dalam pengajarannya kepada para murid.Ditambah dengan pengalaman latihan penelitian yang dilakukannya kepada para mahasiswanya. Akumulasi baru terbangun ketika akumulasi pengalaman warisan ditambah pengalaman guru sendiri, kemudian ditambah pengalaman muritnya, maka muncullah konsep metodologi dengan gaya yang baru berbeda dengan gaya buku pengarang Barat yang dikutip kebanyakan penulis. Buku demikian yang penulis harapkan atas buku ini. (BAS)

Maka penelitian pada umumnya diawali dengan pernyataan yang dimulai dengan kata-kata: Mengapa, Apa, Siapa, KApan, DI mana ?

Psikologi Sastra

Karya, Metode, Teori, dan Contoh Kasus

Sebuah karya sastra merupakan kisahan yang senantiasa bergumul dengan para tokoh fiksional yang diciptakan oleh si pengarang. Agar ceritera lebih menarik, si pengarang kerap kali menampilkan perilaku para tokoh dengan kepribadian yang tidak lazim, aneh, atau abnormal, sehingga menimbulkan berbagai perasaan bagi para pembaca. Tidak jarang para pembaca bertanya-tanya, mengapa si tokoh berperilaku demikian, apa yang terjadi pada dirinya, apa penyebabnya, dan apa pula akibat dari semua ini. Bahwasanya masalah perilaku mungkin saja terkait dengan masalah kejiwaan, maka kisahan semacam ini dapat merupakan masalah psikologis. Oleh karena itu, dalam buku yang merupakan hasil penelitian tentang karya-karya sastra Inggris dan Amerika yang bermutu ini, penulis menampilkan beberapa kasus para tokoh fiksional yang mencerminkan konsep-konsep yang terdapat dalam Psikologi Sastra. Para tokoh dimaksud terdapat dalam karya-karya sastra Inggris dan Amerika ciptaan Nathaniel Hawthorne, Eugene O'Neil, Theodore Dreiser, dan D.H. Lawrence. dalam buku ini dibahas pula para tokoh yang mencerminkan beberapa konsep yang terdapat dalam Psikologi Sastra, misalnya konsep-konsep: Oedipus Complex, Electra Complex, Naluri Kematian, rasa Bersalah, Agresivitas, Halusinasi, Konflik Batin, rasa Malu, dan sebagainya. Selain itu, dibahas pula pencerminan Teori Kebutuhan Bertingkat dari Abraham Maslow yang mencakup kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa memiliki dan dicintai, rasa harga diri, dan aktualisasi diri. Selama ini telaah karya sastra melalui pendekatan Psikologi Sastra sering diperdebatkan karena kerap kali hakikat sastra menjadi hilang, telaah sastra seakan-akan menjadi telaah Psikologi. Oleh karena itu, agar telaah sastra psikologis tidak meninggalkan hakikat analisis suatu karya sastra, maka pencerminan berbagai konsep psikologi di atas perlu disampaikan melalui metode perwatakan yang biasa digunakan dalam telaah sastra. Metode-metode tersebut misalnya, telling (langsung), showing(tidak langsung), gaya bahasa bahasa (figurative language): simile, matafor, personifikasi, , dan sudut pandang (point of view). Pembahasan dalam buku ini dapat dijadikan bahan acuan bagi para peneliti, karena paparannya cukup jelas dan terperinci, sehingga buku ini akan bermanfaat bagi para peneliti yang berminat menganalisis suatu karya sastra dalam bahasa apapun.

Oleh karena itu, dalam buku yang merupakan hasil penelitian tentang karya-karya sastra Inggris dan Amerika yang bermutu ini, penulis menampilkan beberapa kasus para tokoh fiksional yang mencerminkan konsep-konsep yang terdapat dalam ...