Sebanyak 2403 item atau buku ditemukan

Buku Monograf Peningkatan Loyalitas Nasabah Bank Syariah : Pendekatan Etika Pemasaran Islam

Kecenderungan masyarakat dunia bisnis yang menginginkan keuntungan tanpa melihat bagaimana nilai-nilai normatif transendental dalam berniaga, menyebabkan etika bisnis sangat sulit diterapkan dalam akitivitas perekonomian. Dalam realitas di dunia usaha saat ini juga timbul gejala menghalalkan segala cara demi mencapai sebuah kenikmatan. Etika bersaing dalam bisnis tidak lagi sehat, profesional, dan sportif. Namun, cara dan budaya ini menerabas tru semakin tumbuh subur di masyarakat. Paradigma masyarakat saat ini menganggap perilaku bisnis menggunakan etika Islam akan menghambat proses mencapai keuntungan maksimal sebagai asas dalam berbisnis. Namun, apabila kita cermati lebih mendalam, etika bisnis yang banyak dilakukan perusahaan dapat mengantarkan perusahaan semakin establish dan sustainable, lebih baik lagi jika etika bisnis Islam dalam al-Qur’ān dan as-Sunnah dijadikan sebagai landasan dasarnya. Di sinilah pentingnya konsep pemasaran yang mendasarkan nilai-nilai syariah Islam, yaitu konsep Islamic Marketing. Buku ini hadir dengan tujuan agar dapat dijadikan sebagai rujukan para pemasar dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai tuntuan syariah Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Kandungan buku ini memberikan makna yang cukup dalam, yakni menekankan aspek memaksimalkan nilai bukan maksimalisasi keuntungan. Maksimalisasi nilai dimaksud adalah pemasar dalam melaksanakan tugasnya selalu didasari keadilan dan kejujuran sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sidik, amanah, tablig, fatanah.

Kecenderungan masyarakat dunia bisnis yang menginginkan keuntungan tanpa melihat bagaimana nilai-nilai normatif transendental dalam berniaga, menyebabkan etika bisnis sangat sulit diterapkan dalam akitivitas perekonomian.

Etika Pemasar dan Kepuasan Konsumen dalam Pemasaran Perbankan Syariah

“Buku Etika Pemasar dan Kepuasan Konsumen dalam Pemasaran Perbankan Syariah yang ditulis oleh Inggang Perwangsa Nuralam hadir untuk melengkapi literatur yang terkait dengan etika pemasar dalam perbankan syariah. Kelebihan buku ini adalah membahas secara mendalam dan terperinci tentang konsep pemasar syariah, konsep kepuasan, serta didukung dengan data empiris sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Semoga buku ini menjadi referensi yang bermanfaat bagi para pembaca” -Prof. Dr. Endang Siti Astuti, M.Si. Guru Besar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) FIA UB

“Buku Etika Pemasar dan Kepuasan Konsumen dalam Pemasaran Perbankan Syariah yang ditulis oleh Inggang Perwangsa Nuralam hadir untuk melengkapi literatur yang terkait dengan etika pemasar dalam perbankan syariah.

Etika Perbankan

Studi Performa Bank Syariah dan Bank Sosial

Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bank yang mempunyai dampak sosial, memberikan performa yang semakin eksis. Hal ini ditunjukkan oleh Bank Etis (Bank Sosial dan Bank Syariah) melalui misi sosialnya yang berhasil lolos dari krisis keuangan global, dibandingkan dengan rekannya bank konvensional yang justru harus dilikuidasi atau bail out, bahkan dalam operasionalnya kedua bank etis tersebut tetap dapat menghasilkan profit dan meningkatkan asetnya. Prinsip yang terjadi adalah SRI (Socially Responsible Investment). Buku ini memperkuat beberapa ahli seperti: Adam Smith (1791) yang dikenal sebagai peletak dasar ilmu ekonomi, bahwa ekonomi secara luas dipahami sebagai ilmu pengetahuan moral. Kemudian M. Yunus (2012) dengan lembaga keuangan yang memiliki tanggung jawab mempersempit ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin. Selanjutnya Orlizky et all (2003) dan Roland Benedikter (2011) yang menyimpulkan bahwa adanya hubungan antara performa perusahaan dengan dampak sosial dan lingkungan. Buku ini sekaligus membantah pendapat ahli seperti: Margolis dan Walsh (2003), John Maynard Keynes (1926) dan Teori Neoliberalism. Para peneliti ini dalam kajiannya skeptik dengan hubungan antara performa keuangan dan tanggung jawab sosial dan lebih mementingkan utilitas individu dibanding kelompok.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bank yang mempunyai dampak sosial, memberikan performa yang semakin eksis.