Sebanyak 67 item atau buku ditemukan

ETIKA PROFESI (MULTI PERSPEKTIF)

Kode etik adalah bentuk peraturan tertulis, yang dibuat berlandaskan moral sehingga saat diperlukan dapat dijadikan tolak ukur untuk mengadili perbuatan yang dinilai salah dari kode etik tersebut. Tujuan dari kode etik adalah agar profesi tersebut tetap profesional dalam memberikan layanan terhadap klien atau mitranya. Dengan demikian tenaga profesional akan bertanggung jawab dan apabila melakukan pelanggaran kode etik maka citra profesinya akan rusak dan merugikan dirinya sendiri. Perlu dipahami bahwa kode etik bukanlah hal yang kaku melainkan karena perubahan zaman maka kode etik menjadi bertentangan dengan tuntutan masyarakat.

Kode etik adalah bentuk peraturan tertulis, yang dibuat berlandaskan moral sehingga saat diperlukan dapat dijadikan tolak ukur untuk mengadili perbuatan yang dinilai salah dari kode etik tersebut.

Himpunan Fatwa Perbankan Syariah

Usul Fikih Hukum Ekonomi Syariah

Buku Usul Fikih Hukum Ekonomi Syariah ini disusun dengan memberikan contoh-contoh yang berhubungan ekonomi syariah, khususnya ayat-ayat dan hadis yang ada pada fatwa-fatwa DSN-MUI. Dengan cara demikian, mahasiswa tidak hanya belajar usul fikih saja, tetapi juga mempelajari fatwa DSN-MUI yang menjadi pedoman lembaga keuangan syariah dalam operasionalisasi akad syariah. Buku ini tidak hanya dapat digunakan untuk mahasiswa, tetapi juga untuk dosen, karyawan, pengamat, dan pemerhati ekonomi syariah di Indonesia.

Buku Usul Fikih Hukum Ekonomi Syariah ini disusun dengan memberikan contoh-contoh yang berhubungan ekonomi syariah, khususnya ayat-ayat dan hadis yang ada pada fatwa-fatwa DSN-MUI.

Menjadi Muslim Profesional sesuai Al-Qur`an

Buku “Menjadi Muslim Profesional” berisi tentang bagaimana seorang muslim dan muslimah beragama secara profesional dan proporsional. Bagaimana seorang muslim dan muslimah total, inten, dan maksimal dalam beragama, namun tetap bisa mengendalikan diri serta mengetahui porsi dalam menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Tuhan yang Maha Esa. Sehingga, dengan demikian tidak akan muncul sikap ekstrem, fanatik, dan berlebihan dalam beragama juga tidak akan lahir sikap liberal, lalai, enteng, dan menganggap remeh terhadap risalah-risalah Tuhan yang dibawa Nabi Muhammad saw., kepada umat beliau. Dan, esensi Islam sebagai agama “rahmatan lil alamin”, pasti tercapai. Dalam buku ini ada empat risalah Tuhan yang Maha Esa yang akan dijelaskan. Risalah Tuhan pertama dan paling utama yang disampaikan Nabi Muhammad saw., pada umat beliau adalah Akidah. Akidah merupakan sebuah keyakinan atau kepercayaan terhadap eksistensi Tuhan, para malaikat, para utusan, kitab-kitab-Nya, hari kiamat dan qada’-qadar Tuhan. Selain itu, sebagai seorang yang beriman kepada Tuhan ia harus bersaksi bahwa tiada tuhan yang wajib disembah selain Allah Swt., Tuhan yang Maha Esa serta meyakini bahwa Nabi Muhammad saw., sebagai utusan terakhir-Nya. Risalah Tuhan kedua adalah ibadah. Ibadah merupakan bentuk pengakuan dan sesembahan seorang hamba kepada Tuhannya, sebagai tanda kecintaan dan ketaatan dirinya kepada Tuhan yang Maha Esa dan utusan-Nya Nabi Muhammad saw. Risalah Tuhan ketiga adalah akhlak. Akhlak merupakan sifat yang harus ditonjolkan dan ditampilkan dalam setiap dinamika kehidupan. Sebab, akhlak tidak bersifat kondisional dan situasional. Risalah Tuhan keempat yang dipraktikkan Nabi Muhammad saw., pada umat beliau adalah cinta. Dalam Islam, cinta merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa. Setiap manusia, termasuk Nabi Muhammad saw., sendiri juga pasti pernah merasakannya. Buku ini juga dilengkapi dalil-dalil, penelitian, dan pengalaman penulis di dua negara sehingga lebih menarik untuk dibaca, pantas untuk menambah rujukan dan wawasan dalam membentuk sikap profesional sesuai Al-Qur’an dan Sunah.

Di antaranya: kontributor buku, “EPISTEMOLOGI ISLAM MODERAT”. (Diterbitkan
di Kairo dan sekarang dalam proses editing di salah satu penerbit Indonesia),
kontributor Buku, “HITAM-PUTIH SEKTE & GERAKAN ISLAM KONTEMPORER” ...

Pungutan padu bahasa Arab dalam bahasa Indonesia

Arabic loanwords in the Indonesian language.

Jakarta. Robins, R. H. 1975. General Linguistics . London: Longman Ruskhan,
Abdul Gaffar etal. 1990/1991. "Penelitian Kosakata Bahasa Arab dalam Bahasa
Indonesia Tahap II". Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Ruskhan, Abdul Gaffar. 1995. "Pungutan Bahasa Arab Laras Keagamaan dalam
Bahasa Indonesia: Tinjauan Leksikal". Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.
Samsuri. 1980. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga. Shodiq dan Shalahuddin
Chairy. 1983.

The Apology of Al Kindy

Written at the Court of Al Mâmûn (circa A.H. 215; A.D. 830), in Defence of Christianity Against Islam. With an Essay on Its Age and Authorship Read Before the Royal Asiatic Society

Further Note on the Apology of Al-Kindy. By Sir W. Mum, K.C.S.I., D.C.L., LL.D. "
W1th reference to my paper on the Apology of Al-Kindy, I have received the
following letter from Professor Ignatius Guidi, dated Rome, 24th February : — "
You will be glad to hear that in the Propaganda Library (Museo Borgiani) I found
a MS. of the Apology of Al-Kindi, together with the letter of his Moslem friend. The
amanuensis was, I think, a Jacobite (the MS. is written in Karshuni character),
hence he ...