Sebanyak 2079 item atau buku ditemukan

Falsafah Ilmu dalam Al–Quran: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi

Falsafah Ilmu dalam Al–Quran (Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi) adalah suatu kajian secara komprehensif tentang ilmu pengetahuan sebagaimana yang dinyatakan oleh Al–Quran. Buku ini menjelaskan tentang falsafah ilmu, teori falsafah ilmu, dan sejarah falsafah ilmu dalam al–Quran. Perbincangan difokuskan kepada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu yang menjelaskan aspek pengertian ilmu secara semantik, etimologi, dan terminologi; prinsip falsafah, metodologi dan teori falsafah ilmu dalam al–Quran, aksiologi falsafah, serta keintegrasian sains Islam. Sorotan terhadap isi kandungan buku ini menonjolkan kehebatan al–Quran dalam perbahasan ilmu yang membuktikannya sebagai mukjizat yang terulung. Buku ini sesuai dibaca dan dijadikan rujukan oleh para pelajar, mahasiswa, pendidik, serta masyarakat umum yang ingin mengetahui falsafah ilmu al–Quran dengan lebih dekat.

Perbincangan difokuskan kepada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu yang menjelaskan aspek pengertian ilmu secara semantik, etimologi, dan terminologi; prinsip falsafah, metodologi dan teori falsafah ilmu dalam al–Quran, ...

Kisah Hikayat Zaid bin Tsabit Sang Penulis Wahyu & Pecinta Ilmu Pengetahuan

Ketika itu kaum Muslimin sedang sibuk menyiapkan angkatan perang untuk menghadapi Perang Badar. Rasulullah SAW tengah melakukan pemeriksaan terakhir terhadap tentara Muslimin yang pertama-tama dibentuk, dan segera akan diberangkatkan di medan jihad di bawah komando beliau. Ketika Rasulullah sedang sibuk-sibuknya, tiba-tiba seorang anak laki-laki berusia kurang dari tiga belas tahun datang menghadap beliau. Anak itu kelihatan cerdas, terampil, cermat, dan teliti. Di tangannya tergenggam sebuah pedang yang panjangnya melebihi tinggi badannya. Dia berjalan tanpa ragu-ragu dan tanpa takut melewati barisan demi barisan menuju Rasulullah SAW. Begitu berada di depan Rasulullah, dia berkata, “Saya bersedia mati untuk Engkau, wahai Rasulullah, izinkanlah saya pergi jihad bersama engkau, memerangi musuh-musuh Allah di bawah panji-panjimu.” Rasulullah menengok anak itu dengan gembira dan takjub. Beliau menepuk-nepuk pundak anak itu tanda kasih dan simpati. Tetapi beliau menolak permintaan anak itu, karena usianya yang sangat muda. Anak itu pulang kembali membawa pedangnya, tergesek-gesek menyentuh tanah. Dia sedih dan kecewa, lantaran permintaannya untuk menyertai Rasulullah dalam peperangan pertama yang akan dihadapi beliau, ditolak. Ternyata dari kejauhan ibu anak itu, Nuwar binti Malik, mengikuti dari belakang. Ia pun tak kalah sedihnya. Dia ingin melihat anaknya berjuang di bawah panji-panji Rasulullah. Dalam angan-angannya terbayang, alangkah bahagianya ayah anak itu sekiranya dia masih hidup, melihat anaknya dapat mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW, dan berjihad bersamanya. Tetapi, anak Anshar yang cerdas dan pintar ini tidak lekas putus asa. Walaupun dia ditolak Rasulullah untuk menjadi prajurit karena usianya masih sangat muda, dia berpikir mencari jalan lain yang tidak ada hubungannya dengan usia. Pikirannya yang tajam segera menemukan jalan. Jalan itu ialah di bidang ilmu dan hafalan.

Karena itu, Zaid bin Tsabit menulis Alquran didiktekan langsung oleh Rasulullah
secara bertahap sesuai dengan turunnya ayat. Alhasil, dia menjadi orang
pertama tempat umat Islam bertanya tentang Alquran sesudah Rasulullah wafat.
Dia menjadi ketua kelompok yang ditugaskan menghimpun Alquran pada masa
pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kemudian, dia pula yang menjadi ketua
tim penyusun mushaf di zaman pemerintahan Usman bin Affan. Di antara
keutamaan ...

Prinsip kaedah dakwah dalam arus pembangunan Malaysia

Da'wah (Islam) in Malaysian development; collection af articles

Madya di Jabatan Usuluddin dan Falsafah, Fakulti Pengajian Islam, Universiti
Kebangsaan Malaysia. ... Tulisan dan pemikirannya disalurkan melalui Angkatan
Belia Islam Malaysia (ABIM) dan Institut Kajian Dasar (IKD). Dalam dunia ...
Beliau menumpukan kajiannya di bidang pengurusan Islam dan ekonomi Islam.

Kaedah kesahihan sanad hadis

telaah kritis dan tinjauan dengan pendekatan ilmu sejarah

Kalangan ulama tafsir ada yang menjelaskan, ayat di atas merupakan
pernyataan Allah bahwa umat Islam merupakan umat yang sebaik- baiknya bila
dibandingkan dengan umat lainnya. Dengan demikian makin jelas, bahwa ayat
tersebut tidak menerangkan kekhususan keutamaan sahabat Nabi dari umat
Islam lainnya. Jadi, ayat dimaksud tidak tepat digunakan sebagai argumen
bahwa seluruh sahabat Nabi adil. 2. Firman Allah dalam Surat Ali 'Imran: 110
yang berbunyi: Kamu ...

Institut Tahfiz Al Quran Negeri Sembilan (ITQAN)

sejarah dan sumbangannya terhadap pembangunan pendidikan Islam di Negeri Sembilan

Cara mudah memahami ilmu-ilmu hadith

mengandungi kaedah-kaedah asas untuk memahami hadith-hadith Nabi s.a.w. sepanjang masa