Sebanyak 2664 item atau buku ditemukan

Nikah Beda Agama

Kenapa ke Luar Negeri?

SINOPSIS Nikah beda agama masih menjadi polemik di Indonesia. Masyarakat mengangap pernikahaniniterlarang menurut norma hukum (Islam). Namun, di ranah kultur hukum,masyarakat relatif longgar menyikapinya. Mayoritas masyarakat tidak menghendaki nikah beda agama. Namun demikian, mereka menganggap fenomena nikah beda agama sebagai sesuatu yang wajar. Undang-Undang Perkawinan di Indonesia hanya mensahkan pernikahan yang dilaksanakan menurut hukum agama dan kepercayaan masing-masing, serta melarang perkawinan antarpemeluk agama berbeda. Namun, hal ini tidak menghentikan keinginan warga untuk melangsungkan pernikahan dengan pasangan lain keyakinan. Menikah di luar negeri pun menjadi alternatif penyelesaian bagi mereka. Sejumlah negara dipilih untuk melaksanakan pencatatan perkawinan, seperti Australia, Singapura, Hongkong, dan negara-negara Barat yang menganut model perkawinan sipil. Buku Nikah Beda Agama, Kenapa ke Luar Negeri? memotret fenomena pernikahan beda agama dari beragam perspektif. Ditulis dari hasil riset disertasi doktoral, buku ini mengupas nilai-nilai filosofis pernikahan di berbagai negara, aspek perundang-undangan ihwal pernikahan beda agama, legalitas hukum pernikahan beda agama yang dilaksanakan di luar negeri, hingga respons masyarakat terhadap pernikahan beda agama dan para pelakunya. ENDORSEMENT “Buku ini sangat penting dan aktual. Perkawinan beda agama merupakan persoalan yang selalu aktual. Ajaran resmi al-Quran dan Alkitab memungkinkan adanya perkawinan beda agama. Namun Majelis Ulama Indonesia mengharamkannya. Juga dua organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, mengharamkannya. Bahkan keputusan final dari Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak sah perkawinan beda agama. Undang-undang perkawinan menyatakan perkawinan dilaksanakan menurut agamanya masing-masing. Perkawinan di luar negeri biasanya dilaksanakan bukan berdasarkan agama, tetapi wewenang sipil. Kini banyak orang Indonesia yang berbeda agamanya menikah di luar negeri. Buku Sri Wahyuni ini sangat aktual dan menarik untuk dikaji lebih mendalam.” —Dr. Martino Sardi, MA, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

... tidak berkehendak untuk mencatatkan perkawinannya yang beda agama,
yang kemudian berakhir dengan putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang
memenangkan gugatan Andi Vony, dan memerintahkan Kantor Catatan Sipil
agar melaksanakan pencatatan perkawinan mereka.95 Tulisan lain yang
memuat penelitian tentang perkawinan beda agama di Indonesia yaitu dari Mina
Elfira yang meneliti di daerah Minangkabau. Tulisan ini diberi judul Not Muslim,
Not Minangkabau: ...

Tindak-tindak pidana tertentu di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Jika orang tidak menganut suatu agama, ia dapat mengucapkan janji bahwa ia
tidak akan menerangkan yang sebetulnya dan tidak berlainan dengan yang
sebetulnya. Kekuatan atau ... Jadi sumpah itu dapat juga dituliskan sesudah
menyatakan pendapatnya atau keterangannya, yang menjadi isi acara itu.
Keterangan di Bawah ... Cara-caranya bersumpah imenurut peraturan agama
masing-masing, umpamanya seorang saksi dalam sidang pengadilan.
Keterangan dengan tulisan ...

Pemikiran teologi K.H. Ahmad Rifa'i dari Kalisalak, 1786-1870

laporan penelitian

Islamic thought of K.H. Ahmad Rifa'i, 1786-1870, an ulama from Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Province; research report.

Filsafat Hukum Akar Reliositas Hukum

Hukum bukan sekadar jalinan tulisan tanpa makna, tetapi ia menjadi hidup ketika digerakkan oleh manusia yang memiliki moral. Buku ini mencoba melihat gagasan moral sebagai jiwa hukum yang diperoleh dari kandungan kitab suci Al-Quran sebagai samudra ilmu pengetahuan. Moral religius yang ada dalam Al-Quran sudah mulai dijauhkan dari hukum, sehingga hukum hanya tampak bagai tubuh tanpa jiwa. Pendekatan hukum Islam acap kali juga sangat dogmatik dengan menyederhanakan persoalan hukum dengan semata berbicara halal dan haram tanpa melihat sisi lainnya, yaitu moral. Secara ontologi hukum, hendak dilihat esensi yang terdapat dalam Al-Quran mengenai hakikat hukum dan keadilan. Secara epistemologi dikaji berbagai metode peletakan moral hukum bagi manusia sejak dalam pembentukan keluarga hingga dalam hubungan berbangsa. Secara aksiologi pada ujung dari pemikiran ini akan dicapai tujuan dari pelaksanaan moral hukum.Ê ------- Penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

Dalam konteks hubungan manusia dan negara, Islam mencoba
mengetengahkan sebuah bentuk demokrasi Islam yang dikenal dengan bentuk
nomokrasi Islam. Hubungan atas kekuasaan sebagai bentuk kehendak manusia
dan terikat nilai ketuhanan sekaligus. C. MENJALANKAN KEKUASAAN
Menjalankan kekuasaan dalam tulisan ini dimaksudkan sebagai sebuah
pertanyaan mengenai bagaimana sebuah kekuasaan itu dijalankan sesuai
dengan kaidah-kaidah atau asas-asas ...

Hukum Kepailitan dan Keadilan Pancasila - Kajian Filsafat Hukum atas Kepailitan Badan Hukum Perseroan Terbatas di Indonesia

Di dalam buku ini banyak diulas mengenai konsepsi keadilan Pancasila sebagai norma tertinggi yang menjadi dasar hukum positif. Keadilan Pancasila pada akhirnya menjadi batu uji hukum kepailitan di Indonesia. Buku ini dapat menjadi “jangkar” dan sekaligus “kompas” untuk menentukan akan dibawa kearah mana nantinya hukum kepailitan negeri ini.

Di dalam buku ini banyak diulas mengenai konsepsi keadilan Pancasila sebagai norma tertinggi yang menjadi dasar hukum positif.

Mengurai Kesenyapan Bahasa Mistik: Dari Filsafat Analitik Ke Epistemologi Hudhuri

Buku ini mencoba mengkaji pandangan dua filsuf dari genre Filsafat Analitik: Ludwig Wittgenstein (1889-1951) dan Mehdi Hairi Yazdi (1923-1999), khususnya respons mereka terhadap keabsahan dan kebermaknaan bahasa mistik. Masalah pokok yang diketengahkan dalam buku ini yaitu: pertama, bagaimana posisi bahasa sebagai medium ekspresi filsafati terkait keabsahan bahasa mistik. Kedua, bagaimana system ofthought kedua filsuftersebut dalam kaitannya dengan problem keabsahan bahasa mistik. Ketiga, bagaimana implikasi dan konsekuensi pemikiran kedua filsuf tersebut dalam kancah pemikiran filsafat kontemporer, khususnya jika dikaitkan dengan fenomena New Age. Pembaca akan mendapati beberapa terra menarik seperti: aras konseptual bahasa mistik, bahasa dan pengalaman mistik, ke arah perumusan bahasa mistik, pengalaman mistik, fisika quantum, dan New Age. Dengan pemaparan tema tersebut buku ini akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa program S-1, S-2 maupun S-3 yang sedang mempelajari dan mendalami Filsafat Islam, Filsafat Ilmu, Filsafat Bahasa, dan Mistisisme Islam. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Buku ini mencoba mengkaji pandangan dua filsuf dari genre Filsafat Analitik: Ludwig Wittgenstein (1889-1951) dan Mehdi Hairi Yazdi (1923-1999), khususnya respons mereka terhadap keabsahan dan kebermaknaan bahasa mistik.

Logika Ilmu Mantiq

Edisi Revisi

Buku Ilmu Logika (Mantiq) ini merupakan mata kuliah S1 pada berbagai Prodi (Program Studi) di Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan di luar Jakarta juga pada Fakultas-fakultas Syariah pada IAIN dan STAIN di seluruh Indonesia, serta pada berbagai Perguruan Tinggi lainnya. Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia -Kencana-

Antara lain: sebagai Dosen Agama Islam pada Universitas Tarumanegara
Jakarta tahun 1985 s/d 1988, sebagai Dosen Agama Islam pada Akademi
Akuntansi sekarang telah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti Jakarta
mulai tahun 1981 s/d 2000. Di samping ikut juga dalam berbagai penulisan buku
yang diterbitkan oleh proyek-proyek Dirjen Binbaga Islam dengan berbagai
jabatan. Tentang karya ilmiah yang pernah ditulis antara lain: 1) “Ilmu Ushul Fiqh
”; 2) “Pengaruh ...

Ilmu Ushul Fiqih

1 & 2

Buku ini menghadirkan semua aspek ushul fiqih dalam bahasan komprehensif dan sistematis yang dinarasikan dengan gaya bahasa dan logika yang mudah dicerna oleh para pemula sekalipun. Berbagai contoh yang mengiringi uraian dalam buku ini merupakan daya tarik utama buku ini di dalam menjembatani antara konsep dan kaidah ushuli dengan aplikasi di dunia nyata. Ushul fiqih adalah sarana penting di dalam memahami dan bahkan menganalisis berbagai praktik hukum Islam, karena itu penguasaan ilmu ini merupakan syarat penting untuk meletakkan hukum Islam dalam posisi akal. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Ushul fiqih adalah sarana penting di dalam memahami dan bahkan menganalisis berbagai praktik hukum Islam, karena itu penguasaan ilmu ini merupakan syarat penting untuk meletakkan hukum Islam dalam posisi akal. *** Persembahan penerbit ...

Mathematical Approaches for Emerging and Reemerging Infectious Diseases: Models, Methods, and Theory

This IMA Volume in Mathematics and its Applications MATHEMATICAL APPROACHES FOR EMERGING AND REEMERGING INFECTIOUS DISEASES: MODELS, AND THEORY METHODS is based on the proceedings of a successful one week workshop. The pro ceedings of the two-day tutorial which preceded the workshop "Introduction to Epidemiology and Immunology" appears as IMA Volume 125: Math ematical Approaches for Emerging and Reemerging Infectious Diseases: An Introduction. The tutorial and the workshop are integral parts of the September 1998 to June 1999 IMA program on "MATHEMATICS IN BI OLOGY. " I would like to thank Carlos Castillo-Chavez (Director of the Math ematical and Theoretical Biology Institute and a member of the Depart ments of Biometrics, Statistics and Theoretical and Applied Mechanics, Cornell University), Sally M. Blower (Biomathematics, UCLA School of Medicine), Pauline van den Driessche (Mathematics and Statistics, Uni versity of Victoria), and Denise Kirschner (Microbiology and Immunology, University of Michigan Medical School) for their superb roles as organizers of the meetings and editors of the proceedings. Carlos Castillo-Chavez, es pecially, made a major contribution by spearheading the editing process. I am also grateful to Kenneth L. Cooke (Mathematics, Pomona College), for being one of the workshop organizers and to Abdul-Aziz Yakubu (Mathe matics, Howard University) for serving as co-editor of the proceedings. I thank Simon A. Levin (Ecology and Evolutionary Biology, Princeton Uni versity) for providing an introduction.