Dalam Prespektif Filsafat Ilmu, Etika Terapan dan Agama
1.1. Batasan Visi dan Misi Turunnya Al Qur’an Pemikiran pernyataan misi dewasa ini didasarkan pada pedoman yang dibuat mulai pertengahan 1970-an oleh Peter Drucker. Pertanyaan: ”apakah misi kita” sama dengan deklarasi atau pernyataan keyakinan tentang: ”Alasan Keberadaan” kita. Surat Al ‘Alaq 1-5 kita kenal sebagai ayat pertama deklarasi Kenabian Muhammad SAW. oleh Malaikat Jibril. Menurut riwayat, ayat ini turun tanggal 17 Ramadhan. Ayat tersebut, merupakan deklarasi keberadaan Al Qur’an, yaitu membawa petunjuk dan misi berikut: (1) Misi Ketuhanan: Aqidah, Tauhid, tidak menyekutukan Tuhan (ayat 1 dan 3); (2) Misi Kemanusiaan: Syari’ah, Keadilan (ayat 2); dan (3) Misi Keilmuan (ayat 4 dan 5). Untuk melaksanakan misi tersebut memerlukan sikap beriman, baik, benar dan sabar
Jika harus bekerja dengan dasar contoh (bukan populasi, bahasa statistik), maka
data harus dikumpulkan mengikuti ... atas dasar metode ilmiah, mengandung
dua peluang, yaitu: (a) Sebagian tersedia peluang salah, minimal 1% - 5%.
Islam tidak datang hanya dengan ajaran melulu melangit, tapi juga tata aturan dan ajaran yang membumi. Tidak hanya membahas tentang ketuhanan semata, tetapi juga menjelaskan bagaimana tata cara beribadah, berinteraksi dalam pergaulan sehari-hari, bersikap dalam pergaulan sesama manusia, bertransaksi ekonomi hingga hukum perdata dan pidana atas tindakan Semua itu terangkum dalam syariat Islam dengan fikih, tauhid dan akhlak sebagai cabangnya. --- PPIM UIN Jakarta Prenadamedia Group
Islam tidak datang hanya dengan ajaran melulu melangit, tapi juga tata aturan dan ajaran yang membumi. Tidak hanya membahas tentang ketuhanan semata, tetapi juga menjelaskan bagaimana tata cara beribadah, berinteraksi dalam pergaulan sehari-hari, bersikap dalam pergaulan sesama manusia, bertransaksi ekonomi hingga hukum perdata dan pidana atas tindakan Semua itu terangkum dalam syariat Islam dengan fikih, tauhid dan akhlak sebagai cabangnya. --- PPIM UIN Jakarta Prenadamedia Group
Islam tidak datang hanya dengan ajaran melulu melangit, tapi juga tata aturan dan ajaran yang membumi. Tidak hanya membahas tentang ketuhanan semata, tetapi juga menjelaskan bagaimana tata cara beribadah, berinteraksi dalam pergaulan sehari-hari, bersikap dalam pergaulan sesama manusia, bertransaksi ekonomi hingga hukum perdata dan pidana atas tindakan Semua itu terangkum dalam syariat Islam dengan fikih, tauhid dan akhlak sebagai cabangnya. --- PPIM UIN Jakarta Prenadamedia Group
Islam tidak datang hanya dengan ajaran melulu melangit, tapi juga tata aturan dan ajaran yang membumi. Tidak hanya membahas tentang ketuhanan semata, tetapi juga menjelaskan bagaimana tata cara beribadah, berinteraksi dalam pergaulan sehari-hari, bersikap dalam pergaulan sesama manusia, bertransaksi ekonomi hingga hukum perdata dan pidana atas tindakan Semua itu terangkum dalam syariat Islam dengan fikih, tauhid dan akhlak sebagai cabangnya. --- PPIM UIN Jakarta Prenadamedia Group