Panduan dasar bagi Anda yang ingin belajar tajwid secara lebih mendalam. Dilengkapi dengan beberapa gambar untuk mempermudah pelafalan huruf-huruf dalam ilmu tajwid.
Panduan dasar bagi Anda yang ingin belajar tajwid secara lebih mendalam. Dilengkapi dengan beberapa gambar untuk mempermudah pelafalan huruf-huruf dalam ilmu tajwid.
Merupakan lanjutan dari Papan Cerdas Tajwid; Cepat & Mudah Menguasai Cara Membaca Al-Qur`an. Diperuntukkan bagi usia SMP dengan contoh-contoh hokum tajwid yang sesuai dengan pengetahuan mereka. Hukum-hukum tajwidnya meliputi; hukum nun mati dan tanwin, hukum mim mati, ghunnah, qolqolah, idghom, dan mad. -QultumMedia-
Pembelajaran Al-Qur’an selalu menjadi fokus utama dan pertama dalam pendidikan agama Islam (PAI). Tuntutan ini mengharuskan penulis untuk mencari metode dan strategi pengajaran Al-Qur’an yang sempurna. Buku ini berisi penjelasan dari hasil penelitian yang berfokus pada bagaimana mensukseskan guru dan pebelajar secara nyata mencapai tujuan pembelajaran. Pada kasus guru, bagaimana mengarahkan siswa mereka untuk terlibat semaksimal mungkin meskipun pembelajaran dilakukan berpusat pada guru (teacher centered) dengan melakukan komunikasi secara efektif. Pada kasus siswa, buku ini akan lebih berfokus pada bagaimana motivasi belajar Al-Qur’an dan manajemen diri dapat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Pandangan terakhir, strategi pembelajaran Al Qur’an adalah subjek yang paling penting dalam buku ini. Strategi pembelajaran akan menjadi penentu utama bagaimana siswa dapat berproses dalam meningkatkan kemampuan belajar membaca Al-Qur’an. Sejumlah tinjauan dan survei telah dilakukan untuk menemukan formulasi pembelajaran yang sesuai dengan harapan. Pada buku ini, akan dipaparkan secara jelas mengenai bagaimana strategi pembelajaran berperan penting, dan mendemonstrasikan bagaimana mendesain strategi pembelajaran Al-Qur’an yang efektif berdasarkan hasil tinjauan dan riset. Strategi pembelajaran Tahsin-Tilawah berbasis Talqin-Taqlid adalah sebuah strategi yang coba untuk kami kenalkan kepada siswa, terutama untuk mereka yang telah menginjak remaja dan dewasa seperti di Universitas. Gender sebagai isu utama dalam pembelajaran Al-Qur’an juga akan dibahas secara khusus sebagai faktor yang mempengaruhi kesuksesan belajar Al-Qur’an. Ditambah lagi bahasan mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran Al-Qur’an menjadikan buku ini adalah ulasan mutakhir. Diharapkan buku ini menyediakan informasi untuk pembelajaran Al-Qur’an yang sesuai dengan perkembangan teknologi di era digital. Prinsip kami adalah membelajarkan Al-Qur’an dengan tetap berpegang pada prinsip kultural “dari hati ke hati”, namun mengikuti perkembangan zaman, khususnya penggunaan teknologi informasi tepat guna.
Buku ini merupakan sebuah penelitian yang cukup mendalam tentang kajian tafsir Nusantara, khususnya dari perspektif gender. Dengan mengambil fokus pada dua mufassir besar Nusantara yang mewakili generasinya masing-masing, yakni 'Abd ar-Rauf Singkel dan M. Quraish Shihab, buku ini sedikit banyak mampu menjawab keraguan berbagai kalangan bahwa sesungguhnya kajian tafsir Nusantara pantas disejajarkan dengan kajian tafsir di pusat peradaban Islam itu sendiri.
Kalau melacak dalam perkembangannya , peradaban Islam justru berdiri megah
dalam kekuasaan Abbasyiyah di Baghdad yaitu , tempatnya para ilmuwan , sufi ,
ahli tasawuf , imam mazhab dan pemikir - pemikir tentang politik , ekonomi ...
Mungkin saja karena Muhammadlah manusia yang paling baik , paling cerdas ,
tabah , berani , paling sehat jasmani dan rohaninya , sebab tugas kenabian dan
kerasulan itu adalah tugas paling sulit dan berat . Akhirnya seluruh keberhasilan
...
Suatu percakapan tidak selalu dimulai dari titik awal, yaitu pengenalan konsep dasar per definisi, tetapi bisa mulai dari posisi mana saja, tergantung pihak yang bertanya atau yang mendiskusikan suatu hal. Mungkin ini kekurangan karena orang yang akan membaca diharapkan memahami definisi dasar suatu konsep dari sumber-sumber Suatu Percakapan (Imajiner) Mengenai Dasar Paradigma lain. Sisi lain dari sebuah percakapan imajinerÑdengan diri sendiriÑ adalah tidak membawa-bawa orang lain untuk setuju atau tidak setuju. Yang penulis ingin kemukakan adalah bahwa dalam proses belajar teori kita harus memosisikan pikiran kita dalam cakrawala luas teori yang ada, menyadari dengan baik state of the art, dan memberikan apresiasi tinggi kepada semua teori, yang sudah ditinggalkan orang (karena politik ilmu pengetahuan) maupun yang masih laris manis karena promosi yang tepat dan sesuai dengan kondisinya. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)
Suatu percakapan tidak selalu dimulai dari titik awal, yaitu pengenalan konsep dasar per definisi, tetapi bisa mulai dari posisi mana saja, tergantung pihak yang bertanya atau yang mendiskusikan suatu hal.