Sebanyak 78 item atau buku ditemukan

Prosiding Kongres Pancasila IV

Srategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.

Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 ...

Titik tengkar pesantren

Resolusi konflik masyarakat pesantren

Conflict among the community of Islamic religious training centers in Indonesia.

Conflict among the community of Islamic religious training centers in Indonesia.

Sastera kebangsaan

isu dan cabaran : kumpulan esei jubli emas DBP

History and criticism of Malay literature; volume commemorating the 50th anniversary of Dewan Bahasa dan Pustaka.

... 58, 79 passim Jerman 4, 389, 465 JihatyAbadi 299,638 "Jika Begitu Akhirnya"
59 Jimadie Shah Othman 611 JisoRutan 457,458 /A/B/&4SVol.SVI 76
JMBRASNolYS 74 JMBRAS XVI 76 Joanes Uno 339 Johan Jaaffar xvi, 465, 471,
615, 867, ...

Perkembangan bahasa Melayu di Sarawak

History and development of Malay language in Sarawak.

Secara tidak langsung, bengkel ini menyediakan peserta-peserta untuk
menyertai Sayembara Deklamasi Puisi Bulan Kemerdekaan yang diperkenalkan
mulai ... Anak didik bengkel begini kemudian menyertai Pesta Teater atau
sekarang ...

Entrepreneurship

Kiat Melihat & Memberdayakan Potensi Bisnis

  • ISBN 13 : 9789792547870
  • Judul : Entrepreneurship
  • Sub Judul : Kiat Melihat & Memberdayakan Potensi Bisnis
  • Pengarang : Hamdani,  
  • Penerbit : Star Books
  • Klasifikasi : 338.04
  • Call Number : 338.04 HAM e
  • Bahasa : Indonesia
  • Tahun : 2010
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :
    2015-00572-5635-9
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-8
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-7
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-6
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-5
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-4
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-3
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-2
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-10
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2015-00572-5635-1
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Konsep asas kepenggunaan

Ekologi (Ecology) Ekologi boleh ditakrifkan sebagai ilmu yang menerangkan
hubungan antara makhluk yang hidup dengan lingkungannya serta sesamanya.
Istilah ekologi pertama kali digunakan pada tahun 1869 oleh seorang ahli biologi
Jerman, Ernest Haekal. Ekologi berasal daripada bahasa Yunani. Perkataan
ekologi merupakan gabungan dua perkataan oikos yang bermaksud rumah dan
logos yang bererti ilmu. Maka, ekologi adalah bidang ilmu yang mengkaji
makhluk ...

Pengorbanan Princess Asiza

Mengenal Asmaul Husna Lewat Dongeng

Putri Aziza bergegas menuju hutan utara. Ia harus menemukan anggrek ungu demi kesembuhan ratu. Saat kebingungan mencari arah, Putri Aziza bertemu pertapa tua. Apa yang akan terjadi? Apakah Putri Aziza berhasil membawa pulang anggrek ungu?

Putri Aziza bergegas menuju hutan utara.