Sebanyak 73 item atau buku ditemukan

Syariah Marketing

Peta pemasaran di Indonesia tampaknya menunjukkan tanda-tanda pergerakan dari pasar rasional ke pasar konsumer, bahkan ke pasar spiritual. Jika pada pasar rasional konsumer membeli barang atau jasa dengan pertimbangan rasional (misalnya, fungsi dan harga), pada pasar emosional dengan pertimbangan emosi (misalnya, cita rasa personal, prestise, cita-diri), maka pada pasar spiritual konsumer mulai mempertimbangkan nilai (baik-buruk, halal-haram). Inilah barangkali yang menjelaskan mengapa pasar syariah di Indonesia menunjukkan tanda-tanda ke arah perkembangan yang pesat, dengan profitabilitas tertinggi di dunia! Kendati demikian, perbankan syariah di Indonesia baru mencapai pangsa 1,3 persen dari total aset industri perbankan nasional. Padahal, dengan penduduk Muslim di Indonesia sekitar 200 juta, pasar syariah masih sangat terbuka. Lalu, bagaimana memperbesar pangsa pasar yang ada? Konsep syariah marketing kami tawarkan sebagai sebuah solusinya, terdiri dari strategi, taktik, dan value. Syariah marketing strategy dirancang untuk memenangkan mind-share, syariah marketing tactic didesain untuk memenangkan market-share, dan syariah marketing value direkayasa untuk memenangkan heart-share. Dengan landasan konsep yang kuat dan disertai berbagai contoh kasus nyata, buku ini menunjukkan kepada Anda bagaimana menerapkan solusi syariah marketing untuk memenangkan pasar perbankan, asuransi, dan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya di Indonesia. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

Lalu, bagaimana memperbesar pangsa pasar yang ada? Konsep syariah marketing kami tawarkan sebagai sebuah solusinya, terdiri dari strategi, taktik, dan value.

Boosting Field Marketing Performance

Menggunakan Teknik Penjualan Customer Relationship Management, dan Servis untuk Mendongkrak Laba

Pertempuran marketing yang sesungguhnya adalah di field. Siapa yang menang di field, maka dialah yang akan sukses. Strategi secanggih apa pun tidak akan berguna jika eksekusi di lapangannya amburadul. Oleh karena itu, posisi field marketing sangat penting. Apalagi pascareformasi lanskap bisnis Indonesia telah berubah total di mana semangat lokal semakin mengemuka karena otonomi daerah. Strategi marketing yang dahulunya dibuat seragam dan massal secara nasioanl sekarang ini terpaksa dibuat beragam agar sesuai dengan budaya dan nilai lokal. Oleh karena itu, ide dari bawah sangat berharga dalam suasana seperti ini. Di sinilah peran penting seorang field marketer. Field marketer sekarang ini dituntu paham strategi selain mahir eksekusi. [Mizan, Pustaka, Bisnis, Referensi]

  • ISBN 13 : 9789792567731
  • ISBN 10 : 9792567739
  • Judul : Boosting Field Marketing Performance
  • Sub Judul : Menggunakan Teknik Penjualan Customer Relationship Management, dan Servis untuk Mendongkrak Laba
  • Pengarang : Hermawan Kartajaya,  
  • Kategori : MANAGEMENT
  • Penerbit : Mizan Pustaka
  • Klasifikasi : 658.8
  • Call Number : 658.8 HER b
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : 190 hlm ,; 21cm
  • Tahun : 2006
  • Halaman : 193
  • Halaman : 193
  • Google Book : http://books.google.co.id/books?id=DCsHDVARVdYC&dq=inauthor:hermawan+kartajaya&hl=&source=gbs_api
  • Ketersediaan :
    2018-37391-0015
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0014
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0013
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0012
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0011
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-37391-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Pertempuran marketing yang sesungguhnya adalah di field.

Boosting Loyalty Marketing Performance

Menggunakan Teknik Penjualan Customer Relationship Management, dan Servis untuk Mendongkrak Laba

Tahukah Anda, sekarang masanya Loyalitas Pelanggan Era Kelima! • Era Pertama, Customer Satisfaction: loyalitas pelanggan dipahami sama dengan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). • Era Kedua, Customer Retention: loyalitas pelanggan dipahami sebagai retensi pelanggan (customer retention). Tidak penting lagi apakah pelanggan puas atau tidak, yang penting dia tetap bersama kita dan semakin banyak membeli produk kita (customer retention dan customer wallet-share). • Era Ketiga, Customer Migration: mempertahankan pelanggan yang telah ada jauh lebih menguntungkan daripada membiarkannya hilang kemudian mencari pelanggan baru sebagai gantinya. • Era Keempat, Customer Enthusiasm: loyalitas pelanggan dipahami sebagai bentuk koneksi emosi antara pelanggan dan produk, tidak ada hubungannya dengan tingkat pembelian. • Era Kelima, Customer Spiritualism: loyalitas pelanggan yang paling dalam terjadi jika pemasar bisa menciptakan ikatan spiritual antara produk dengan karakter pelanggan, sehingga produk menjadi bagian jati diri pelanggan (what I am), bukan sekadar simbol status sosial semata (what I feel). Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya menjelaskan dengan sederhana esensi pemikiran loyalitas pelanggan dari konsep yang paling klasik hingga yang paling kontemporer. Alat analisis dan contoh-contoh kasus Citibank Indonesia, Garuda Indonesia, dan RBC Financial Group dari Kanada akan memperjelas bahasa taktisnya. Buku ini cocok dibaca para eksekutif di bidang customer service, customer relationship management, dan product support di segala jenis industri, serta siapa saja yang tertarik tema servis dan loyalitas pelanggan. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya menjelaskan dengan sederhana esensi pemikiran loyalitas pelanggan dari konsep yang paling klasik hingga yang paling kontemporer.

Hermawan Kartajaya on Positioning

Selama ini, positioning dikenal sebagai strategi untuk menguasai pikiran konsumen dengan penawaran perusahaan kita. Saya mendefinisikan positioning sebagai strategi untuk mengarahkan para pelanggan. Positioning adalah upaya membangun kesan di benak konsumen bahwa perusahaan kita layak dipercaya dan kompeten. Seri 9 Elemen Marketing: 1. Brand 2. Differentiation 3. Positioning 4. Segmentation 5. Targeting 6. Marketing Mix 7. Selling 8. Service 9. Process Hermawan Kartajaya adalah pendiri dan Presiden MarkPlus&Co, serta Presiden World Marketing Association (WMA). Buku-buku hasil karyanya, antara lain adalah Repositioning Asia: From Buble to Sustainable Economy (John Wiley & Son, 2000), Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia (Prentice hall, 2002) - keduanya ditulis bersama Prof. Philip Kotler - Hermawan Kartajaya on Marketing (Gramedia Pustaka utama, 2003), dan Marketing in Venus (Gramedia Pustaka Utama, 2003). Pada 2003, Hermawan terpilih sebagai salah satu dari "50 guru who have shaped the future of marketing" oleh CIM-UK. Dua wakil yang terpilih dari Asia adalah beliau dan Keniichi Ohmac. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

W' ermawan Kartajaya adalah pendiri dan Presiden J -} MarkPlus&Co, dan
Presiden World Marketing / / Association (WMA). Hermawan adalah pembicara
seminar serta penulis kolom dan buku yang produktif. Buku-buku hasil karyanya,
 ...

Hermawan Kartajaya on Marketing Mix

Marketing mix adalah sebuah taktik dalam mengintegrasikan unsur penawaran, logistik, dan cara mempromosikan produk atau jasa Anda. Tidak hanya perlu melakukan penawaran yang menarik, Anda juga harus memikirkan taktik yang tepat dalam mendistribusikan dan mempromosikannya. Dalam success story, Frestea, keluaran Coca-Cola, mampu bersaing melawan Sosro dalam produk teh kemasan yang terlebih dulu merajai pasar; show business seperti Indonesian Idol dan AFI mampu mengungguli reality show yang saat itu sedang marak-maraknya. Dalam cerita sebaliknya, rokok mild keluaran Gudang Garam, Signature, disambut lesu di pasaran meskipun disokong oleh promosi yang terbilang besar; pembalut wanita Softex, yang awalnya tampil sebagai pemimpin tunggal di pasar, akhirnya dibalap oleh merek-merek terbaru semacam Charm Body Fit, Laurier, dan Kotex. Kenapa suatu produk bisa sukses di pasar sementara yang lainnya tidak, meskipun sebelumnya telah menguasai pasar atau melakukan promosi besar-besaran? Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Marketing Icon of Indonesia, menguraikan secara gamblang dan sederhana "acap kali tak terduga" persoalan-persoalan pemasaran dalam sebuah tema yang terangkum dalam On Marketing Mix. Sebuah buku yang bakal mengubah pemahaman konvensional Anda tentang pemasaran. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

Hermawan Kartajaya. lain: Creating Land of Golden Opportunity: 30 Tahun
Perjalanan Summarecon dari Rawa-Rawa Menjadi Kota Penuh Warna (
MarkPlus&Co, 2005); Creating and ManagingA Breakthrough Product:
Perjalanan 15 Tahun ...

Hermawan Kartajaya on Targeting

Targeting, secara sederhana, adalah proses menentukan pasar yang tepat bagi produk Anda. Tidak hanya itu, targeting merupakan strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, yang harus dilakukan untuk mempermudah proses penyesuaiannya ke dalam segmen-segmen pasar yang telah Anda pilih. Contoh targeting yang sukses adalah Sampoerna A Mild. Pada mulanya, rokok “nanggung” yang bukan tradisi Nusantara itu disambut sunyi. Tapi, Sampoerna tahu, jumlah pengisap rokok yang mulai sadar kesehatan terus bertambah. Sehingga, A Mild, yang mengaku sebagai rokok berkadar nikotin dan tar rendah, membidik mereka secara elegan dan konsisten. Alhasil, A Mild menjadi raja baru yang mengundang banyak cemburu. Demikian pula Extra Joss, yang jitu memilih Chrisjon sebagai bintang iklan. Lima kali mempertahankan gelar juara tinju WBA, citra jagoannya sangat pas bagi target yang disasarnya: orang-orang yang mendamba ketangguhan dan kemenangan. Dengan ketajaman inteligensia dan kekuatan data lapangan, Hermawan Kartajaya, Asia's leading marketing strategist, mengupas secara lugas bagaimana cara membaca dan membidik sasaran bagi produk yang hendak Anda tawarkan. Sebuah bacaan wajib bagi para pelaku bisnis mana pun. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis, Indonesia]

Hermawan Kartajaya. tara lain: Creating Land of Golden Opportunity: 30 Tahun
Perjalanan Summarecon dari Rawa-Rawa Menjadi Kota Penuh Warna (
MarkPlus&Co, 2005); Creating and Managing A Breakthrough Product:
Perjalanan 15 ...

Hermawan Kartajaya on Selling

Selling bukan sekadar masalah berjualan. Lebih dari itu, selling adalah cara menjalin relasi dengan pelanggan. Relasi ini tidak terbentuk begitu saja, tetapi dapat dibangun dengan beberapa langkah sistematis. Tahap pertama, tingkatkan awareness pelanggan terhadap merek Anda. Misalnya, dengan iklan yang mudah dikenang (“Ingat Beras, Ingat Cosmos!”). Kedua, jadikan merek Anda sebagai identitas bagi pelanggan. Contohnya, mobil Jaguar dicitrakan sebagai identitas kesuksesan. Ketiga, usahakan pelanggan Anda memiliki relationship jangka panjang dengan merek Anda. Misalnya, dengan membuat keunikan dan sofistikasi produk yang sulit ditiru atau ditandingi. Keempat, buatlah pelanggan menjadi bagian dari komunitas merek Anda, seperti yang ditunjukkan oleh Harley Davidson Club. Jika itu semua terjadi, pelanggan dengan sendirinya akan menjadi juru bicara dan pembela produk Anda, seperti yang ditunjukkan oleh pencinta Dji Sam Soe atau Zippo. Hermawan Kartajaya, ikon marketing Indonesia, memberikan analisis dan visinya tentang bagaimana melakukan selling di era hiperkompetitif dewasa ini. Buku ini wajib dibaca oleh para marketer, manajer, dan para pelaku bisnis mana pun. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

Hermawan Kartajaya, ikon marketing Indonesia, memberikan analisis dan visinya tentang bagaimana melakukan selling di era hiperkompetitif dewasa ini.

Hermawan Kartajaya on Process

Proses, di dunia bisnis, merupakan salah satu elemen pemasaran terpenting. Kualitas (quality), biaya (cost), dan pengiriman produk (delivery) sangat ditentukan oleh proses, dari produksi hingga distribusi, secara efisien dan efektif. Dalam hal quality, Starbucks Coffee adalah contoh perusahaan gerai kopi dunia yang berhasil meracik dan menyuguhkan cita rasa kopi yang terlezat kepada pelanggannya. Dalam hal cost, AirAsia mampu mengurangi biaya operasional, sehingga harga tiket bisa ditekan. Dan, Amazon.com serta FedEx adalah dua perusahaan yang memiliki keunggulan sangat menonjol dalam hal delivery. Di balik semua itu, kata kunci untuk memenangi persaingan adalah inovasi, yang didukung oleh informasi, pengetahuan, dan pengalaman. Membangun diferensiasi produk atau memberikan kesan yang mendalam kepada pelanggan, tidak bisa tidak, tentu membutuhkan ide-ide yang inovatif. Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Asia’s leading marketing strategist, kembali menyajikan visi-visi segarnya tentang cara efektif menangani proses dalam perusahaan Anda. Sebuah bacaan wajib bagi para manajer, marketer, dan pelaku bisnis mana pun. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Asia’s leading marketing strategist, kembali menyajikan visi-visi segarnya tentang cara efektif menangani proses dalam perusahaan Anda.

Hermawan Kartajaya on Segmentation

Pasar adalah zona yang misterius. Mungkin Anda tak pernah menyangka bahwa buku Harry Potter, yang sangat digandrungi anak-anak, awalnya dirancang untuk pasar dewasa. Juga Marlboro, yang saat ini dikenal sebagai rokoknya lelaki macho, ternyata awalnya ditujukan untuk pasar wanita. Beruntung jika produk Anda nyawas ke segmen yang menjanjikan. Bagaimana jika nyasar ke segmen yang tidak potensial? Untuk mengetahui pasar secara jelas, Anda perlu melakukan segmentasi. Secara sederhana, segmentasi adalah proses memanfaatkan peluang dengan membagi-bagi pasar menjadi beberapa segman. Pasar dipetakan berdasarkan karakteristik yang Anda tentukan, sehingga perusahaan Anda bisa melihat lebih jelas pasar mana yang akan dimasuki. Segmentasi adalah sebuah seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di pasar dengan melihat pasar secara kreatif. Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Marketing Icon of Indonesia, menguraikan pandangan-pandangan visionernya, disertai contoh-contoh empiris, tentang apa itu segmentasi dan bagaimana mensegmentasi pasar bagi produk yang hendak Anda tawarkan. Sebuah bacaan wajib bagi setiap orang yang berurusan dengan jual-menjual. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

Dalam buku ini, Hermawan Kartajaya, Marketing Icon of Indonesia, menguraikan pandangan-pandangan visionernya, disertai contoh-contoh empiris, tentang apa itu segmentasi dan bagaimana mensegmentasi pasar bagi produk yang hendak Anda tawarkan ...

Hermawan Kartajaya on Differentiation

Diferensiasi telah dikenal sebagai tindakan merancang seperangkat perbedaan yang berarti dalam penawaran perusahaan. Lebih lanjut, saya mendefinisikan diferensiasi sebagai menyatukan konten, konteks, dan infrastruktur penawaran kita kepada para konsumen. Produk yang berbeda adalah taktik utama bagi perusahaan untuk mendukung positioning-nya. jika positioning tidak didukung oleh diferensiasi, perusahaan akan hanya mengumbar janji dan tak bisa memuaskan konsumen, yang pada gilirannya akan merusak brand dan reputasi perusahaan. Seri 9 Elemen Marketing: 1. Brand 2. Differentiation 3. Positioning 4. Segmentation 5. Targeting 6. Marketing Mix 7. Selling 8. Service 9. Process Hermawan Kartajaya adalah pendiri dan Presiden MarkPlus&Co, serta Presiden World Marketing Association (WMA). Buku-buku hasil karyanya, antara lain adalah Repositioning Asia: From Buble to Sustainable Economy (John Wiley & Son, 2000), Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia (Prentice hall, 2002) - keduanya ditulis bersama Prof. Philip Kotler - Hermawan Kartajaya on Marketing (Gramedia Pustaka utama, 2003), dan Marketing in Venus (Gramedia Pustaka Utama, 2003). Pada 2003, Hermawan terpilih sebagai salah satu dari "50 guru who have shaped the future of marketing" oleh CIM-UK. Dua wakil yang terpilih dari Asia adalah beliau dan Keniichi Ohmac. [Mizan, Pustaka, Referensi, Bisnis]

Brand 2. Differentiation 3. Positioning 4. Segmentation 5. Targeting 6. Marketing Mix 7. Selling 8. Service 9. Process Hermawan Kartajaya adalah pendiri dan Presiden MarkPlus&Co, serta Presiden World Marketing Association (WMA).