Sebanyak 2047 item atau buku ditemukan

Methodology and Issues Within Tafsir Al-Qur'an Al-Karim by Abdul Halim Hasan Et Al

An Analytical Study

Tafsir al-Quran al-Karim is a Qur'anic commentary written in the Malay language by three Sumatran Malay exegetes namely Abdul Halim Hasan, Zainal Arifin Abbas and Abdul Rahim Haitami. Produced at the beginning of the twentieth century, the tafsir is excessively influenced by Muhammad Abduh in al-Manar and Tantawi Jawhari in al-Jawahir. This study highlights the figures responsible for this work, and their methodological approach in Tafsir al-Quran al-Karim. Focus is also made towards discussion of issues highlighted in the tafsir. The study relies on historical analysis as well as content and comparative analyses resulting in several research findings. The results show that the exegetes were competent individuals for an exegetical work due to their capability in handling Arabic sources and structuring a well-organized discussion of the issues. The study also shows that the methods used by the exegetes in giving service to the tafsir of the Qur'an did not contradict with other prominent books of tafsir. Discussion of issues is also proven to be in line with the notion of the prominent Muslim scholars as well as experts of the area. Another finding of the study indicates that the tafsir is a 'permissible reasoning tafsir' (tafsir bi al-ra'yi al-mahmud) where combination of narrative and reasoning interpretations is apparent in the writing of the commentary. Although the consideration of the contextual circumstances is somehow lacking, the tafsir managed to address the needs of the Malay Muslims in providing ample knowledge for a pure Islamic life.

This study highlights the figures responsible for this work, and their methodological approach in Tafsir al-Quran al-Karim. Focus is also made towards discussion of issues highlighted in the tafsir.

Kemuliaan Perempuan dalam Islam

Buku ini merupakan panduan singkat dan praktis bagi siapa pun yang ingin memahami ajaran Islam terkait posisi dan kedudukan perempuan. Sangat mudah dipahami karena ditulis dengan bahasa yang lugas dan sederhana disertai dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis. Islam datang untuk membebaskan perempuan dari stigma jahiliah yang memandang perempuan sebagai makhluk rendah, hina, dan kotor. Islam memproklamirkan, perempuan adalah makhluk mulia yang memiliki harkat dan martabat. Islam menegaskan, semua manusia (perempuan dan laki-laki) diciptakan dari unsur yang satu (nafs wahidah). Islam sangat tegas menempatkan perempuan sebagai mitra sejajar laki-laki. Keduanya diciptakan untuk menjadi khalifah fi l ardh, pemimpin untuk mengelola kehidupan di bumi. Keduanya diharapkan menjadi manusia yang bertakwa dengan beban tugas yang sama, yakni: amar makruf nahi mungkar, melakukan upaya-upaya transformasi dan humanisasi demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, damai, bahagia dalam rida Allah Swt., (baldatun thayyibah wa rabbun ghafur). Karena itu, Islam menolak semua bentuk ketimpangan dan ketidakadilan, terutama dalam relasi gender. Islam juga menolak semua bentuk budaya jahiliah, patriarkal, dan feodal, serta semua sistem tiranik, despotik dan totaliter. Islam sangat vokal mendorong manusia untuk mengeliminasi semua bentuk diskriminasi, eksploitasi dan kekerasan terhadap perempuan. Islam mengajak semua manusia menegakkan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Islam datang untuk membebaskan perempuan dari stigma jahiliah yang memandang perempuan sebagai makhluk rendah, hina, dan kotor. Islam memproklamirkan, perempuan adalah makhluk mulia yang memiliki harkat dan martabat.

Pemberdayaan Heptagon Akses Rumah Tangga Masyarakat Miskin

Penguatan Ekonomi Rumah Tangga untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan

Aset SDM dan Akses Pendidikan. Pendidikan nelayan sangat terbatas, umumnya sebatas lulus sekolah dasar. Pendidikan masyarakat miskin selanjutnya masih banyak menghadapi kendala. Desa pesisir tertentu, bahkan belum tersedia pendidikan Tingkat Menengah untuk memenuhi wajib belajar sembilan tahun. Hanya keluarga nelayan yang sedikit mampu ekonominya bisa melanjutkan belajar ke tingkat menengah di desa lain di kota Kecamatan. Sementara itu kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kecakapan keluarga nelayan masih sangat terbatas. Menurut Ibu-Ibu nelayan pelatihan untuk mengembangkan usaha berbasis pada bahan baku ikan menghadapi kendala semakin terbatasnya bahan baku dan keterampilan bersaing di pasar ikan olahan. Ikan olahan produk nelayan kalah bersaing karena mutu dan kemas yang tidak menarik. Ibu-Ibu nelayan berharap pemerintah melakukan penguatan kemitraan/akses pemasaran produk olahan ikan yang bermutu, berdaya saing dan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, dalam melakukan kegiatan mengorganisasi, pengorganisasi
harus berusaha meminimalkan berbagai persoalan tersebut, sehingga proses
kerja organisasi tidak terhambat dan meraih kemajuan. Penguatan
pengorganisasi yang tangguh dan mandiri mengacu pada kaidah standar,
sebagai prasyarat terbentuknya sistem sosial-politik kemasyarakatan modern
menuju pembentukan masyarakat yang madani, yaitu menjunjung tinggi etika
moral dan nilai dasar ...

DEMOKRASI DI MALAYSIA

On history of political science on democracy and leadership in Malaysia.

Kebebasan adalah elemen terpenting dalam menegakkan demokrasi. Antara
aspek utama dalam pentadbiran kerajaan demokrasi ialah jaminan hak-hak
asasi manusia. Antara hak asasi yang kerap diperkatakan termasuk hak kanak-
kanak, hak wanita, hak orang kurang upaya, dan lain-lain. Bagi tujuan penulisan
ini, fokus akan diberikan dalam mengupas isu hak asasi wanita dalam demokrasi
di Malaysia. Secara amnya, kaum wanita di Malaysia mendapat hak yang
mereka ...

99 Kisah Hebat Penuh Hikmah & Teladan

Berisi 99 kisah hebat yang penuh hikmah dan teladan untuk anak-anak. Dirangkum singkat sehingga anak tidak cepat jenuh saat membaca kisah-kisahnya. Pesan singkat dari setiap kisah akan menanamkan pesan moral yang singkat dan mudah diingat oleh anak-anak. Dilengkapi dengan pengetahuan umum yang menjelaskan tema utama yang diangkat dalam setiap kisahnya. Gambar berwarna yang akan menarik minat anak-anak untuk terus membaca kisah-kisah selanjutnya. -Kawan Kita-

Selama di sana mereka berdua terus menerus shalat dan beribadah pada Allah
Swt. Siang harinya mereka berpuasa. Suatu hari, Nabi Isa turun ke bawah untuk
mencari makanan untuk berbuka puasa. Ia meninggalkan ibunya yang sedang
shalat. Pada saat itulah Maryam meninggal. Betapa sedihnya Nabi Isa
mengetahui ibunya telah tiada. Kemudian Allah Swt. menghibur Nabi Isa dengan
menurunkan Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, dan para bidadari dari surga.
Mereka juga ...

Jiwa-Jiwa Memberontak - Kompilasi Kahlil Gibran

Kumpulan karya terbaik penyair besar Kahlil Gibran. Karya Gibran kali ini diterjemahkan oleh Ibu Nin Bakdisomanto, dan diberi kata pengantar oleh Prof. Bakdi Soemanto, seorang guru besar di bidang sastra dan budaya, di UGM Yogyakarta

Kumpulan karya terbaik penyair besar Kahlil Gibran. Karya Gibran kali ini diterjemahkan oleh Ibu Nin Bakdisomanto, dan diberi kata pengantar oleh Prof. Bakdi Soemanto, seorang guru besar di bidang sastra dan budaya, di UGM Yogyakarta

Filsafat Ilmu

Menarik garis pemisah antara ranah ilmu dan wilayah di luarnya adalah tidak selalu sederhana. Dipandang secara historikal adalah tidak mungkin untuk menyebut angka tahun yang di dalamnya ilmu-ilmu mulai timbul. Matematika yang sudah maju sudah ada pada orang-orang Cina, ratusan tahun sebelum Matematika ditemukan orang-orang Babilonia dan, kemudian, pada orang-orang Yunani. Kurang lebih dua ribu tahun yang lalu keahlian medika sudah dikuliahkan dalam sekolah-sekolah di kuil-kuil Budha di Thailand; Mesir sudah mempunyai sebuah Sekolah Tinggi Hukum (Islam) yang sudah sangat tua, yang sudah ada jauh sebelum fakultas-fakultas hukum dari universitas tertua di Eropa, di Bologna, didirikan; kultur India Kuno mempunyai berbagai bentuk pengembanan Ilmu Praktikal. Namun betapa pun ilmu menjadi penting sekali dalam peradaban Eropa, namun tetap saja, secara historikal, sulit untuk menetapkan atau menarik garis perbatasan. Thales dari Miletus (6 abad sebelum Masehi) adalah seorang matematici dan filsuf dan antara lain mempunyai lebih banyak pengetahuan tentang Geologi, tetapi dengan banyak gambaran pikiran mitikal (mitos, mitologik, mythische denkbeelden) – tentang dewa-dewa dalam alam semesta, kekuatan jiwa dalam batu magnit – ia adalah tetap seorang tokoh dari dua dunia.

Menarik garis pemisah antara ranah ilmu dan wilayah di luarnya adalah tidak selalu sederhana.