Sebanyak 1841 item atau buku ditemukan

Pesan Indah dari Makkah & Madinah

?Hafshah! Makanan apa yang biasa disantap Rasulullah Saw.?? tanya ?Umar bin Khaththab begitu mendengar usulan para sahabatnya untuk menaikkan gajinya sebagai khalifah. Hafshah menjawab, ?Roti tawar kering dan keras, Ayah. Untuk memakannya harus dicelupkan dulu ke dalam air minum.? ?Hafshah! Pakaian paling bagus apa yang beliau kenakan?? tanya ?Umar lagi. ?Selembar jubah berwarna kemerahan karena sudah luntur. Itu yang beliau andalkan untuk menerima tamu-tamu kehormatan,? jawab sang putri. ?Apakah beliau pernah tidur di atas tilam yang empuk?? tanya ?Umar lebih lanjut. ?Tidak, Ayah,? jawab sang putri yang tak kuasa menahan air matanya. ?Rasul Saw. hanya beralaskan selembar selimut tua. Di musim panas, selimut itu dilipatnya menjadi empat lapis agar agak tebal sebagai alas. Dan di musim dingin, selimut itu dilipat dua agar cukup lebar untuk menutupi seluruh badannya.? *** Pada zaman krisis moral dewasa ini, orang tentu saja perlu mengetahui norma dan hukum. Tetapi, mengetahui aturan saja tidaklah cukup. Yang lebih penting daripada itu, orang membutuhkan teladan-teladan yang bisa mereka tiru. Di antara teladan-teladan itu, empat khalifah bijak (khulafƒ? rƒsyid–n) ditampilkan kembali di buku ini agar menjadi cermin bagi kaum Muslim. Dengan bahasa yang indah dan menawan, buku ini menghadirkan teladan-teladan cemerlang tentang cinta, persahabatan, kemuliaan, kepemimpinan, kebijaksanaan, dan jalan menuju surga. Betapa indah jika kisah-kisah teladan ini kita simak, renungkan, dan praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. [Mizan, Mizania, Novel, Indonesia]

Al-Madînah Al-Munawwarah, 200 makanan haram, tatkala termakan, 257-259
Makkah, 41 gunung yang mengitari —, 41 ... 41 sebutan Kota — dalam AlQuran,
41, 256 Maria Al-Qibthiyyah, 148 Marwan bin Al-Hakam, 191 Masjidil Haram,
224, ...

Shalat Pesan Terakhir Rasulullah

Mengenang Pesan Rasulullah Menjelang Wafatnya

Bayangkanlah bila Anda menghadiri kematian seseorang. Lalu di ujung hayatnya, ia melafalkan sebuah pesan. Semua orang pasti akan diam menyimak. Karena mereka yakin, pesan terakhir itu memiliki makna yang dalam. Bahkan sangat “suci” dan harus dilaksanakan. Begitulah kita memaknai pesan menjelang kematian seseorang. Lalu bagaimana jika seseorang itu adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam? Buku ini mengungkap bahwa Shalat adalah salah satu pesan akhir Rasulullah menjelang kematiannya. Dan tentu saja ia begitu bermakna. Namun sayang, wasiat itu sering terlalaikan oleh kita. Maka buku ini mengajak kita untuk mengenangnya lebih dari sekedar sebuah kenangan. Sebuah buku islami dari Mirqat Publishing (Mirqat Group)

... keluar –ke masjiddalam keadaan tidak mengenakan wangi-wangian dan tidak
berhias”. (HR. Abu Dawud 565, ad-Darimi 1279). 3. Bahkan Nabi Shallallahu
Alaihi wa Sallam secara khusus membuat pintu untuk dilewati oleh perempuan
di Masjid, Ibnu Umar Radhiyallahuanhu berkata,“Berkata Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam, “Mengapa tidak kita biarkan pintu ini untuk para perempuan”.
An-Nafi' berkata, “Sejak itu Ibnu Shalat Pesan Terakhir Rasulullah 67.

100 Pesan Nabi Untuk Wanita Salihah

Wanita shalihah adalah dambaan Tuhan sekaligus pujaan hati pria pilihan. Wajahnya memancarkan cahaya kebajikan, akhlaknya menyejukkan hati semua orang, dan sifat-sifatnya mengangumkan para malaikat di atas awan. Jika telah menikah, ia akan melayani suaminya dengan penuh perhatian, cinta, dan kasih sayang. Hatinya begitu suci dari mengkhianati sang suami. Jika memiliki anak, ia akan merawat dan mengasuhnya dengan kasih sejati serta mendidiknya dengan akhlak mulia. Itulah sebaik-baik perbendaharaan dunia! Bagaimanapun, budaya modern yang glamour dan hedonis acap kali menjebak kaum wanita pada sikap mementingkan diri sendiri dan abai terhadap tugas-tugas dan kewajibannya yang mulia. Mereka pun kehilangan arah untuk meniti jalan hidup rabbani yang diridhai Allah. Di sinilah mereka butuh semacam pegangan, penuntun, dan nasihat bijak yang mampu menggerakkan mereka untuk mewujudkan amalan-amalan teladan. Buku ini mengajak kaum wanita untuk selalu memperindah akhlaknya melalui amalan-amalan teladan tersebut. Selamat membaca! [Mizan, Mizania, Referensi, Agama]

Fathimah berkata, "Demi Allah, aku juga telah menumbuk gandum sehingga
kedua tanganku melepuh." Lalu, Fathimah menemui Rasulullah Saw. Melihat
kedatangan putrinya, beliau bertanya, "Ada apa gerangan, Putriku?" Fathimah
menjawab, "Aku datang untuk memberikan penghormatan kepada Ayah."
Fathimah merasa malu untuk meminta sesuatu kepada Nabi Saw. sehingga ia
pun pulang dengan tangan hampa. Akhirnya, mereka berdua ('Ali dan Fathimah)
menemui Nabi ...

Pendeta Mangaradja Hezekiel Manullang, gelar Tuan Manullang

pahlawan perintis kemerdekaan bangsa Indonesia & pelopor semangat kemandirian gereja di tanah Batak, 1887-1979

Biography of Mangaraja Mangihut Hezekiel Manullang, a church minister of Huria Kristen Indonesia.

Dalam pada itu, banyak penulis atau pemberita yang berpendapat bahwa Raja
Sisingamangaraja pada setiap generasinya (dari yang ke-I sampai ke-XII)
berfungsi sebagai “pendeta-raja” (fungsi imamat), selain dari fungsi “koordinator”
raja-raja bius yang dihormati atau dituakan oleh kelompoknya, yang pada
mulanya, konon, hanyalah untuk rumpun dari marganya sendiri, Isumbaon moitie
yang umumnya disebut Sumba saja. Pendapat seperti itu misalnya dengan
gamblang ...

25 Cerpen Best Remaja

Dalam sayu yang menghiris-hiris hati, bagai terkenang kembali sebahagian bait-
bait puisi Hilmi Rindu yang dicatat Sakinah di halaman buku rujukan Sejarah
Dunianya, lama dulu. semuanya bakal pulang dengan beban yang sarat di bahu
walau ... Dan Ilahi. "Im datang nanti ya." Gugus-gugus kenangan relai disapa
suara Sakinah. "Insya-Allah." Memang dia teringin benar bertemu Mak Cik Hajar
dan Abang Helmi. "Imran jangan nakal sangat. Helmi tu tak suka Kinah kawan
133 ...

Kewenangan peradilan agama setelah perubahan Undang-Undang Peradilan Agama

Role and task of Islamic court after the amendment of Indonesian law on Islamic court.

Role and task of Islamic court after the amendment of Indonesian law on Islamic court.

Enshrining, Adapting and Contesting the Latin Apology of Al-Kindi

Readers' Interactions with an Authoritative Polemic Against Islam

In this study, I have examined the use of the Latin translation of the Arabic Apology of al-Kindi, regarded as the most influential source of information about Islam for Latin readers in the Middle Ages, by some of its readers from the twelfth to the fifteenth centuries. My work is divided into three parts, beginning with an analysis of the writings of the man who commissioned the translation, Peter the Venerable, and Peter of Poitiers, the secretary of the first Peter and a member of the translation team. I argue that, for Peter the Venerable, the Latin translation of the Apology was the most important of all the Arabic-to-Latin translations that he sponsored and that it represented the first step in a project that he hoped would culminate in the conversion of Muslims. Second, I discuss the adaptation of the Apology by Matthew Paris and Vincent of Beauvais, two historians who used it to create narratives of early Islam, an area in which other Latin texts failed them. The final section of the thesis is devoted to the annotators who clarified the many words and references in the text likely to confuse uninitiated readers and who conveyed their own thoughts on the text's author and his arguments. I found that these reader-writers were deeply invested in representing Islam accurately, a characterization not often associated with medieval Christian scholars' relationships to the non-Christian religions that they studied. Zeal for accuracy led readers to the Apology in the first place and motivated them to excavate the textual clues that justified its standing, as well as to sidestep or challenge what they deemed inaccurate.

The final section of the thesis is devoted to the annotators who clarified the many words and references in the text likely to confuse uninitiated readers and who conveyed their own thoughts on the text's author and his arguments.