gaji bawahan dan dana proyek. Tapi untuk memotong satu generasi para
koruptor, kita sangat mungkin kesulitan mendapatkan orang yang mau
melakukannya. Memuji Langkah NU 'Muhammadiyah Langkah NU dan
Muhammadiyah yang menjalin kerja sama untuk ikut dalam pemberantasan
korupsi di negeri ini, menurut saya, sebuah langkah yang layak dipuji. Sebab,
dua ormas keagamaan Islam terbesar di Indonesia itu punya jaringan luas dan
dari atas hingga paling bawah.
Buku diberi judul "Korupsi di Negeri Kaum Beragama; Ikhtiar Membangun Fiqh
Anti-Korupsi". Buku ini menyajikan secara cukup lengkap respon, pokok pikiran
dan gagasan yang berkembang mengenai keprihatinan kalangan pesantren (
agamawan) atas praktik korupsi. Sekaligus juga menggambarkan bagaimana
kalangan pesantren berupaya merefleksikan dirinya sendiri dengan
merumuskan landasan teologis penolakan korupsi dalam koridor fiqhiyyah ( hukum Islam) yang lebih ...
Mohamad Guntur Romli, Aktivis NU Mesir dan Peniliti P3M Jakarta, Mahasiswa
Filsafat Universitas Al-Azhar, Kairo. Muhamad Ali, Mantan Ketua Umum Senat
Mahasiswa IAIN Jakarta (1996-1997), Dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan Fellow di East West Center
University of Hawaii. Musa Asy'arie ... Romli Atmasasmita, Guru Besar Hukum Pidana Internasional Unversitas Padjajaran, Bandung, serta Ketua Panitia
Seleksi Calon ...
Kalau untuk menunaikan tugas saja harus dengan mencekik rakyat (menerima
suap) lalu di mana sense of crisis kita yang merupakan kewajiban agama dan
sosial itu? Menjalankan kewajiban syariat itu tidak memerlukan ongkos. Sejak
kecil kita melakukan shalat tanpa pernah menuntut gaji pada Tuhan. Hukum Islam melindungi sepenuhnya terhadap kepemiflcktiar MetnbiMti]un Tiqk Anti "
Kprupsi likan pribadi. Artinya, sirkulasi kepemilikan harus 185 BAB IV : Ikhtiar
Membangun ...
Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern 'Ulam?' in the Seventeenth and Eighteenth Centuries
Professor Azra's meticulous study, using sources from the Middle East itself, shows how scholars in the seventeenth and eighteenth centuries were reconstructing the intellectual and socio-moral foundation of Muslim societies.
in the Seventeenth and Eighteenth Centuries Azyumardi Azra. Ahmad. Rashid. '
Gapena Pelopori Usaha Menjalin Hubungan yang Terputus'. in Abu Bakar ted.t.
Melayu Srilanka. Kuala Lumpur. Gapena. l990. Ahtmat. J.P.. 'Kedatangan Orang
Melayu ke Srilanka'. in Abu Bakar ted.l. Melayu Srilanka. Kuala Lumpur. Gapena.
l990. al-'Ankawl. Abdullah. "The Pilgrimage to Mecca in Mamluk Times'. in R.B.
Serjeant & R.L. Bidwell tedst. Arubian Studies. I. London: C. Hurst. l974. al-Ansari
.