Sebanyak 1773 item atau buku ditemukan

Pendidikan Gratis Sekolah Menengah Pertama:

Antara Harapan dan Kenyataan

Pro dan kontra tentang program pendidikan gratis telah banyak dibahas di berbagai media dan ranah publik lainnya. Para ahli pendidikan banyak yang berpendapat bahwa program pendidikan gratis merupakan kobohongan publik dan menyesatkan, seolah pendidikan dianggap komoditas. Di sisi lain masyarakat kelas bawah merasa diringankan dalam pembiayaan pendidikan bagi para anak-anaknya dengan tidak perlu pusing untuk membayar SPP atau iuran kepada sekolah, meskipun pembiayaan pendidikan bukan hanya membayar iuran sekolah. Paradoks juga terjadi di dalam peraturan perundangundangan, konstitusi UUD 1945 yang telah mengalami amandemen sebanyak empat kali, di dalamnya memberi amanat yang sangat jelas dan terukur, bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional, sehingga upaya peningkatan mutu dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan sangat terbuka, khususnya pendidikan dasar dan menengah menjadi skala prioritas. Hal tersebut diperkuat pula dengan disahkannya UU tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terelenggaranya wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun tanpa memungut biaya. Peraturan lain menyebutkan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat, yang diantaranya melalui program manajemen berbasis sekolah (MBS). Buku ini sengaja disusun sebagai sumbangsih penulis dalam mengurai pro kontra dan paradoks sumber pembiayaan pendidikan. Dengan tulisan ini, kiranya bisa membantu para pemangku kepentingan khususnya para kepala sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai rintisan program pendidikan gratis dalam rangka wajib belajar sembilan tahun yang bermutu

PENDIDIKAN. SEBAGAI. INVESTASI. A. LANDASAN FILOSOFIS Landasan
filosofis yang mendasari penelitian ini adalah filsafat pragmatisme. Aliran filsafat
pragmatisme dilatar belakangi oleh adanya pemisahan antara teori dan praktek.

Arti makna tokoh pewayangan Mahabharata dalam pembentukan dan pembinaan watak

Figures in the Mahābhārata story.

... kejam, sungguh jahat, itulah yang paling mengerikan dan terkutuk! Kejahatan
apa yang telah kulakukan pada paduka, O Raja? Di sinilah aku, hidup dalam
kedamaian .... Kemudian tiba-tiba terpanah oleh Paduka. Namun, sebelum aku
mati, aku akan mengutukmu! ... waktu aku sedang berbahagia; begitu pulalah
dukacita akan menimpa Paduka sewaktu Paduka menginjak saat kebahagiaan."
Kesediaan yang mendalam menguasai Pandu sesudah matinya rusa Brahmin,
dan 65.

Siaran pembinaan bahasa Indonesia di TVRI

Akhlaa berarti 'akhlak' atau 'budi pekerti' dan karimah berarti 'mulia' atau 'utama'.
Jadi, makna ungkapan itu adalah 'akhlak yang mulia' atau 'budi pekerti yang
utama'. NH Ungkapan yang hampir sama dengan akhlakul karimah itu adalah ...