Sebanyak 1808 item atau buku ditemukan

Publikasi Ilmiah Guru

KEGIATAN PROFESIONAL GURU SEBAGAI PENGEMBANGAN KEPROPESIAN BERKELANJUTAN

Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru adalah harapan semua guru yang memiliki hak untuk itu sebagai bentuk peningkatan karier and kualifisi ke-profesionalime-an. Untuk dapat menduduki pangkat dan jabatan fungsional tertentu, seorang guru harus telah melakukan kegiatan professional sebagai seorang guru. Setiap butir kegiatan professional yang dilakukan oleh guru dalam melakoni tugas dan fungsinya dalam kehidupan pembelajaran di satuan pendidikan diberikan angka kredit tertentu. Angka kredit inilah yang akan dijadikan landasan untuk pangkat dan jabatan seorang guru. Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru diatur dalam berbagai peraturan atau perundang-undangan, salah satunya Permeneg PAN dan RB No 16, tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dalam Peraturan tersebut, kenaikan pangkat seorang guru dari jabatan guru pertama sampai pada guru Pembina, harus memiliki angka kredit dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan diri dan publikasi ilmiah. Sedangkan pada peraturan sebelumnya, Keputusan Mennegpan Nomor 84, tahun 1993, karya tulis ilmiah guru dibutuhkan hanya dari guru Pembina, golongan ruang, IV/a. Guru mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan persyaratan naik pangkat dan jabatan fungsional dari pangkat Pembina dan jabatan guru pembeina golongan ruang IV/a ke atas. Sehingga guru sebelum permenneg PAN dan RB Nomor 16 tahun 2009 tersebut, mentok pada pangkat, jabatannya dan golongan rungan Pembina, IV/a. Tetapi setelah diberlakukannya permenneg tersebut, seorang guru bila ingin naik pangkat harus telah memiliki nilai angka kredit dari pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terdiri atas pengembangan diri, publikasi ilmiah atau karya inovatif, sejak seorang guru menjabat sebagai seorang guru pertama. Untuk guru pertama memang tidak diperlukan nilai angka kredit dari publikasi ilmiah tetapi harus memiliki nilai angka kredit dari pengembangan diri. Kegagalan guru dalam meniti karir atau naik pangkat dan jabatan fungsional guru ini mungkin disebabkan karena guru tidak mampu meraih angka kredit publikasi ilmiah atau karya tulis ilmiah. Ketidakmampuan guru dalam menyusun atau membuat karya publikasi ilmiah mungkin dikarenakan guru kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup atau memadai untuk melakukan kegiatan tersebut. Buku ini diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif referensi dari berbagai referensi yang ada. Walaupun buku ini disusun berdasarkan pada buku-buku yang berkaitan dengan pengelolaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan sumber-sumber lain yang dianggap relevan, ketidaksempurnaan dalam berbagai manifestasinya, pengetikan, tata letak, isi maupun pengutifan dapat terjadi diluar kemampuan penulis. Kontribusi dari para sahabat untuk pembenahan dan perbaikan buku ini sangat diharapkan. [Publikasi, Ilmiah, Guru, KEGIATAN, PROFESIONAL, GURU, SEBAGAI, PENGEMBANGAN, KEPROPESIAN, BERKELANJUTAN, setiadi]

Dalam Peraturan tersebut, kenaikan pangkat seorang guru dari jabatan guru pertama sampai pada guru Pembina, harus memiliki angka kredit dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan diri dan publikasi ilmiah.

Bisnis Penggemukan Sapi (ed.Revisi)

Penggemukan sapi menjadi salah satu segmen dalam bisnis sapi potong yang banyak diminati. Betapa tidak, segmen ini menjanjikan keuntungan berlipat jika dikelola dengan benar. Namun demikian, tidak sedikit peternak yang gagal meraih keuntungan seperti yang diharapkan karena pengelolaanya seadanya. Untuk itu, buku ini hadir untuk memberikan gambaran kepada peternak mengenai bisnis penggemukan sapi yang dikelola dengan profesional. Pembahasannya pun cukup lengkap, mulai dari pemilihan bakalan, perkandangan, pengelolaan pakan penggemukan, hingga sistem penggemukan yang dapat dipilih serta disesuaikan dengan kemampuan peternak dan ketersediaan lokasi. Salam PENEBAR SWADAYA

Penggemukan sapi menjadi salah satu segmen dalam bisnis sapi potong yang banyak diminati.

Model Pengaturan Hukum Tentang Pencegahan Tindak Prostitusi Berbasis Masyarakat Adat Dalihan Na Tolu

Satu kesyukuran bagi penulis buku ini dapat disusun dan diselesaikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tulisan dalam buku ini merupakan rangkaian panjang pemikiran, riset, dan analisis penulis dari penelitian tentang Model Pengaturan Hukum tentang Pencegahan tindak prostitusi berbasis masyarakat adat Dalihan na Tolu. Fakta sejarah membuktikan bahwa jauh sebelum munculnya undang-undang yang mengatur tentang pencegahan tindak prostitusi, masyarakat adat Dalihan na Tolu telah memiliki aturan tersendiri dalam melakukan pencegahan tindak prostitusi berbasis kearifan lokal adat Dalihan na Tolu. Pencegahan tindak prostitusi bukan merupakan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama masyarakat dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada, karena aturannya dianggap lebih adil dan lebih mendatangkan manfaat bagi masyarakat, karena materinya sesuai dengan perasaan dan cita-cita hukum masyarakat batak.Penulis menyadari tingkat kedangkalan analisis tidak bisa dilepaskan pada setiap pokok bahasan yang tersusun dalam buku ini. Karenanya penulis sangat terbuka bagi kalangan tenaga pengajar (dosen) dan pemerhati hukum untuk mengembangkan, mengelaborasi dan menyempurnakan pada masa mendatang.Semoga buku ini menjadi buku yang menarik, sekaligus sebagai sarana penambah khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang pencegahan tindak prostitusi. Semoga buku ini bermanfaat bagi diri penulis, masyarakat, pemangku kebijakan, dan ilmu pengetahuan.

Tulisan dalam buku ini merupakan rangkaian panjang pemikiran, riset, dan analisis penulis dari penelitian tentang Model Pengaturan Hukum tentang Pencegahan tindak prostitusi berbasis masyarakat adat Dalihan na Tolu.

Budi Daya & Teknologi Karet

Sudah cukup lama kontribusi karet alam dalam perekonomian Indonesia menunjukkan kontribusi yang signifikan. Realitas ini, sayangnya tidak diimbangi dengan penerapan teknologi dalam pengelolaan kebun, khususnya pada perkebunan karet rakyat. Luas perkebunan karet nasional yang didominasi (85%) oleh perkebunan karet rakyat, produksi karet alam Indonesia tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam kurun waktu yang lama. Teknologi dalam pengelolaan kebun terutama hanya diterapkan oleh perkebunan karet skala perusahaan. Padahal, sejumlah hasil penelitian sudah memformulasikan paket teknologi yang tidak hanya mampu menaikkan produktivitas hingga 30—40% dari pengelolaan konservatif, tetapi juga mampu mengefisienkan biaya pengelolaan kebun hingga 20—30%. Sejumlah fakta sudah membuktikan. Misalnya, produktivitas perkebunan karet Kata Pengantar yang dikelola dalam skala perusahaan sudah mencapai produksi 1.600—1.800 kg kering/ha/tahun, sedangkan perkebunan karet rakyat berkisar 700—1.000 kg kering/ha/tahun. Jelasnya, kesenjangan penerapan teknologi itulah yang menjadi kendala utama perkebunan karet nasional. salam PENEBAR SWADAYA toko buku online murah - penebar-swadaya.net

Sudah cukup lama kontribusi karet alam dalam perekonomian Indonesia menunjukkan kontribusi yang signifikan.

Paul Ricoeur and the Task of Political Philosophy

This book offers a sustained engagement with the political philosophy of Paul Ricoeur and demonstrates both the significance of the political in his own thinking throughout his career, and how his understanding of the political offers something valuable to current discussions of issues in political philosophy.

Fulfilling this commitment can and often does take place during an extended
period of time, during which the forgiver performs any number of other actions of
various sorts. In this respect this commitment is analogous to a marriage vow or a
 ...

Ekologi Lingkungan Kawasan Karst Indonesia

Menjaga Asa Kelestarian Kawasan Karst Indonesia

Kawasan karst adalah bentanglahan yang didominasi oleh proses pelarutan batuan. Proses ini merupakan interaksi yang unik antara batuan yang mudah larut, karbondioksida dari atmosfer dan air, menciptakan suatu fenomena alam yang sangat unik dan khas. Perkembangan lorong-lorong pelarutan termasuk diaklas-diaklas yang menghubungkan bagian permukaan dengan sistem sungai bawah tanah menyebabkan kondisi kering dijumpai di bagian permukaan, sedangkan di bagian bawah permukaan kawasan karst memiliki sumberdaya air yang melimpah. Buku ini hadir sebagai media berbagi pengalaman terkait penelitian di kawasan karst yang diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam pengelolaan kawasan di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Buku ini terwujud atas prakarsa Karst Student Forum (KSF) Fakultas Geografi UGM dan Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi UGM. [Penerbit Deepublish, Deepublish, Sosial, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc.]

Pengalaman berinteraksi langsung dengan alam dan belajar mengenai alam
membantu individu memahami kemanusiaannya secara penuh (Clayton & Myers
2009). Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pengalaman berinteraksi ...

Revolusi kedua

pemerataan pembangunan ke daerah

Dalam beberapa tahun terakhir ini pariwisata demikian menurunnya sehingga
beberapa orang mulai berpikir bahwa (barangkali) Bali telah melalui jalan yang
salah dan karena itu harus dikaji kembali apakah segala sesuatu yang kita ...