Sebanyak 106 item atau buku ditemukan

Akidah Penghayatan Tauhid Al–Quran Edisi Kedua

Aspek penghayatan akidah tauhid yang menjadi teras serta dasar dakwah bagi semua nabi dan rasul sejak nabi Allah hingga nabi Muhammad SAW menjadi mauduk perbincangan buku ini. Intipati pemahaman akidah tauhid dalam pandangan al–Quran yang berpaksikan kepada dua kalimah syahadah adalah menyeluruh merangkumi setiap aspek kehidupan manusia secara praktikal. Iktikad yang jazam, ikrar dengan lidah dan amal dengan anggota adalah teras kepada akidah tauhid menurut al–Quran dan Sunnah. Mentauhidkan Allah tidak terhenti pada makrifat dan pengakuan tentang keesaan Allah pada dhat, sifat dan af’al sahaja. Malahan Allah SWT itu wajib diesakan juga dalam perkara yang melibatkan aspek amalan mentauhidkan Allah seperti dalam pentadbiran dan pengurusan, ibadat dan pengabdian diri, penetapan hukum–hakam, memohon pertolongan (isti‘anah), takut dan harap (al–khawf wa al–raja), kecintaan (mahabbah) serta penciptaan. Akidah tauhid yang disampaikan oleh al–Quran adalah untuk dihayati dan dimantapkan dalam jiwa. Ia bukannya perdebatan yang bersumberkan falsafah Ilmu Kalam yang bersifat teori mengenal Allah dengan batasan konsep sifat 20 sepertimana yang difahami oleh sebahagian umat Islam kini. Turut dibincangkan dalam buku ini ialah metod al–Quran dalam membentangkan akidah tauhid; pandangan serta penyesalan beberapa tokoh ulama Salaf terhadap metod Ilmu Kalam yang dianggap menyimpang daripada matlamat sebenar kaedah menanamkan akidah kepada umat Islam; aspek riddah dan perkara yang membatalkan syahadah serta ciri masyarakat berakidah sebenar. Buku ini amat sesuai untuk rujukan pensyarah, guru agama, imam, bilal, para pelajar di Institusi Pengajian Tinggi, pelajar agama peringkat menengah dan pembaca yang ingin memahami serta menghayati konsep bertauhid menurut saranan al-Quran dan Sunnah.

Aspek penghayatan akidah tauhid yang menjadi teras serta dasar dakwah bagi semua nabi dan rasul sejak nabi Allah hingga nabi Muhammad SAW menjadi mauduk perbincangan buku ini.

Tauhid Sosial

Formula Menggempur Kesenjangan

Islam and socioeconomic conditions in Indonesia; collected articles.

... menunggalkan atau mengesakan Allah Swt. Dalam ilmu ushuluddin, tauhid
dibagi menjadi dua kategori, yaitu tauhid ... serba sempurna, serba mahasuci,
mahabesar, dan lain-lain, sehingga ada dua puluh sifat Allah dalam ilmu kalam.

Tauhid

Tuntutan ini, adalah jang terpenting daripada mengutus nabi-nabi kedunia,
sedjak dari jang pertama Adam, sampai kepada jang penghabisan, Muhammad
s.a.w. Ilmu Tauhid ini disebut djuga : Ilmu Kalam, karena : Pertama Masalah jang
 ...

Peladjaran tauhid, untuk P. G. A. N. dan Madrasah

„Ilmu Tauhid". Tugas utama dari para Nabi jang didatangkan Tuhan ialah
membawa manusia meng- Esakan Tuhan. Sebahagian ulama menamakan
pengetahuan ini „Ilmu Kalam". Kalam artinja „perkataan". Apa sebabnja
dinamakan Ilmu ...

Keterangan filsafat tentang tauhid, taqdir dan tawakkal

Didalam alam periksa dan pikir tentang ilmu ketuhanan itu termasuk segala
paham dan pendapat berhubung dengan ... DIALEKTIK ATAU 'ILMU KALAM
Adapun djalan atau tarikat jang digunakan dalam filsafat dalam perkembangan
itu, ialah ...

Transformasi Syair Jauharat At-Tauhid Di Nusantara

Buku ini ditulis setelah melalui proses yang panjang dan berliku, baik dalam inventarisasi naskah, bandingan, dan suntingan teks, hingga analisis isi. Perjalanan tersebut sejak awal penelitian (baca: penulisan) hingga selesai telah melalui berbagai tahapan-tahapan yang melibatkan banyak pihak, para kolektor naskah klasik, para intelektual, dan pihak-pihak yang memiliki konstribusi sekecil apapun. Kehadiran buku ini untuk mengisi ruang yang selama ini dianggap kurang disentuh, yaitu eksistensi bahasa Arab di Nusantara. Sebagaimana kesepatan jumhur sejarawan dan para peneliti, Aceh merupakan wilayah pertama pernyebaran Islam dari Jazirah Arab. Dengan demikian, ada transformasi bahasa –bahkan- akulturasi bahasa Arab ke bahasa lokal (Nusantara), yang dianggap bukan hanya sekedar bahasa agama. Dan bagaimana masyarakat lokal menerima bahasa asing, termasuk tulisan aksaranya hingga bertahan sampai saat ini. Buku ini tidak hanya menampilkan teks naskah , sehingga terkesan ranah filologis. Demikian juga tidak hanya pada ranah bahasa dan sastra semata. Akan tetapi, upaya mendapatkan informasi komprehensif dibutuhkan beberapa pendekatan yang sesuai, sejarah, paloegrafi, kodikologi dan ilmu-ilmu linier lainnya. terutama Lembaga Yayasan Ali Hasjmy (YPAH), Zawiyah Tanoh Abee (ZTA), Museum Negeri Aceh (MNA), sebagai penyedia tempat penelitian dengan Ucapan penghormatan dan terima kasih kami kepada skriptorium dan museum Lembaga Yayasan Ali Hasjmy (YPAH), Zawiyah Tanoh Abee (ZTA), Museum Negeri Aceh (MNA), yang memberikan akses untuk melakukan kajian disana. Dan juga spesial kepada kolektor manuskrip pribadi (masyarakat) di Aceh, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, yang telah bersedia ”diobrak-abrik” koleksinya untuk menemukan teks naskah yang sesuai. Kesabaran dan pelayanan mereka telah membuah hasil dalam wujud buku sederhana ini.

Setelah mencapai umur baligh, ia menuntut ilmu kepada beberapa guru yang
masyhur dan terkenal periode tersebut, ... Kapasitas keilmuannya dalam bidang
dirayah hadist dan ilmu kalam (teologi) menjadikan tokoh penting dan sumber ...

Menyegarkan Akidah Tauhid Insan

Karena keahliannya dalam ilmu agama, ia diangkat menjadi Kadhi Malikul Adil
di masa Sultan Iskandar Muda. Para penjelajah Eropa mencatat ... Isi karya
tersebut berupa tanya-jawab tentang ilmu kalam. Nuruddin ar-Raniri ada- lah
ulama ...