Tugas- tugas yang bersifat individual ialah: melaksanakan shalat, puasa, zakat,
dan haji. Sedangkan tugas yang bersifat sosial ialah menyelesaikan persoalan
kemasyarakatan dan saling tolong menolong (ta'awun), menyuruh berbuat ma'ruf
...
Rosa berdiri di sayap paling radikal dengan mengajukan program aksi
revolusioner yang berkecenderungan pada siasat 'pemogokan massa' sebagai
senjatanya. Pada tahun 1914, Rosa benar-benar berada di titik oposisi paling
ujung terhadap kecenderungan umum dalam politik SPD. la telah lama
bertarung dengan mereka, tapi belum juga bisa menumbangkannya. Perang
Dunia I pun pecah pada tahun itu. Rosa yang mewakili SDKPiL dalam Biro
Sosialis Internasional tersebut ...
Keberadaan Perpustakaan sangatlah penting, hal itu dikarenakan perpustakaan memiliki kedudukan yang utama di dalam setiap program pendidikan. Sejalan dengan fungsi utamanya yaitu untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat. Perpustakaan berusaha melayani pemustaka melalui Program Pengembangan dan Pembudayaan Minat Baca. Dalam kegiatan penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum tahun 2017, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau menerbitkan buku berjudul “20 Hasil Karya Terbaik Lomba Menulis tentang Berau Tahun 2015-2016”. Penerbitan buku ini dalam rangka hari kunjung perpustakaan. Dengan diterbitkannya buku hasil kegiatan lomba menulis tentang Berau ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan minat baca masyarakat dan kecintaan terhadap Buku. 20 hasil karya tulisan ini berisi ulasan tentang Berau yang dibuat berbagai macam versi penulisnya baik tentang Adat Istiadat, Budaya, Pariwisata, Potensi kekayaan alam, Geografis, Pendidikan, dll. Sehingga buku ini bisa dipergunakan sebagai bahan rujukan referensi pemustaka.
Hobby : Membaca 5. Alamat : Jl. Bukit Berbunga, Sambaliung 6. Telepon :
081250645286 7. Nama Orang Tua a. Ayah : Abdul Samad b. Ibu : Sahartina 8.
Pengalaman Menulis - Juara III Lomba menulis Tentang Berau oleh Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan - Juara II Menulis Cerita Non Fiksi oleh Dinas
Perikanan dan Kelautan - Juara IV Menulis tentang Perlindungan Ibu dan anak
oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan “SEJARAH PENDUDUK BERAU DAN
BERAU TERPECAH ...
Electrifying investigation of White House lies about the assassination of Osama bin Laden In 2011, an elite group of US Navy SEALS stormed an enclosure in the Pakistani city of Abbottabad and killed Osama bin Laden, the man the United States had begun chasing before the devastating attacks of 9/11. The news did much to boost President Obama’s first term and played a major part in his reelection victory of the following year. But much of the story of that night, as presented to the world, was incomplete, or a lie. The evidence of what actually went on remains hidden. At the same time, the full story of the United States’ involvement in the Syrian civil war has been kept behind a diplomatic curtain, concealed by doublespeak. It is a policy of obfuscation that has compelled the White House to turn a blind eye to Turkey’s involvement in supporting ISIS and its predecessors in Syria. This investigation, which began as a series of essays in the London Review of Books, has ignited a firestorm of controversy in the world media. In his introduction, Hersh asks what will be the legacy of Obama’s time in office. Was it an era of “change we can believe in” or a season of lies and compromises that continued George W. Bush’s misconceived War on Terror? How did he lose the confidence of the general in charge of America’s forces who acted in direct contradiction to the White House? What else do we not know?