Sebanyak 1499 item atau buku ditemukan

Penelitian Hukum Non-Doktrinal Trend Penggunaan Metode & Teknik Penelitian Sosial di Bidang Hukum

Pada serial sebelumnya, telah disinggung tentang adanya trend pada berbagai fakultas dan atau program studi hukum, baik Strata I maupun Pascasarjana, kecenderungan melakukan pendekatan nondoktrinal terhadap hukum dalam rangka penyelesaian studi mahasiswanya. Hanya saja, bahwa proposal-proposal tersebut seringkali tidak jelas pendekatan apa yang digunakan, bahkan terkesan seperti ramuan “gado-gado”, meskipun pada akhirnya si penyusun tetap saja akan bergelar “Sarjana Hukum”, “Magister Hukum”, atau pun “Doktor Ilmu Hukum”, tentu saja (jangan hanya) karena yang bersangkutan memang terdaftar sebagai mahasiswa pada fakultas/program studi hukum. Idealnya, seorang “Sarjana Hukum”, seharusnya memiliki karakteristik ilmu pengetahuan, kemampuan, termasuk melakukan penelitian yang memang dapat dipertanggungjawabkan sebagai sebuah hasil penelitian hukum. Meskipun demikian, tentu saja teramat sulit menjauhi pendekatan yang bersifat non-doktrinal, karena ilmu hukum, apalagi praktik hukum yang semakin tidak otonom. Di samping itu, berbagai kelemahan hukum (perundang-undangan) semakin memperlihatkan urgensi pendekatan non-doktrinal dalam rangka pembangunan sistem hukum nasional. Buku ini sungguh masih jauh dari kesempurnaan, tetapi paling tidak diharapkan membantu mahasiswa untuk memahami beberapa pembeda utama antara penekatan doktrinal (baca buku: Penelitian Hukum Doktrinal) dengan isi buku ini. Oleh karena itu, saran dan koreksi dari sidang pembaca, akan sangat bermanfaat.

Analisis Data Penelitian Kualitatif. RajaGrafindo Persada, Jakarta. Fred N.
Kerlinger, 998. Asas-asas Penelitian Behavioral. Gadjahmada University Press,
Yogyakarta. Hadari Nawawi, 1995. Metode Penelitian Sosial. Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta. I Gusti Ngurah Agung, 1992. Metode Penelitian
Sosial (Pengertian dan Pemaknaan Praktis). Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Lexy J. Moleong, 1994. Metodolgi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya,
Bandung.

Naskah, teks, dan metode penelitian filologi

Studies in Indonesian philology.

Pembinaan kemampuan menulis bahasa Indonesia

9 C. H. Johnston et. al., The Modern High Scbool (New York: Charles Scribner's
Sons, 1914), p. 17. 10 Sutan Takdir Alisyahbana (edit.), The Modemization of La-
nguages in Asia (Kuala Lumpur: The Malaysian Society of Asian Studies, 1967),
p. IX. b) Dari Majalah 1 1 Linus Simanjuntak, "Andaikan Kolam itu Bumi Kita",
Suara Alam No. 9 (1980), pp. 17-18. c) Dari Surat Kabar 1 2 Tajuk Rencana
dalam Kompas (Jakarta), 7 Mei 1981. 1 3 Artikel dalam Sinar Harapan (Jakarta),
29 April ...

Menulis untuk Dibaca

Feature & Kolom

Kemampuan menulis bukanlah bakat, melainkan keterampilan. Selain itu, juga tidak tepat jika dihubungkan dengan alasan faktor keturunan. Siapa saja dapat menjadi penulis. Syaratnya hanya satu, mulailah menulis! Itulah keunggulan para penulis yang terkenal dewasa ini. Mereka tidak akan dapat menulis jika dulu mereka tidak pernah memulainya. Ada proses yang harus dilalui. Sama halnya ketika bayi harus belajar merangkak terlebih dulu untuk dapat berjalan. Banyak orang menjadi terkenal─juga menjadi menteri─karena menulis. Seorang penulis tidak hanya penyampai aspirasi masyarakat, tetapi juga pemberi haluan bagi yang meyakini jalan pikirannya. Penulis─menurut banyak pakar─adalah pencari kebenaran setiap waktu melalui tulisan-tulisannya dan karena itu pulalah seorang penulis akan mempertahankan misinya sampai kapanpun. Jangan lupa, seorang penulis juga dapat menjadi kaya selain kaya ilmu. Buku Menulis untuk Dibaca ini memandu Anda untuk menjadi penulis feature dan kolom, yang membuka mata Anda bahwa menulis itu tidak sesulit yang dibayangkan. Kekayaan imajinasi membantu para pemula, wartawan, atau kaum profesional untuk menggarap alam terkembang ini menjadi lahan penulisan. Kehidupan ini adalah sumber penulisan. Setiap hari Anda berdekatan dengan objek tulisan, Anda hanya perlu membuka mata, telinga, rasa, dan pikiran untuk menjadikannya sebagai tulisan yang baru dan menarik.

... memberikan informasi dan tulisan dengan analisis, opini yang mengarah
kepada wacana, opini atau perbincangan ... Istilah yang dikenal dikalangan
wartawan untuk katagori pertama, seperti: berita (news), feature, indepth report,
laporan investigasi, dan sebagainya; sedangkan yang kedua seperti: Tajuk
rencana, kolom, esai, surat pembaca. ... atau kelanjutan dari peristiwa melalui
media massa.

Jurnalistik masa kini

(pengantar ke praktek kewartawanan)

Sebenarnya dari ketiga fungsi ini, fungsi yang terakhir yang terpenting, karena
pers pada hakekatnya juga dianggap ... Dengan mengutip Undang-undang
Pokok Pers ingin ditunjukkan bahwa "kebebasan pers" diakui, demikian pula hak
kritik ...

Komunikasi dan kekuasaan

Issues on mass media and communications in Indonesia; collection of articles.

media, membanjiri setiap ruang dengan berbagai informasi hiburan didukung
oleh perkembangan teknologi komunikasi. Muncul pencitraan siapa yang tidak
mengkonsumsi informasi akan berada dalam posisi terpinggirkan terhadap
perbincangan publik. Pertanyaan yang kemudian muncul: mengapa masyarakat
begitu senang mengkonsumsi inf otainmen (sebagai istilah populer bagi
program gosip)? bagaimana praktik konsumsi tersebut dilakukan? mengapa
televisi melakukan ...

Etika komunikasi massa dalam pandangan Islam

Journalistic ethics from Islamic perspective.

Lukman Harun menilai acara televisi di negara kita, selain dapat dimanfaatkan
untuk pendidikan, mengembangkan ... juga sekaligus merisaukan, karena
kebanyakan film-film yang ditayangkan berasal dari luar negeri berupa film anak-
anak, ...