Historiografi yang berkembang di era keterbukaan seperti yang terjadi saat ini telah membuka lebar peluang versi-versi yang berbeda tentang suatu peristiwa sejarah. Hal ini berpotensi menimbulkan beberapa kemungkinan dalam masyarakat. Pertama, kecenderungan perubahan pola pikir dari masyarakat itu menjadi lebih dewasa. Akan tetapi, ada pula kecenderungan yang bertolak belakang dengan kemungkinan pertama: adanya kebingungan di kalangan masyarakat. Kecenderungan ini muncul karena selama ini masyarakat hanya diperkenalkan dengan satu realitas tunggal dan belum terbiasa dengan pemikiran-pemikiran alternatif. Permasalahan inisungguh menjadi satu hal yang dilematis, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengubahnya. Salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang beragam kontroversi dalam sejarah dapat dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran sejarah kontroversial. Akan tetapi, upaya untuk mengajarkan sejarah kontroversial masih merupakan hal yang relatif baru, terutama pada materi-materi kontroversial yang muncul setelah reformasi. Oleh karena itu, buku ‘Sejarah Kontroversial di Indonesia: Perspektif Pendidikan’ ini hadir sebagai sebuah kajian ilmiah tentang bagaimana relevansi dan seluk beluk sejarah kontroversial ditinjau dari konteks pendidikan. Buku ini mencoba untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran sejarah kontroversial secara lebih mendalam, sehingga mampu memberikan gambaran bagi ilmuwan dan praktisi pendidikan sejarah untuk menumbuhkan kesadaran kritis peserta didik. Buku ‘Sejarah Kontroversial di Indonesia: Perspektif Pendidikan’ menguraikan secara filosofis tentang anatomi sejarah kontroversial di Indonesia serta urgensi dan tujuan pembelajaran sejarah kontroversial. Kemudian diuraikan pula tentang berbagai kepentingan dalam pendidikan sejarah yang menjadi hambatan pembelajaran sejarah kontroversial. Buku ini juga menguraikan tentang bagaimana potensi pembelajaran sejarah kontroversial sebagai media rekonsiliasi konflik serta strategi penerapannya dalam praksis pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan pendekatan pedagogik kritis.
Ia lebih melihat peran Sarekat Islam sebagai organisasi pergerakan yang
bersifat nasional dan bergerak dalam berbagai ... Peristiwa fenomenal yang
kontroversial misalnya terkait dengan penerapan kebijakan, perlawanan, dan
momen ...
API SEJARAH 1 dan 2, menuturkan kembali juang jihad melancarkan perlawanan bersenjata terhadap penjajah Barat Kerajaan Katolik Portugis dan Kerajaan Protestan Belanda. Dan kerja keras para Ulama Warosatul Ambiya bersama Santri membangun kesatuan dan persatuan membela negara RI Proklamasi 17 Agustus 1945. Ulama dan Santri bersama pemerintah dan TNI menumpas Kudeta PKI. Membubarkan RIS dan menegakkan NKRI 17 Agustus 1950. Dengan melalui Partai Politik Islam Indonesia Masjumi, mengesahkan Lambang Negara Garuda Pantjasila (1950) dan menyelenggarakan Pemilu DPR dan Konstituante (1955). Ulama dan Santri tidak pernah absen dalam perjalanan Sejarah Bangsa dan Negara, hingga hari ini
API SEJARAH 1 dan 2, menuturkan kembali juang jihad melancarkan perlawanan bersenjata terhadap penjajah Barat Kerajaan Katolik Portugis dan Kerajaan Protestan Belanda.
Faktor yang mendukung itu adalah bahasa, sebab bahasa ilmu pengetahuan di
daratan Eropa pada waktu itu adalah ... Bahasa daerah setempat pada waktu itu
ternyata belum mampu untuk bersaing dan meng- geser kedudukan bahasa ...
Secara lebih jauh, buku ini mencoba mengidentifikasi sejumlah problem sosiologis dakwah, baik pesan maupun formula yang selama ini cenderung kaku, baku, beku, dan membisu. Semua itu diduga kuat terjadi karena salah urus alias mismanagement. Berangkat dari persoalan itu, buku ini hendak mengabarkan sekaligus menawarkan formula baru dakwah yang lebih atraktif, kreatif, dan supermotivatif.
Sejatinya, dakwah dapat dipandang sebagai sebuah realitas. Dan sebagai
sebuah realitas, dakwah dapat dikaji dan dijelaskan melalui berbagai perspektif,
seperti perspektif sosiologi, antropologi, sejarah, politik, dan –tentu saja-filsafat.