Sebanyak 2664 item atau buku ditemukan

The Awaited Imam Mahdi (Peace Be Upon Him)

This book is one of the many Islamic publications distributed by Mustafa Organization throughout the world in different languages with the aim of conveying the message of Islam to the people of the world. Mustafa Organization is a registered Organization that operates and is sustained through collaborative efforts of volunteers in many countries around the world, and it welcomes your involvement and support. Its objectives are numerous, yet its main goal is to spread the truth about the Islamic faith in general and the Shi`a School of Thought in particular due to the latter being misrepresented, misunderstood and its tenets often assaulted by many ignorant folks, Muslims and non-Muslims. Organization's purpose is to facilitate the dissemination of knowledge through a global medium, the Internet, to locations where such resources are not commonly or easily accessible or are resented, resisted and fought!

This book is one of the many Islamic publications distributed by Mustafa Organization throughout the world in different languages with the aim of conveying the message of Islam to the people of the world.

The Awaited Imam Mahdi: A Collection of Traditions

... Abu Ya'la, al-Musnad (1:359 # Section 5 Imam Mahdi as Allah's Caliph .j^i 41
Udi. 28 l he Awaiiea imam Mahctl (l**? j.

Hasil penelitian organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Daerah Istimewa Yogyakarta

Di dalam ajaran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dunia ini atau
jagad raya ini benar-benar diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang dengan
istilah lain disebut makhluk. A. Asal-usul Alam. Pemerintah Indonesia
mengizinkan semua warga memiliki konsepsi tentang penciptaan alam semesta,
demikian pula tentang teori filsafat dan ilmu pengetahuan yang berkembang di
Indonesia sampai saat ini. Senada dengan konsep tentang penciptaan makhluk
hidup, serta ...

Spiritualitas Tanpa Tuhan

Bisakah kita hidup tanpa agama? Dapatkah kita beretika tanpa Tuhan? Atau, adakah sesuatu yang disebut “spiritualitas ateis”? Dalam buku ini, filsuf terkemuka Prancis André Comte-Sponville menjawab pertanyaan itu dengan melakukan eksplorasi filosofis perihal ateisme. Menurut Comte-Sponville, kita bisa saja memisahkan konsep spiritualitas dari agama dan Tuhan, dan pandangan ini tentu tidak mereduksi hakikat kehidupan spiritual yang sebenarnya. Kendati demikian, kita tidak perlu menolak nilai-nilai dan tradisi-tradisi kuno—semisal Islam, Kristen, dan Yahudi—yang jadi bagian dari warisan kita saat ini. Tetapi, kita mesti memikir ulang relasi kita dengan nilai-nilai tersebut serta bertanya apakah nilai-nilai itu signifikan bagi kebutuhan manusia untuk berhubungan antara satu dengan lainnya dan alam semesta. Untuk mendukung pandangan tersebut, Comte-Sponville menyajikan argumen yang tepat dan masuk akal, dengan merujuk pada tradisi Barat dan Timur serta pengalaman personalnya sebagai sosok yang tumbuh di dalam gereja Katolik, yang menjadi contoh terang ihwal seseorang yang dapat meraih spiritualitas meski ia kehilangan keimanan pada Tuhan. Melalui tulisan yang singkat, jelas, dan acap kali penuh humor ini, sang filsuf menyuguhkan risalah yang meyakinkan mengenai bentuk baru kehidupan spiritual.

Dapatkah kita beretika tanpa Tuhan? Atau, adakah sesuatu yang disebut “spiritualitas ateis”? Dalam buku ini, filsuf terkemuka Prancis André Comte-Sponville menjawab pertanyaan itu dengan melakukan eksplorasi filosofis perihal ateisme.

Super Spiritual Quotient (SSQ): Sosiologi Berpikir Qur`ani dan Revolusi Mental

Bermula dari sekedar menyinggung teori evolusi Darwin, buku ini kemudian menggilas semua teori kecerdasan manapun yang mencoba menghalanginya di tengah jalan. Bukan hanya mendobrak tradisi berpikir taklid yang terlanjur mengakar kuat di tengah masyarakat, buku ini malah meletakkan semua konsep dasar berpikir pada neraca kebenaran yang pasti, yakni Al-Qur’an. Dengan konsep berpikir qur’ani, buku ini kemudian menyingkap rahasia penciptaan Manusia, kecerdasan, dan cara berpikir sebagai revolusi mental untuk mencapai kesuksesan yang hakiki. Inilah upaya yang mesti mendapat prioritas dari semua perhatian kita terhadap peningkatan kecerdasan yang kita miliki sebagai potensi yang paling membedakan kita dari makhluk manapun! Potensi kecerdasan manusia berupa akal, hawa nafsu, dan kalbu melahirkan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak atas kesadaran diri. Inilah yang menempatkan manusia pada posisi yang dimuliakan, baik sebagai hamba yang mengabdi kepada Tuhannya maupun sebagai khalifah yang membangun peradaban di muka Bumi. Dengan kecerdasannya ini pula manusia selalu mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri, “Mampukah ia mewujudkan pengabdian sesuai dengan fitrahnya? Mampukah ia mempertahankan superioritasnya sebagai khalifah di muka Bumi?” Dan semua pertanyaan ini pada akhirnya mesti bermuara pada satu pertanyaan yang paling mendasar dan paling banyak diminati,, “Mampukah kita meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup ini?” Tiba-tiba kita dikejutkan oleh sebuah fakta, seolah kita sedang menyingkap tirai rahasia yang lebih besar dari apa yang kita duga selama ini. Di belakang kita ada rahasia yang besar dan di depan kita juga ada rahasia yang besar, tapi di dalam diri kita sendiri justru terdapat rahasia yang jauh lebih besar! “Dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikannya?” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 21) Apa pun pertanyaan yang mampu kita ajukan dengan akal kita, maka kita mesti menemukan jawabannya di dalam Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah firman Allah yang telah menciptakan akal yang pandai bertanya ini. Akhirnya kita pun mengakui dengan kerendahan hati dan kesucian jiwa bahwa kecerdasan manusia memang luar biasa, tapi takdir tak bisa dilawan!

Di sini cara berpikir cerdas qur'ani menjadi memontum yang paling tepat untuk
membuktikan bahwa Islam adalah agama rahmatan kasih lil'alamin, sayang-Nya.
agama yang menaungi - 3 /G C seluruh manusia dalam Nyatalah menyinari akan
... Bawah. Tujuh. Langit. “Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa ada di
bumi untukmu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakan menjadi
Tujuh Langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah [2]:29
) ...

Negosiasi dengan kehidupan: Keluhan istri derita suami

Psychologic analysis on premarital relationships.

Karena suami yang terlampau pendiam, tidak dapat menyenangkan hati istri,
tidak dapat mengatakan kasihnya secara verbal dan tak dapat memuji istrinya
sendiri - bukanlah suami yang ideal. Sebaliknya, suami yang sudah memenuhi ...

Fiqh Muamalah

Buku ini disusun guna membantu pembaca dalam mempelajari fiqh muamalah yang diharapkan dapat mengembangkan konsep dasar (embrio) hukum ekonomi syari'ah. Buku ini berisi dua puluh bab yang terdiri atas (1) harta; (2) milik; (3) akad; (4) hak dan kewajiban; (5) jual beli; (6) ijarah (sewa menyewa); (7) rahn (gadai); (8) qardh (utang piutang); (9) riba; (10) ariyah; (11) hiwalah; (12) kafalah; (13) syirkah; (14) mudharabah; (15) muzaro'ah; (16) musaqah; (17) wadi'ah; (18) wakalah; (19) hibah; (20) ju'alah.

... pihak masih hidup, sedang fiqh wasiat terjadi ketika salah satu pihak
meninggal dunia. Perbedaan pokok antara fiqh muamalah dengan fiqh ibadah,
fiqh ibadah adalah hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah,
seperti sholat, puasa, zakat, dan haji. Sedang fiqh muamalah adalah hukum
yang mengatur hubungan manusia dengan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Fiqh ibadah, terjadinya hubungan manusia dengan Allah
tidak lewatakad (transaksi).

Pendidikan Kewarganegaraan

Hadirnya buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi akademisi, guru, praktisi, tokoh masyarakat dan mahasiswa dalam membangun kesadaran warga negara dalam membangun bangsa dan negara.

Hadirnya buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi akademisi, guru, praktisi, tokoh masyarakat dan mahasiswa dalam membangun kesadaran warga negara dalam membangun bangsa dan negara.