Sebanyak 2540 item atau buku ditemukan

Memilih calon suami

Anne Delaney will do anything to protect her beloved daughter from a custody claim, including marrying for convenience. Only, she receives two unexpected proposals, one from handsome stranger Nick Mason, and another from wealthy businessman David Banning.

Minimal, aku tidak punya tipe ideal beberapa tahun terakhir ini." Ia mengernyit
ketika menyadari betapa lamanya waktu berlalu sejak terakhir kalinya ia
berkencan. Terperangkap dalam tugas sebagai ibu Lily dan pekerjaannya di
salon, ...

Misteri rahasia seorang suami

pilihan menantu ideal. Jadi yah... mereka kumpul kebo begitu saja." Maryati
merasa seolah-olah ada hawa dingin dari jantungnya yang dengan serentak
menyusup ke seluruh bagian tubuhnya. Dalam sekejap tangan dan kakinya
menjadi ...

Mencintai Rasulullah - 365 Hari Bersama Nabi Muhammad SAW

Apa harta paling berharga yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita? Tentu saja kecintaan dan kepatuhan kepada Allah, juga para nabi dan rasul utusan-Nya, terutama nabi akhir zaman, Nabi Muhammad saw.Buku Mencintai Rasulullah: 365 Hari Bersama Nabi Muhammad saw. ini menjadikan Rasulullah sebagai tamu istimewa di rumah Anda sepanjang tahun! Kisah kehidupan Rasulullah saw. yang penuh teladan disajikan secara kronologis, satu kisah satu hari. Dengan demikian, diharapkan anak-anak mendapat kesempatan merefleksikan masing-masing kisah sekaligus ingin tahu dan berseManga, Manhua & Manhwat mendengarkan kisah selanjutnya. Waktu Anda bersama anak-anak pun akan terasa lebih istimewa dan berharga.Dilengkapi "Peta Masa Keemasan Muslim", buku ini memungkinkan Anda melibatkan anak-anak secara aktif menemukan wilayah yang sedang diceritakan. Kegiatan yang menarik ini memudahkan mereka mengenal tempat-tempat penting yang berhubungan dengan peristiwa dan tokoh-tokoh saat itu.Manfaatkan kemurahan hati, kesetiaan, keramahan, kejujuran, kedamaian, sifat pemaaf, dan semua kebaikan dalam diri Rasulullah saw. serta para sahabat yang terangkum dalam kumpulan kisah menakjubkan ini untuk mengasah kualitas tersebut pada diri anak-anak Anda.

Pada saat shalat Subuh dan Isya, Masjid Nabawi biasanya gelap. Para sahabat
biasa menerangi masjid itu dengan membakar pelepah dan daun kurma.
Sekelompok orang Kristen dari suku Yamim di Yaman datang ke Madinah dan
masuk Islam. Tamim ad-Dari adalah salah satu di antara mereka. Ketika datang
dari Yaman, ia membawa sejumlah lilin, sumbu, dan minyak. Saat Jumat malam,
ia memberikan barang-barang itu kepada pelayannya. Ia perintahkan
pelayannya untuk ...

MM AZAMI pembela eksistensi hadis

Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi

"Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi sangat ideal apabila warga negara Indonesia memahami Pancasila, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, maupun dalam dunia kerja. Proses pembelajaran pendidikan Pancasila pada dasarnya dilakukan secara berkelanjutan dari pendidikan dasar, menengah, sampai tinggi. Pada tingkat pendidikan tinggi, hal tersebut diperkuat oleh UU Pendidikan Tinggi No. 12/2012 tanggal 10 Agustus 2012 Pasar 35 ayat(3) yang menyebutkan bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak hanya wajib memuat mata kuliah Agama, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia, tetapi juga Pancasila. Buku ini memaparkan antara lain proses pertumbuhan nilai-nilai budaya bangsa hingga perumusan rancangan dasar negara secara runtut dan komprehensif, implementasi Pembukaan dan Pancasila dalam UUD 1945, kontroversi tentang penggali dan lahirnya Pancasila untuk menghindari kesalahan persepsi, dan dinamika kehidupan bernegara sejak Proklamasi hingga dewasa ini. Sebagai salah satu rujukan bagi mahasiswa maupun dosen mata kuliah Pancasila, buku ini dilengkapi dengan standar kompetensi pendidikan Pancasila, di mana tiap bab menyertakan kompetensi dasar serta indikator pencapaiannya."

"Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi sangat ideal apabila warga negara Indonesia memahami Pancasila, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, ...

Manusia Jawa Mencari Kebeningan Hati

Menuju Tata Hidup, Tata Krama, Tata Prilaku

SUNGGUH sebuah kasunyatan yang tak terbantahkan, tragis sekaligus memilukan. Bahwa ketika Indonesia (termasuk tanah Jawa) telah menangi rejaning jaman (mengalami zaman dan kehidupan yang lebih baik), banyak orang justru tengah berada dalam kebingungan dan kegelapan. Nuraninya tertutup awan hitam, sehingga matahari, bulan, maupun bintang gemintang tak mampu memberikan penerangan dan pencerahan sama sekali. Akibatnya, langkah maupun perjalanan hidupnya senantiasa mengalami sasar-susur (kesasar atau tersesat), terus-menerus menyimpang dari angger-angger (aturan-aturan) dan wewaler (melanggar larangan). Tak henti-hentinya melanggar tata susila, menerjang norma-norma kemanusiaan, melecehkan hak asasi, dan tega menumbuhkembangkan angkara murka merajalela di mana-mana. Hidup dengan senantiasa mengandalkan beningnya hati, sungguh bukan mudah. Karena terbukti di mana-mana banyak terjadi benturan dan malapetaka karena ulah manusia sendiri. Artinya, ketika jutaan orang benar-benar berusaha memayu hayuning bawana (berbuat baik dengan memelihara kelestarian dan keindahan bumi seisinya) serta mewujudkan kehidupan yang tata tentrem kerta raharja (makmur, tertata, tenteram, aman, selamat, dan sejahtera), yang lain juga sibuk mengembangkan diri menjadi virus-bakteri demi meraih kepentingannya sendiri, demi memuaskan nafsu angkara murka yang telah tumbuh di seluruh pori-pori. Semoga tulisan-tulisan dalam buku ini bermanfaat serupa lilin kecil dalam kegelapan di malam hari ketika listrik di seluruh kota dan kampung halaman kita mati.

Orang Jawa mengukur kematian seseorang dari perbuatan dan amal ibadah
yang bersangkutan, yang langsung tidak langsung berpengaruh terhadap cara
dan waktu kematiannya. Artinya, jika amal ibadahnya baik, waktu dan cara
matinya pun besar kemungkinan juga baik. Sebaliknya, jika perbuatannya buruk,
mungkin kematiannya juga akan berlangsung secara buruk (mati salah pati, mati
terkutuk, mati dilaknat, dan lain-lain). Kasus hukuman mati bagi Amrozi Cs, dan
juga nanti ...

Jejak-jejak Makna

Dan ternyata ada benarnya. Tidak semua segi hidup bisa diketahui. Tiga
pertanyaan penting kehidupan (dari mana saya datang sebelum lahir, kenapa
ada di sini, ke mana pergi setelah mati) menyimpan bagian-bagian gelap yang
tidak bisa diketahui. Ilmu pengetahuan sudah berjalan demikian jauh, teknologi
sudah bekerja demikian keras, tetapi toh jawaban terhadap ketiga pertanyaan
tadi belum bisa disepakati sepenuhnya. Indahnya, begitu manusia terbiasa
aman dan nyaman ...

Gagasan Islam Liberal Di Indonesia

Pemikiran Neo- Modernisme Nurcholish Madjid, Djohan Effendi, Ahmad Wahib, Dan Abdurrahman Wahid

Konflik Tanah Ulayat dan Pluralisme Hukum

Hilangnya Ruang Hidup Orang Melayu Deli

Kajian atas tiga ruang pergulatan dan pembentukan hukum yang dipresentasikan dalam pendekatan sosiolegal dengan mengambil konstruksi hukum tanah komunal etnis Melayu Deli di Sumatera Utara mendekatkan kita kembali bahwa hukum dalam definisi apapun yang dipakai adalah sebuah produk kebudayaan dengan kepentingan tertentu dari manusia-manusia yang menguasai atau mengontrolnya. Hukum tak bisa lepas dari politik kepentingan para pemangkunya. Selama lebih kurang satu setengah abad pergaulan hukum tanah komunal etnis Melayu Deli bersama hukum kolonial dan hukum resmi negara Republik Indonesia, kelihatan sekali bagaimana kontestasi kepentingan-kepentingan itu terungkap. Hukum negara menjadi sangat sentralistik sementara badan-badan peradilan formal berkontribusi mengamankannya. Untuk dan atas nama Hak Guna Usaha yang diberikan kepada perkebunan-perkebunan negara, lahan-lahan yang sangat subur bagi tanaman tembakau diformat ulang secara periodik. Dengan dalih divestasi, landreform dan kerugian terus menerus yang dialami perkebunan, lahan-lahan itu beralih ke tangan-tangan pengusaha. Ini adalah erzat kapitalisme seperti yang dikatakan Yoshihara Kunio. Nasib hukum lokal persis seperti benalu tua yang tumbuh pada inangnya. Ini adalah paradoks: dari pemilik tanah menjadi pengemis di tanahnya sendiri, dari inang menjadi benalu. Nasib hutan/tanah reba dan orang Melayu yang hidup bertarung di atasnya persis seperti bidal Melayu: antan patah lesungpun hilang. Di kalangan rakyat yang berjuang untuk dan atas nama masyarakat adat, hukum-hukum negara yang menolak eksistensi mereka jelas diabaikan, sebaliknya peraturan apa saja yang memberi peluang hidup bagi mereka mulai dari konvensi internasional perlindungan masyarakat asli sampai putusan pengadilan, akan menjadi sumber inspirasi perjuangan untuk bertahan hidup di lahan-lahan yang mereka kuasai. Hukum dalam terminologi apa saja akan direspon positif jika itu menguntungkan perjuangan bersama mereka. Begitu juga keberpihakan politik yang akan mengamankan penguasaan tanah. Corak ini tak mesti sejajar dengan cara mereka membangun hubungan secara internal di kelompoknya. Jargon komunalisme dan religiusitas hubungan rakyat dengan tanah hilang dihantam kebutuhan pragmatis dalam merespon kebutuhan tanah yang transaksional. Kualitas dan ciri-ciri hukum yang populis di tingkat makro berubah total menjadi kapitalistik di ranah mikro.

mendirikan pondok rumah sebagai tempat tinggal serta mendirikan musholla
sebagai tempat ibadah. Selain dasar hukum acte van concessie yang disebutkan
di atas, para penggugat mendalilkan keabsahan penguasaan tanah adat
tersebut pada UU Pokok Agraria No.5 tahun 1960, khususnya pasal 3 dan pasal
5 serta peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 5
tahun 1999 tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat
Adat yang ...

Dendam konflik Poso

periode 1998-2001 : konflik Poso dari perspektif komunikasi politik

Ethnic conflicts related to political and religious background in Poso from political communication perspective.

Harusnya penyelesaian ini adalah penyelesaian agama". Lebih lanjut Lembah
mengatakan Poso dirancang sebagai penyebaran agama ... Ternyata efek
domino dari dinamika pendatang menyebabkan kaum pendatang berhasil
menguasai kantong- kantong perkebunan dan ini mempunyai dampak terhadap
pembangunan rumah-rumah ibadah kaum Muslim yang menginjakkan kakinya
di tanah Poso. Jadi wajar saja terjadi ketegangan antara pendatang dengan
pribumi yang ...