Sebanyak 1668 item atau buku ditemukan

Pesan perjuangan seorang bapak

percakapan antar generasi

Nabi mengatakan "Biarkan saja dia melakukannya. Mereka lebih tahu tentang
urusan dunia mereka". Dari contoh di atas diketahui, bahwa adalah sangat keliru
pandangan yang menganggap bahwa Islam itu berisikan larangan melulu.
Memang banyak orang yang keliru memahami Islam dengan memutarbalikkan
fakta yang sesungguhnya, yang terlarang dikatakan tidak terlarang , dan
sebaliknya. Sepanjang sejarah Islam memang pernah dijumpai suatu masa di
mana para ulama ...

Pesan Indah dari Makkah & Madinah

?Hafshah! Makanan apa yang biasa disantap Rasulullah Saw.?? tanya ?Umar bin Khaththab begitu mendengar usulan para sahabatnya untuk menaikkan gajinya sebagai khalifah. Hafshah menjawab, ?Roti tawar kering dan keras, Ayah. Untuk memakannya harus dicelupkan dulu ke dalam air minum.? ?Hafshah! Pakaian paling bagus apa yang beliau kenakan?? tanya ?Umar lagi. ?Selembar jubah berwarna kemerahan karena sudah luntur. Itu yang beliau andalkan untuk menerima tamu-tamu kehormatan,? jawab sang putri. ?Apakah beliau pernah tidur di atas tilam yang empuk?? tanya ?Umar lebih lanjut. ?Tidak, Ayah,? jawab sang putri yang tak kuasa menahan air matanya. ?Rasul Saw. hanya beralaskan selembar selimut tua. Di musim panas, selimut itu dilipatnya menjadi empat lapis agar agak tebal sebagai alas. Dan di musim dingin, selimut itu dilipat dua agar cukup lebar untuk menutupi seluruh badannya.? *** Pada zaman krisis moral dewasa ini, orang tentu saja perlu mengetahui norma dan hukum. Tetapi, mengetahui aturan saja tidaklah cukup. Yang lebih penting daripada itu, orang membutuhkan teladan-teladan yang bisa mereka tiru. Di antara teladan-teladan itu, empat khalifah bijak (khulafƒ? rƒsyid–n) ditampilkan kembali di buku ini agar menjadi cermin bagi kaum Muslim. Dengan bahasa yang indah dan menawan, buku ini menghadirkan teladan-teladan cemerlang tentang cinta, persahabatan, kemuliaan, kepemimpinan, kebijaksanaan, dan jalan menuju surga. Betapa indah jika kisah-kisah teladan ini kita simak, renungkan, dan praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. [Mizan, Mizania, Novel, Indonesia]

Al-Madînah Al-Munawwarah, 200 makanan haram, tatkala termakan, 257-259
Makkah, 41 gunung yang mengitari —, 41 ... 41 sebutan Kota — dalam AlQuran,
41, 256 Maria Al-Qibthiyyah, 148 Marwan bin Al-Hakam, 191 Masjidil Haram,
224, ...

Shalat Pesan Terakhir Rasulullah

Mengenang Pesan Rasulullah Menjelang Wafatnya

Bayangkanlah bila Anda menghadiri kematian seseorang. Lalu di ujung hayatnya, ia melafalkan sebuah pesan. Semua orang pasti akan diam menyimak. Karena mereka yakin, pesan terakhir itu memiliki makna yang dalam. Bahkan sangat “suci” dan harus dilaksanakan. Begitulah kita memaknai pesan menjelang kematian seseorang. Lalu bagaimana jika seseorang itu adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam? Buku ini mengungkap bahwa Shalat adalah salah satu pesan akhir Rasulullah menjelang kematiannya. Dan tentu saja ia begitu bermakna. Namun sayang, wasiat itu sering terlalaikan oleh kita. Maka buku ini mengajak kita untuk mengenangnya lebih dari sekedar sebuah kenangan. Sebuah buku islami dari Mirqat Publishing (Mirqat Group)

... keluar –ke masjiddalam keadaan tidak mengenakan wangi-wangian dan tidak
berhias”. (HR. Abu Dawud 565, ad-Darimi 1279). 3. Bahkan Nabi Shallallahu
Alaihi wa Sallam secara khusus membuat pintu untuk dilewati oleh perempuan
di Masjid, Ibnu Umar Radhiyallahuanhu berkata,“Berkata Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam, “Mengapa tidak kita biarkan pintu ini untuk para perempuan”.
An-Nafi' berkata, “Sejak itu Ibnu Shalat Pesan Terakhir Rasulullah 67.

Methodology and Issues Within Tafsir Al-Qur'an Al-Karim by Abdul Halim Hasan Et Al

An Analytical Study

Tafsir al-Quran al-Karim is a Qur'anic commentary written in the Malay language by three Sumatran Malay exegetes namely Abdul Halim Hasan, Zainal Arifin Abbas and Abdul Rahim Haitami. Produced at the beginning of the twentieth century, the tafsir is excessively influenced by Muhammad Abduh in al-Manar and Tantawi Jawhari in al-Jawahir. This study highlights the figures responsible for this work, and their methodological approach in Tafsir al-Quran al-Karim. Focus is also made towards discussion of issues highlighted in the tafsir. The study relies on historical analysis as well as content and comparative analyses resulting in several research findings. The results show that the exegetes were competent individuals for an exegetical work due to their capability in handling Arabic sources and structuring a well-organized discussion of the issues. The study also shows that the methods used by the exegetes in giving service to the tafsir of the Qur'an did not contradict with other prominent books of tafsir. Discussion of issues is also proven to be in line with the notion of the prominent Muslim scholars as well as experts of the area. Another finding of the study indicates that the tafsir is a 'permissible reasoning tafsir' (tafsir bi al-ra'yi al-mahmud) where combination of narrative and reasoning interpretations is apparent in the writing of the commentary. Although the consideration of the contextual circumstances is somehow lacking, the tafsir managed to address the needs of the Malay Muslims in providing ample knowledge for a pure Islamic life.

This study highlights the figures responsible for this work, and their methodological approach in Tafsir al-Quran al-Karim. Focus is also made towards discussion of issues highlighted in the tafsir.

Kitab Al-Iman

Book of Faith

We have already mentioned, on the authority of al-ShaficI (may Allah be pleased
with him), the unanimous agreement on this view reported in his book al-Umm,
where he states that: "The Companions of the Prophet, those who came after
them, and our own contemporaries as well, have held unanimously that belief is
a saying, a work, and an intention, and none of these three may be separated
from any of the others." Moreover, Ibn Abl Hatim mentions in his Manaqib that he
once ...