Sebanyak 2511 item atau buku ditemukan

Dendam konflik Poso

periode 1998-2001 : konflik Poso dari perspektif komunikasi politik

Ethnic conflicts related to political and religious background in Poso from political communication perspective.

Harusnya penyelesaian ini adalah penyelesaian agama". Lebih lanjut Lembah
mengatakan Poso dirancang sebagai penyebaran agama ... Ternyata efek
domino dari dinamika pendatang menyebabkan kaum pendatang berhasil
menguasai kantong- kantong perkebunan dan ini mempunyai dampak terhadap
pembangunan rumah-rumah ibadah kaum Muslim yang menginjakkan kakinya
di tanah Poso. Jadi wajar saja terjadi ketegangan antara pendatang dengan
pribumi yang ...

Dutch Colonialism and Indonesian Islam

Contacts and Conflicts, 1596-1950

This book tells the story of the contacts and conflicts between muslims and christians in Southeast Asia during the Dutch colonial history from 1596 until 1950. The author draws from a great variety of sources to shed light on this period: the letters of the colonial pioneer Jan Pietersz. Coen, the writings of 17th century Dutch theologians, the minutes of the Batavia church council, the contracts of the Dutch East India Company (VOC) with the sultans in the Indies, documents from the files of colonial civil servants from the 19th and 20th centuries, to mention just a few. The colonial situation was not a good starting-point for a religious dialogue. With Dutch power on the increase there was even less understanding for the religion of the muslims . In 1620 J.P. Coen, the strait-laced calvinist, had actually a better understanding and respect for the muslims than the liberal colonial leaders from the early 20th century, convinced as they were of western supremacy.

When this book was first published in a Dutch edition in 1991, post-colonial
Indonesia was seen as an example of a harmonious and peaceful cohabitation of
a minority of some 9% Christians amidst the world's largest Muslim majority
country (in 2005 Muslims counted 87%, or some 205 million, out of 220 million
citizens. At that time I had just finished seven years of teaching at the State
Academy of Islamic Studies in Jakarta and Yogyakarta. In Jakarta I had lived with
my family on the ...

The Trading World of Asia and the English East India Company

1660-1760

This book offers a comprehensive history of the English East India Company during the century 1660-1760.

Sovereignty and Possession in the English New World

The Legal Foundations of Empire, 1576-1640

How did English notions of sovereignty, empire and law impact their methods of settlement in the Americas?

At the same time, Elizabeth was holding prisoner her cousin, Mary Queen of
Scots, whom domestic and foreign Catholics intrigued to place on the English
throne. It was also toward the end of the 1570s that Elizabeth began outwardly
showing sympathy for the Dutch desire to revolt against the Spanish rule of Philip
II, the queen's former brother-in-law and suitor. Within this tenuous political
climate, in which a few false steps in the direction of North America could lead to
war, Elizabeth ...

Rawa'i' al-bayan tafsir ayat al-ahkam min al-Qur'an

tafsir khas li-ayat al-ahkam mustamad min awthaq masadir al-tafsir al-qadimahwa-al-hadithah bi-uslub mubtakir .... wa-bayan al-hikmat al-tashri'iyah

Kemitraan dalam Otonomi Daerah

-

Era Otonomi Daerah yang dimulai sejak 1999 dipenuhi dengan beragam dinamika perubahan dan perkembangan. Ada dampak positif, tetapi juga masih ada banyak berbagai kekurangan. Dampak positif yang paling mengemuka adalah adanya kemandirian daerah dalam mengurusi berbagai hal yang menyangkut kepentingan daerah serta makin dekatkanya hubungan antara masyarakat dengan pemerintah daerah sehingga lebih memudahkan proses pelibatan, pembahasan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan daerah. Sedangkan hal-hal yang justru menunjukkan wajah buruk otonomi daerah ialah tak sedikit kepala daerah yang memanfaatkan peluang otonomi daerah dengan menyelewengkan kebijakan sesuai kepentingan politiknya. Ketidaksiapan pemerintah daerah juga tampak ketika secara efektif belum berhasil mewujudkan kesejahteraan rakyat di daerah. Kualitas pelayanan publik, ketertutupan informasi, serta kekurangan menyangkut perwujudan tata kelola pemerintah yang baik masih sangat sering ditemui di banyak daerah. Buruknya pelayanan publik kerap terjadi karena pemerintah daerah belum berani melakukan kerja sama antarpemerintah daerah, swasta, masyarakat, dan pihak luar negeri. Kalaupun ada, kerja sama itupun sifatnya pragmatis. Dalam artian, kerja sama dilakukan dengan meminggirkan potensi daerah dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di daerah. Sehingga, kuntungan dari kerja sama jenis ini justru tidak kembali ke masyarakat daerah, melainkan lebih besar direngkuh oleh pihak-pihak di luar daerah. Buku ini merupakan referensi penting bagi pemerintah daerah agar dapat memaksimalkan perbaikan daerah dengan pola kerja sama tetap menguntungkan bagi daerah. Buku ini terdiri dari 12 bab. Mulai dari kerja sama antardaerah; kerja sama pemerintahan daerah dengan BUMN/D, swasta, masyarakat; kerja sama pemerintah daerah dengan luar negeri; peningkatan kinerja dan efisiensi pelayanan publik melalui pola kemitraan otonomi daerah; penyertaan modal daerah; evaluasi kinerja proyek untuk kemitraan otonomi daerah; kemitraan bagi pengembangan ekonomi lokal (KPEL); mekanisme operasional dan penyelesaian sengketa kontrak kerja sama; sampai persoalan-persoalan yang lebih teknis seperti penyusunan rencana tindak (action plan)kemitraan antara Pemerintah daerah dengan swasta; perancangan hukum (legal drifting); perancangan kontrak (contract drafting). Buku ini patut dibaca oleh para pengambil kebijakan di daerah, pemerintah daerah, anggota dewan perwakilan rakyat di daerah sampai masyarakat. Buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam perbaikan pelaksanaan otonomi daerah.

Manual Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah 2001, Edisi Pertama.
Yogyakarta: BPFE- PPA FE-UGM. Kancil Dan Christina S.T. Kancil (2001). Kitab
Undang-Undang Otonomi Daerah: 1999 - 2001, Kitab 1 [Berisi UU No. 22 1999
Dan Peraturan-Peraturan Penjabarannya] Cetakan I. Jakarta: Penerbit Pradnya
Paramita. ---------- (2001). Kitab Undang-Undang Otonomi Daerah: 1999-2001,
Kitab2 Berisi UU No.25/1999 Dan Peraturan-Peraturan Penjabarannya Cetakan I
. Jakarta ...

Parasit aqidah

selintas perkembangan dan sisa-sisa agama kultur

Ceremonies and belief in God of any religion.

Petikan: Dengarlah baik baik dengan telingamu, perkataan baik baik itu,
simaklah dengan seksama, agar kamu dapat menetapkan salah satu dari dua
macam keimanan itu, karena setiap manusia, hendaklah menentukan faham
pendiriannya, sebelum L: fana, agar masing masing orang berketentuan nasib
dengan ikhtiarnya sendiri. Maka dua ruh dalam'wujud ini, yakni baik dan -buruk,
senantiasa berfikir, berkata dan bekerja, pemikir telah pilih di antara keduanya-
itu dan tepatlah ...

Mengawal aqidah umat

fatwa MUI tentang aliran-aliran sesat di Indonesia

Fatwa of Indonesian Ulama Council on Islamic sects.

Dilakukan pemanggilan tehadap pimpinan aliran atau kelompok dan saksi ahli
untuk melakukan tahqiq dan tabayyun atas berbagai data, informasi dan bukti
yang didapat tentang pemikiran dan aktifitas aliran atau kelompok itu sekaligus
taushiyah bila memang salah agar yang bersangkutan meninggalkan pemikiran
dan paham serta aktifitas yang salah dan kembali kepada jalan yang benar oleh
Komisi Pengkajian 4. Hasil dari kegiatan sebagaimana tersebut pada poin 1, 2
dan 3 ...

30 Paspor di Kelas Sang Profesor #2

Kisah Anak-Anak Muda Kesasar di Empat Benua

"Paling lambat 1,5 bulan ke depan, kalian semua harus sudah berangkat!" Demikian ucapan Prof. Rhenald Kasali di hari pertama masuk kuliah Pemasaran Internasional yang sontak membuat kelas gaduh luar biasa. Negara tujuan ditentukan saat itu juga. Sementara paspor harus didapatkan dalam waktu dua minggu ke depan. Metode kuliah yang awalnya ditentang banyak orang tersebut-dari orangtua mahasiswa sampai sesama dosen-terbukti menjadi ajang "latihan terbang" bagi para calon rajawali. Demikian Prof. Rhenald mengibaratkannya. Tersasar di negeri orang dapat menumbuhkan mental self driving, syarat untuk menjadi pribadi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab menentukan arah hidup sendiri. Dalam jilid pertama buku ini, para mahasiswa mengalami sendiri berbagai pengalaman unik. Ketinggalan pesawat, tidak punya uang sehingga terpaksa mencari negara miskin, kena tipu oleh pengemis, adalah beberapa di antaranya. [Mizan, Noura Books, Self Driving, Mahasiswa, Indonesia, Belajar, Eropa, Dunia]

“Abang hati-hati, ya, di sana, Nak. Jangan lupa makan dan istirahat yang banyak
biar enggak sakit,” pesan ibuku. Aku anak pertama dari dua bersaudara maka
aku dipanggil abang di keluargaku. “Abang wajib mengabari Papa minimal tiga
kali, yaitu setelah transit di Malaysia, tiba di India, dan sesampainya di hotel.
Enggak peduli lewat SMS atau e-mail, pokoknya harus kasih kabar!”Titah petuah
tak terbantah dari Ayah. Bahkan ketika aku belum sempat menyahut, Ayah
berkata lagi, ...