“Big data” menjadi salah satu terminologi yang sering kita dengar atau baca dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian dengan memanfaatkan big social data mendapat pengaruh dari era komputasi (computational turn), yang mana dimensi politis dan pragmatis dari era komputasi ini tidak bisa dengan mudah dipisahkan. Era komputasi juga mengaburkan batas-batas disiplin ilmu pengetahuan, misalnya mengaburkan batas antara ilmu komputer, humaniora, dan ilmu sosial. Pada kajian studi media dan ilmu komunikasi, era komputasi melakukan rekonfigurasi pada keduanya dengan memperluas ruang lingkup objek-objek yang potensial untuk dikaji seperti pada kajian bisnis, perusahaan, dan organisasi. Big data memberi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan konsep teori ilmu komunikasi. Salah satu teori tersebut adalah Teori Agenda-Setting yang menyebutkan bahwa agenda publik dan kebijakan dapat memengaruhi media dengan penggunaan teknologi komunikasi baru, seperti munculnya trending topic di media sosial melalui mekanisme tagar (hashtag). Kebutuhan dan keinginan publik terhadap informasi semakin bertambah serta bervariasi karena publik merupakan seorang yang aktif dalam menerima dan merespons suatu informasi atau berita. Maka penelitian dengan memanfaatkan big data melalui analisis sentimen dapat menjadi alternatif untuk melihat “gambar di kepala kita”.
Buku ini layak dibaca dan dimiliki, dengan kajian seputar isu-isu sebagai berikut: 1. Mengenal Covid: 19 dari berbagai perspektif keilmuan 2. Memahami efek sosial dari pandemik Corona. 3. Memahami peran media dalam situasi darurat bencana 4. Memahami Corona dan peran serta strategi agama 5. Buku ini bermaksud merangkum mode of thought dari ragam perspektif ilmu humaniora 6. Memahami dampak psikologis dari pandemi covid-19 7. Citra pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 8. Pembaca butuh VAKSIN anti panik, diperoleh lewat membaca CORONAlogy
Dalam konteks ini, melihat lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi pada individu sebagai pengonsumsi teks media dan bagaimana mereka memandang dan memahami teks media ketika berhubungan dengan media. Tentunya khalayak adalah makhluk ...