Sebanyak 2010 item atau buku ditemukan

Diskusi isu aqidah dan pemikiran semasa di Malaysia

On discussion of issues and current thinking of faith in Malaysia.

On issues of Islamic faith and doctrines in Malaysia; collected articles.

Tembak Bung Karno, Rugi 30 Sen

Sisi Lain Putra Sang Fajar yang Tak Terungkap

Pernyataan yang menyepelekan keberadaan Sukarno! Begitulah gaya Westerling mencibir Sukarno, musuh bebuyutannya, yang tertuang pada buku berjudul Mijin Memoires yang ditulisnya sendiri. Ia secara terang-terangan menilai bahwa pelurunya lebih mahal daripada nyawa Sukarno. Kekejaman dan kebengisan Westerling dalam melakukan pemberontakan di Indonesia sudah menorehkan trauma, baik itu dari para korban maupun mantan anak buahnya sendiri. Anehnya, sosok Westerling kebal hukum! Ia lolos dari jeratan vonis penjahat perang. Teka-teki imunitas Westerling itu akhirnya terkuak belum lama ini. Ternyata, seorang Vice-Roi, tokoh sangat berpengaruh di Belanda, selama ini telah membentengi Westerling supaya kepentingan politisnya tidak terbongkar. Kisah sarat fakta historis seputar Sukarno yang belum terekspos luas tertulis dalam buku ini. Semuanya tentang lika-liku Sukarno pada masa perjuangan, kejayaan, hingga terbenamnya. Putra sang Fajar ini memiliki banyak sisi kehidupan yang sejatinya layak diungkap supaya generasi penerus bangsa ini mampu mengangkat martabat dan ledaulatan bangsa sederajat dengan bangsa lain. Kecintaan Sukarno terhadap Republik ini selalu bersemayam dalam jiwanya. Terbukti, ketika meninggalkan istana karena kursi kepresidenan diduduki Soeharto tangan kanan Sukarno tampak menggenggam sesuatu yang sangat berharga. Hanya satu benda yang dibawa Bung Karno ketika meninggalkan istana. Tak lain, tak bukan, adalah bendera pusaka hasil jahitan tangan istrinya, Fatmawati. Gaya penulisan yang ringan, dan mudah dicerna, dan jauh dari kesan "berat" menjadi kekuatan buku ini. Di sini, kita bisa terhanyut, terperangah, bahkan terkegum-kagum dengan mozaik Sukarno yang benar-benar menggugah hati kita. Buku terbitan GalangPress (Galangpress Group).

Pesta untuk anakanak ini mengandung pesan sederhana yang dalam bahasa
Belanda berbunyi, “Wie zoet is krijgt lekkers, en wie stout is krijgt roe” (Yang
manis dapat hadiah, yang nakal dapat sapu lidi/hukuman). Tradisi untuk
memberi pesan dan nasihat kepada anak, ada di budaya negara mana pun di
dunia ini dilakukan dengan cara berbeda-beda sesuai adatistiadat masing-
masing. Pesta Sinterklaas bermaksud memberi pesan moral kepada anak
bahwa setiap perbuatan ...

77 Pesan Abadi Nabi untuk Wanita

Menjadi perempuan di zaman kita membutuhkan stamina fisik, mental, dan spiritual. Dalam diri seorang wanita terkumpul multi-identitas; sebagai pribadi, istri, ibu bagi anak-anaknya, dan anggota masyarakat. Belum lagi kiprah di dunia kerja. Beruntung sekali, Nabi kita sangat memperhatikan kaum wanita. Semasa hidup, Rasulullah saw. memberi wasiat khusus kepada kaum wanita, mulai soal akidah hingga akhlak. Perhatian Nabi tiada lain untuk memberi arahan penting agar mereka lebih sukses menjalani hidup yang tak selalu mudah ini dan selamat di dunia dan akhirat. Dari sekian wasiat itu, Dr. Itani mengumpulkan wasiat-wasiat istimewa. Pesannya abadi, bisa diserap di berbagai zaman dan tempat. " Selain disarikan butir-butir mutiara hikmah di balik setiap wasiat, kesadaran kita juga disentuh untuk mewujudkannya dalam kehidupan nyata.Inilah kado terindah dari Rasulullah agar kita tak kehilangan arah, hidup bahagia dan diridai Allah. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

(HR Bukhari dan Muslim) • “Perjalanan tidak dianjurkan kecuali ketiga masjid: (1)
Masjidil Haram, (2) Masjid Nabawi, (3) dan Masjidil Aqsha.” (HR Bukhari dan
Muslim) • “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.” (HR Bukhari) • “Tidak ...

Legitimasi defence cooperation agreement Indonesia-Singapura

Legal aspects of defense cooperation agreement between Indonesia and Singapore.

Legal aspects of defense cooperation agreement between Indonesia and Singapore.

Hujr ibn 'Adi Al-Kindi

This book is written about Hujr ibn 'Adi al-Kindi, was a companion of the Islamic Prophet Muhammad. He was sentenced to death by the Umayyad Caliph Muawiyah I for his unwavering support and praise for Ali, the fourth Rashidun Caliph of Islam and the first Imam of the Shias, when he objected to the tradition of publicly cursing Ali. He belonged to the tribe of Kindah.