Sebanyak 3157 item atau buku ditemukan

Qaimah mujamiyyah al fazi al-Qur'an Al-Akrim wa darajat

  • ISBN 13 : 9789
  • Judul : Qaimah mujamiyyah al fazi al-Qur'an Al-Akrim wa darajat
  • Pengarang : Muhammad Husein Abufattuh,  
  • Penerbit : Libanon
  • Klasifikasi : 492.7
  • Call Number : 492.7 MUH q
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : 248 hlm;24 cm
  • Tahun : 1990
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :
    2017-34821-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34821-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34821-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34821-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34821-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Bunga rampai pendidikan Islam

Islamic education in Indonesia; collected articles.

Seorang anak menurut sifat-sifatnya dapat dididik dan selalu berkembang
dengan pengertian pendidikan secara luas, dimana pendidikan ... Hadis ini
menunjukkan bahwa dalam Islam menuntut ilmu pengetahuan tidak dibatasi
umur.

Sosiologi Peradilan Pidana

Sistem peradilan pidana dapat dipahami sebagai lembaga kontrol sosial, yang berbeda dari lembaga kontrol sosial lainnya dalam dua cara penting: fokus hanya pada perilaku yang didefinisikan sebagai kejahatan serta sebagai basis pertahanan terakhir masyarakat terhadap orang-orang yang menolak untuk mematuhi nilai-nilai sosial yang diminan. Masyarakat beralih ke peradilan pidana ketika semua bentuk kontrol sosial yang ada di masyarakat tersebut gagal. Sistem Peradilan Pidana merupakan kontrol sosial formal karena dilakukan oleh agen resmi. Ada beberapa aspek untuk memahami sistem peradilan pidana, antara lain bahwa sistem peradilan pdaian adalah: (1) sebuah sistem normatif dalam bentuk aturan-aturan legal yang mengekspresikan nilai-nilai sosial melalui pelarangan yang didukung oleh sanksi pidana atas perilaku (conduct) yang dilihat secara serius salah atau berbahaya; (2) sebuah sistem administratif, di dalamnya secara komprehensif terdiri atas aparat resmi penegak hukum, otoritas penuntutan, pengadilan, serta fasilitas penghukuman dan koreksional; serta (3) sebuah sistem sosial, dimana defenisi dan tanggapan atas perilaku kejahatan melibatkan seluruh elemen dalam masyarakat - tidak hanya yang diundangkan dalam hukum pidana tetapi juga bagaimana masyarakat menginterpretasikan kenyataan terjadinya perilaku tersebut pada setiap tingkatan. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan bahasan tentang hal-hal yang terkait dengan berbagai masalah sosiologis dari keseluruhan proses yang terjadi dalam Sistem Peradilan Pidana. Substansi dari buku ini memberikan berbagai penjelasan tentang peradilan sebagai bentuk reaksi sosial terhadap kejahatan dan pelaku kejahatan; pengertian peradilan pidana secara sistemik dan etika peradilan pidana, model-model peradilan pidana dan pembenaran pemberian pidana; komponen dan kerangka kelembagaan peradilan; proses peradilan pidana serta hal-hal yang terkait dengan tahap peradilan pidana; alternatif penghukuman serta pemikiran awal tentang tantangan masa depan bagi Sistem Peradilan Pidana.

Jika masyarakat sangat menghendaki anak diteruskan ke pengadilan, maka
polisi akan sulit untuk melepaskannya kembali ke masyarakat dan
meneruskannya ke pengadilan; (3) kondisi individu pelaku sendiri menjadi
pertimbangan diskresi ...

Lutte biologique contre Botrytis cinerea, agent de la pourriture grise de la vigne

Grey mould disease caused by Botrytis cinerea is one of the most important diseases of the grapevine. The intensive use of the chemical products to irradicate the grey mould disease resulted in environmental pollution, and appearence of the resistant varieties of the pathogen. This study of research showed the antagonism between the B.cinerea and the bacteria and yeast, and the different isolates of the genus Pythium. The selected antagonistic microbes to Botrytis cinerea, were identified using morphological as well as genetical tools and the study of their mode of action was initiated. The enzymatic activities and the elicitation capability were also studied. These activities have a direct relationship with the trigerring of the natural defence mechanisms of the grapevine. In the following context, the use of the selected micorobes as biocontrol agents can be undertaken for the effective control of Botrytis cinerea.

Grey mould disease caused by Botrytis cinerea is one of the most important diseases of the grapevine.