Sebanyak 708 item atau buku ditemukan

Seminar Nasional Aktualisasi Jambu Mete Sebagai Komoditas Pendukung Agribisnis/Agroindustri

prosiding, Kendari, 20-21 September 1996

Sasaran kebijaksanaan ekonomi pertanian dengantegas mendasarkan diri pada
kepentingan nasinal, yakni membantu ekonomi rakyat melalui. 7 Pada tahun
1994 India mengimpor 35.293 ton mete gelondongan dan Indonesia dengan
total nilai sebesar S 29.8 juta. Selain India, Jepang kini mulai ——i-* mitra
dagang baru bagi Indonesia dengan jumlah impor mete melonjak dari 1.130 ton
tahun 1994 menjadi 13.526 ton pala tabun 1995. Angka ini melebihi angka impor
mete India ...

Orientalisme dan Islam

dies rede jang dibatjakan pada Dies Natalis jang ke X Institut Agama Islam Negeri Al-Djaml'ah-al-Islamijah Al-Hukumijah, Sunan Kalidjaga Jogjakarta pada tanggal 9 Mei 1970

Penuntun pelajaran sosiologi dan antropologi berdasarkan kurikulum 1984

disesuaikan dengan GBPP 1987 : untuk SMA

Sociology and anthropology; textbook.

Sociology and anthropology; textbook.

Kebijaksanaan dan strategi kesejahteraan sosial

ceramah Menteri Sosial di depan para peserta kursus reguler angkatan XX Lembaga Pertahanan Nasional tanggal 21 Juli 1987 di Jakarta

Guardians of the Gulf

A History of America's Expanding Role in the Persion Gulf, 1883-1992

From the nineteenth century through the 1991 war with Iraq, this study of America's expanding role in the Persian Gulf traces the development of American commercial interests in the region and the resulting growth of military and political involvement.

Eisenhower Doctrine, 78 Eller, Ernest M., 49, 63 Enterprise, 14043 Ertegun,
Mehmet Munir, 32 Ethiopia, 21, 47 European Recovery Program: See Marshall
Plan Fahd, ibn Abdul Aziz, 171: Coalition command structure and, 229 30; favors
quick end to Kuwait crisis, 177; Jidda talks with Americans, 16667; in Kuwait
crisis, 159; supports military option, 187; telephoned by Bush, 166 Faisal, King,
88 Fao Peninsula, 138 Farouk, King, 59 Feisal, King, 77, 79 Felt, Harry D., 49
Fisher, Sir John ...

Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia jilid 4

September 1948-Desember 1949

Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial. ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan mederat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948. Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tn Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serntak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan local TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan. Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini. Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.

Tan Malaka, Islam dalam tinjauan Madilog (Materialisme-Dialektika-Logika).
Djakarta: Pusat 'Jajasan Massa', 1986, iii+16 halaman. Penerbitan dalam bentuk
ketikan dan fotokopi. 'Pengantar penerbit', tertanggal 15 Nopember 1986, hlm. i;
Pada halaman ii keputusan Soekarno 28-3-1963 kepada Tan Malaka sebagai
Pahlawan Nasional. Dengan Hamka, 'Pengantar', hlm. 1-3. Edisi tersebut sama
dengan edisi 1982, kecuali sampul, keputusan Soekarno, dan penanggalan
prakata.

Islamic traditionalism in Indonesia

a study of the Nahdlatul Ulama's early history and religious ideology (1926-1950)

First Edition: July 2003 Design and Layout by Lani Haelani Published by Proyek
Peningkatan Pengkajian Kerukunan Hidup Umat Beragama Puslitbang
Kehidupan Beragama Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan
Departemen Agama RI Ismail, Faisal Faisal Ismail, ~ Islamic Traditionalism in
Indonesia: A Study of the Nahdlatul Ulama's Early History and Religious Ideology
(1926-1950) xiv+ 130 hlm; 17 x 14,6 Bibliography : p. 107 lndex : p. 117 ISBN
979-3370-69-6 ^ 1, Islam.

Buku panduan Simposium Nasional Cendekiawan Muslim

tentang Membangun Masyarakat Indonesia Abad XXI, Malang, 6,7,8 Desember 1990