Sebanyak 2540 item atau buku ditemukan

Ensiklopedia seni dan budaya Nusantara

Encyclopaedia of Indonesian culture and art.

Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Alat
musik tiup ini terbuat dari bambu seperti suling. Pemain memainkan saluang
dengan meniup dan menarik nafas bersamaan. • Talempong adalah alat musik ...

Legitimasi Kekuasaan Pada Budaya Nias

Panduan Penelitian Arkeologi dan Antropologi

Nias, merupakan salah satu pulau yang kaya dengan tinggalan Megalitik, dan tinggalan dimaksud masih tetap berdiri tegar di perkampungan-perkampungan tradisional hingga kini. Hampir seluruh aspek kebudayaan Nias yang kita lihat sekarang ini terasa unsur budaya Megalitiknya. Di Nias Selatan, beberapa prosesi upacara yang berkaitan dengan pendirian banggunan Megalitik (upacara owasa/faulu), dan masih dilaksanakan hingga kini, hanya saja dengan berbagai penyesuaian. Adapun penuesuaian pada upacaraowasa/faulu (upacara besar untuk meningkatkan status sosial) di antaranya secara komunal, sehingga babi yang diperlukan dalam upacara tersebut dapat menjadi beban bersama. Berbagai hal yang dapat dipetik dari pelaksanaan upacara owasa/faulu dimaksud di antaranya memiliki status yang tinggi di masyarakat, karena status yang didapatkan dari upacara itu memiliki pengaruh lebih kuat dibandingkan dengan status yang didapatkan dengan cara yang lain, seperti pendidikan, misalnya, sehingga tidak jarang peran bangsawan lebih besar dibandingkan dengan peran kepala desa yang bukan dari kelompok bangsawan. Menjadi bangsawan merupakan upaya pencapaian yang lebih tinggi dalam kosmologis lama, selain upaya mendekatkan diri dengan leluhur, baik dalam konteks religi maupun dalam konteks kekerabatan. Hal tersebut diperlukan mengingat senioritas memiliki kekuasaan yang lebih dibandingkan dengan yuniornya, sehingga orang yang tinggi tingkatannya dalam kosmologis lama (tingkatan owasa/faulu berkaitan dengan tingkatan kosmologis) atau dekat dalam struktur kekerabatan dengan leluhur, memiliki kekuasaan yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya. Ketika migrasi terakhir datang ke Boronadu, Gomo, pada tahun 1400-an Masehi, di bagian selatan Pulau Nias (sesuai dengan folklor lisan asal-usul masyarakat Nias), telah ada sekelompok orang yang tinggal di bagian utara Nias, yaitu di Gua Togi Ndrawa, dan juga di Gua Togi Bogi. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil serangkaian penelitian arkeologis yang disertai dengan serangkaian analisis radiokarbon (C14). Mengingat budaya yang dibawa kelompok migrasi terakhir ini. di antaranya, sangat menjunjung konsep senioritas, maka disusunlah folklor asal-usul masyarakat Nias, dengan menyampaikam bahwa leluhur merekalah yang pertama kali turun dari langit, sebelum leluhur kelompok lainnya ada di pulau Nias. Dengan demikian, legitimasi atas wilayah dan juga berbagai aspek sosial lainnya menjadi sah. Konsep tersebut dimungkinkan untuk diterima, mengingat budaya yang dibawa kelompok migran terakhir lebih maju, baik dari aspek teknologi, religi, dan cara hidup, yang kemudian dilegalisasi dari aspek budaya materi, kosmologis, religi, konsep struktur sosial, dan upacara, serta selalu menjadi bagian prosesi keseluruhan aspek dimaksud.

Nias, merupakan salah satu pulau yang kaya dengan tinggalan Megalitik, dan tinggalan dimaksud masih tetap berdiri tegar di perkampungan-perkampungan tradisional hingga kini.

Jelajah Kekayaan Alam, Adat & Budaya Nusantara untuk SD

... Keadaan Alam Gunung Sungai Danau Teluk Tanjung Selat Dataran Tinggi
Hasil Alam Bahan Galian Industri : Karih, ... Simasuket, Tanjung : Sibunga Laut,
Sipora, Sikakap, Sanding, Siberut : Kerinci, Minangkabau, Bukit Barisan : Kelapa,
 ...

Sekolah saja tidak pernah cukup

menyoal pendidikan persekolahan dan pencarian alternatif pembelajaran

Anehkah bila mereka yang paling "cerdas" pun merasa masih harus terus
melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi [
ketagihan sekolah]? "Sekolah itu candu," kata Roem Topati- masang, mantan
mahasiswa ...

Pariwisata Budaya

  • ISBN 13 : 9786022600633
  • Judul : Pariwisata Budaya
  • Pengarang : Oka A. Yoeti,  
  • Penerbit : PT Balai Pustaka
  • Klasifikasi : 338.479
  • Call Number : 338.479 OKA p
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : xxii + 346 hlm ,; 23 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 346
  • Halaman : 346
  • Ketersediaan :
    2017-34092-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34092-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34092-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34092-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34092-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34092-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34092-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2017-34092-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Pendidikan kewarganegaraan

Indonesian civics education.

Demokrasi Indonesia pada dasarnya adalah transformasi nilai-nilai falsafah
Pancasila menjadi suatu bentuk dan sistem pemerintahan khas Pancasila. 3.
Demokrasi Indonesia yang dituntun oleh nilai-nilai Pancasila adalah
konsekuensi dari komitmen pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni
dan konsekuen di bidang pemerintahan atau politik. 4. Pelaksanaan Demokrasi
Indonesia dengan baik mensyaratkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai
falsafah Pancasila.

Agama dan Pendidikan Demokrasi

Pengalaman Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama

Muhamadiyah dan NU adalah kekuatan non-negara, kekuatan masyarakat sipil Islam yang otoritatif, berhadapan dengan kekuatan negara. Di pihak lain, negara juga berharap banyak pada kekuatan kedua organisasi massa itu untuk terlibat dalam proses demokratisasi dalam masa transisi seperti saat ini. Peran kedua ormas tersebut pada faktanya memang tak bisa diremehkan. Kekuatan moral dan intelektual menjadi modal sosial yang lebih dari cukup untuk membangun kesadaran politik pada tingkat publik di satu pihak, dan untuk menjaga kohesivitas antar-elemen masyarakat di pihak yang lain. Buku ini mencoba melihat secara lebih detail pergulatan kelembagaan maupun individu di dalam Muhammadiyah dan NU dalam menyikapi proses demokratisasi, serta persepsi publik terhadap demokrasi dan segala isu turunannya. Meski telah banyak buku yang ditulis mengenai pergulatan Muhammadiyah dan NU dalam konteks relasi agama dan negara, buku ini menyumbangkan gambaran nyata dari perdebatan internal kedua organisasi itu, baik pada tingkat konsepsi maupun operasional. Buku seperti ini layak diapresiasi oleh berbagai kalangan yang ingin melakukan studi lebih lanjut tentang proses transisi menuju demokrasi di Indonesia, dan bagi peminat kajian relasi Islam dan negara di Indonesia.

Untuk memperoleh kerangka teoretis dalam studi ini, saya membahas beberapa
literatur yang berkaitan dengan demokrasi, kewarganegaraan, dan pendidikan
kewarganegaraan demokratis, termasuk pembahasan tentang masyarakat
madani. Pembahasan tentang masing-masing isu akan dilihat dari berbagai
macam perspektif, antara lain perspektif liberal, komunitarian, kritis, dan Islam.
Namun saya tidak dapat menemukan perspektif Islam tentang pendidikan
kewarganegaraan ...

Know-How: 8 Keterampilan yg Mjd Ciri Pmp

Setiap kali Anda melihat sebuah perusahaan melakukan sesuatu dengan baik —
selalu menciptakan produk yang baik, selalu memberi- kan layanan tepat waktu,
dan mampu menekan biaya — Anda bisa yakin bahwa ada sistem sosial yang ...

Reformasi administrasi

kajian komparatif pemerintahan tiga presiden : Bacharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri

Dia menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) serta
Bond A dan Bond B, kuliah di Akademi Accounting (1972) dan melanjutkan
pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya (1978). Pada tahun ...

Mereka Membunuhku Pelan-Pelan

Pengakuan Seorang Praja IPDN Melawan Gerakan Tutup Mulut

Campus violence on Higher Education and State (IPDN) in Indonesia.

Saat tiba di RS Al Islam sekitar pukul 06.00, Sopandi bertemu Obon, petugas
pemulasaraan jenazah di rumah sakit itu. ... Sopandi sempat bertanya penyebab
jenazah meninggal dan mengapa harus disuntik formalin. “Dia menjawab ka -
rena korban sakit sehingga meninggal dan disuntik formalin supaya tidak terjadi
pembusukan sebab akan dibawa ke Sulawesi,” kata Sopandi, masih menurut
sumber ...