Sebanyak 874 item atau buku ditemukan

Kembali ke jatidiri bangsa

Sumpah Pemuda Indonesia, Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945 : sejarah, filsafat, dan refleksi pemikiran kebangsaan

Historical analysis of national and political development of Indonesia.

... buah prinsip itu oleh Bung Karno diusulkan namanya ialah: Pancasila.
Pancasila berasal dari dua kata bahasa Sanskrit, yang artinya masing-masing:
Panca artinya lima, dan sila artinya asas atau dasar. "Jadi di atas Philosofische
GrondslagPancasila, di atas kelima dasar itulah, kita mendirikan dan
membangun Negara Indonesia Merdeka! Insya Allah, kekal dan abadi !"
Demikian Bung Karno." Tepuk tangan riuh membahana dalam gedung
persidangan menyambut usul Bung |I39 ...

Mengenal Laksda. Jos Sudarso, 24 Nopember 1925-15 Januari 1962

... maupun dalam pembicaraan pribadi, ia mengatakan : Sungguh saudara,
percayalah padaku kita tidak akan berbahagia dengan menguntungkan orang
asing dan melihat potensi kita Sendiri patah, bahkan kita tidak dapat tidur
nyenyak. Merugikan kita sendiri di bidang ideologi maupun di bidang apapun
adalah ingin mengulangi sejarah kita di zaman penjajahan di mana banyaknya
kolaborator disebabkan karena banyak kaum kompromis. Banyak orang
mementingkan diri sendiri ...

99 Jalan Mengenal Tuhan

Sebagai sebuah bacaan ‘bertuah’, Asmaul Husna sudah tidak asing di kalangan umat Islam. Sejak dini, anak-anak kita telah melagukannya tiap pagi di taman kanak-kanak. Sebagai wirid, orang-orang tua kita melazimkannya menjadi amalan bacaan sehari-hari, yang diyakini mendatangkan manfaat nyata dalam kehidupan. Asmaul Husna yang dilagukan setiap fajar tiba, kiranya menjadi bekal spiritual yang mumpuni untuk mengarungi “pencarian”. Beberapa nama dalam Asmaul Husna juga populer sebagai rapal bagi mereka yang menyukai kedigdayaan fisik dan batin. Namun, sejatinya mutiara Asmaul Husna lebih berharga daripada sekadar ritual lisan atau pajangan kaligrafi di dinding saja. Oleh karena itu, buku ini mengajak Anda memperlakukan Asmaul Husna secara lebih ‘bermakna’, yakni sebagai pintu gerbang untuk lebih mengenal Allah Tuhan kita. Dengan mengingat bahwa Awwal ad-din ma’rifat Allah (langkah pertama dalam beragama adalah mengenal Allah), dan pepatah tak kenal maka tak sayang, maka pendalaman terhadap satu demi satu Asmaul Husna akan membuat kita lebih mengenal Allah sekaligus meningkatkan bobot penghayatan ritual ibadah kita sehari-hari. Tak pelak, setiap nama Allah yang bagus nan indah itu adalah jalan untuk mengenal-Nya; Asmaul Husna adalah 99 Jalan Mengenal Tuhan kita. Selain itu, berpanduan pada hadis Nabi Saw. yang menyatakan “Berperilakulah kalian dengan perilaku Allah Swt.,” setiap muslim seyogianya bersikap dan berperilaku dengan ‘kepribadian’ Allah. Sembilan puluh sembilan nama-Nya yang terbaik (Asmaul Husna) inilah yang menjadi awal langkah kita dalam menuju tegaknya moral mulia (akhlakul karimah) dalam kehidupan. Mari kita selami dan hayati satu per satu makna Asmaul Husna, dan—dengan sabar, sedikit demi sedikit—mempraktikkan kandungan moralnya dalam hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama manusia. Mari kita menitiskan pribadi Tuhan, melalui berakhlak dengan sifat Tuhan, yang terjabarkan dalam Asmaul Husna.

Setiap muslim harussadar, betapa banyaknya kasih sayang Allah yang
diterimanya dalam hidup ini, baik dalam kehidupan pribadi dan masyarakat,
maupun dalam kehidupan beragama. Kesadaran ini mengejawantah dalam
perilaku sehari-hari, baik dalam ... harus berpijak pada adanya rasa kasih
sayang Tuhan yang bisa ditemukan dimana saja. Seorang muslim yang
sadarhaltersebut, tidakpuas hanya dengan kualitas diri sendiri saja, tetapi juga
memperhatikan orang lain.

Yabon gwani ya zama dole

Marigayi gwamna Shehu Muhammad Kangiwa Halayensa Da Nasarovinsa

YABO NA MUSAMMAN Yabo na musamman ga dukkanin shugabannin da su ka
taimaka ga raya jihar Sakkwato (jihohin Sakkwato da Kebbi a yanzu) tun daga
FUImtyan jihar Arewa marigayi Alhaji Ahmadu Bello,da Man) o Janar Hassan
Usman Katsina mai ritaya, da gwamnonin da sukajagoranci tsohuwarjihar
Sakkwato. Alhaji Usman Faruk da marigayi Birgediya Umaru Alhaji Muhammad,
da Manjo Janar Muhammadu Gado Nasko mai ritaya. da marigayi Alhaji Shehu
Muhammad ...