Sebanyak 2540 item atau buku ditemukan

Ketimpangan Wilayah dan Kebijakan Penanggulangan di Indonesia

Kajian Isu Strategis, Historis dan Paradigmatis Sejak Pra Kolonial

Apakah ketimpangan wilayah, ekonomi dan sosial di Indonesia menjadi masalah sosial? Para penentang berlindung pada argumen kelatahan ketimpangan selama pembangunan. Bahkan ketimpangan dinilai penting sebagai pelumas perdagangan dari wilayah maju ke wilayah tertinggal. Argumen semacam itu dipatahkan melalui penelusuran sejarah panjang ketimpangan sejak tahun 1820. Pembahasan diperlebar pada banyak konteks pembangungan nasional dan regional. Juga ditelusuri komparasi paradigma teoretis untuk memperluas cakrawala konseptual. Dari penelusuran yang mendalam dan luas disimpulkan ketimpangan seharusnya telah hilang dari bumi pertiwi. Ketimpangan yang terjadi saat ini menjadi masalah yang lebih kompleks, sehingga buku ini menyusun pemahaman dan kebijakan baru guna menanggulanginya.

Apakah ketimpangan wilayah, ekonomi dan sosial di Indonesia menjadi masalah sosial?

Tradisi Lisan Vera

Jendela Bahasa, Sastra, dan Budaya Etnik Rongga

Penelitian bahasa dan budaya Rongga secara intensif dimulai dengan proyek penelitian dokumentasi yang saya lalukan lewat hibah ELDP (Endangered Language Documentation Programmer) London (2004-2006), dilanjutkan dengan sederetan penelitian lain oleh mahasiswa Pascasarjana Linguistik Universitas Udayana, termasuk oleh penulis buku ini, Ni Wayan Sumitri, yang luarannya berupa disertasi yang diterbitkan menjadi buku ini dengan judul Tradisi Lisan Vera: Jendela Bahasa, Sastra , dan Budaya Etnik Rongga. Tradisi lisan Vera sebagai salah satu ragam seni pertunjukan menggunakan bahasa sebagai media. Bahasa itu, hidup secara dinamis, mengiringi kedinamisan budaya penuturnya. Bahasa menjadi wahana transmisi berbagai bentuk dan nilai budaya serta sosial antargenerasi. Dalam konteks ini, judul buku ini sangat penting karena menggarisbawahi peran sentral bahasa, yakni bahasa sebagai jendela dan pintu masuk untuk memahami berbagai aspek budaya penuturnya. Vera (sebagai sebuah tradisi tari ritual diiringi oleh lagu-lagu) adalah salah satu wujud budaya sastra dan seni entik Rongga yang lagu-lagunya berisi kandungan nilai-nilai warisan leluhur yang sangat dalam. Buku ini menguraikan berbagai aspek dan karakteristik Vera secara rinci: pengertian Vera, klasifikasi Vera, struktur bentuk tekstual-linguistisnya (secara mikro dan makro), aspek estetisnya lingual dan non-lingual, serta sisi makna dan fungsi Vera dalam konteks budaya Rongga (misalnya, terkait dengan religi, alam dan sosio-historis, dan politis). Aspek pewarisan juga dibahas secara mendalam dalam bab tersendiri. Deskripsi, analisis, dan temuan dalam buku ini berkontribusi penting dalam bidang-bidang ilmu terkait dengan kajian bahasa, terutama etno/sosio-linguistik dan sastra, serta linguistik dokumenter. Pendekatan yang bersifat lintas ilmu (interdisciplinary) dengan mengombinasikan kajian linguistik dan sastra dengan statistik sederhana merupakan inovasi tersendiri, yang ternyata mampu memberikan terobosan dan temuan yang tidak bisa didapat hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Kekuatan dan kedinamisan bahasa, budaya, dan sastra sangat bergantung pada kedinamisan penuturnya dalam ekologi yang telah sangat cepat berubah (unprecendented changes) dewasa ini. Vera sebagai bagian dari sebuah tradisi budaya Rongga ini dalam perjalanan waktu ternyata telah mengalami marginalisasi karena berbagai faktor seperti diuraikan dalam buku ini dan juga makalah saya (Arka 2013). Karenanya, buku ini yang mendokumentasikan Vera dengan berbagai aspeknya, menjadi penting sebagai acuan yang lengkap untuk sebuah tradisi yang semakin terancam eksistensinya. Buku ini akan sangat bermanfaat bagi peneliti, mahasiswa serta pemerhati etnolinguistik/linguistik, dan juga masyarakat lokal Rongga.

Vera dheke sa'o berkaitan dengan keberhasilan membangun rumah adat yang
baru bagi seluruh warga suku, yang dilaksanakan ketika memasuki rumah adat
baru. Pelaksanaan vera ini dihadiri oleh semua warga dalam satu suku,
termasuk ...

Ketertindasan Perempuan Dalam Tradisi Kawin Anom

Subaltern Perempuan pada Suku Banjar Dalam Perspektif Poskolonial

Buku ini merupakan hasil penelitian tentang subaltern perempuan banjar dalam tradisi Kawin Anom (kawin muda). Menguak ketertindasan perempuan dalam konteks budaya lokal yang dialami sejak zaman kolonial hingga saat ini (poskolonial). Warisan kawin anom berlangsung secara terus-menerus dan menjadi sebuah tradisi. Transformasi budaya kawin anom dimulai dari sistem perjodohan sampai pada pergaulan bebas anak-anak muda. Kawin anom direproduksi dalam fungsi sosial, budaya, dan ekonomi, sehingga berdampak pada ketertindasan perempuan yang melakukan kawin anom. Pengalaman perempuan kawin anom (life history) merupakan bagian penting dari studi etnografi feminis dalam tulisan ini. Budaya patriarkhi yang tertanam sejak zaman kolonial menjadi sebuah gambaran hidup mereka yang kuat. Penderitaan selama kawin anom berlangsung mereka lakonkan hanya karena rasa malu dan mempertahankan sebuah perkawinan. Padahal, sejak awal menikah mereka juga tidak mengetahui apa sebenarnya arti sebuah perkawinan. Perempuan menjadi tertindas manakala agama dan budaya juga dikaitkan dalam kehidupan mereka tanpa landasan yang sebenarnya. Ketertindasan perempuan dalam kehidupan rumah tangga sejak melakukan kawin anom dapat berdampak secara sosiologis dan psikologis pada mereka. Perempuan juga kerap menjadi korban kekerasan, seperti terjadinya KDRT dan gangguan reproduksi. Bahkan perempuan mengalami ketertindasan dalam hubungan suami istri. Gambaran perempuan di India yang mengalami subaltern menjadi sebuah benang merah dari kisah perempuan kawin anom pada Suku banjar di daerah penelitian. Namun perlawanan yang digambarkan Gayatri Spivak sebagai kelompok subaltern yang tak mampu berbicara menjadi sebuah subaltern baru (new subaltern) bagi mereka. Keberanian perempuan untuk melawan justru menjadikan ketertindasan baru lagi di dalam kehidupan. Perempuan muda terpaksa hidup menanggung anak bahkan tanpa kejelasan status secara formal. Buku ini menyajikan sebuah pengalaman hidup bagi kaum perempuan yang mengalami ketertindasan.

Buku ini merupakan hasil penelitian tentang subaltern perempuan banjar dalam tradisi Kawin Anom (kawin muda).

Kuda dan anak manusia

"Selamat pagi, makhluk kecil," kata Bree. "Aku sempat khawatir kau mungkin
akan me- rasa agak kaku. Tapi pastinya itu bukan karena jatuhmu. Kau kan tidak
terjatuh lebih dari sekitar selusin kali, lagi pula kau terjatuh pada tanah berumput
 ...

Jalan panjang hak asasi manusia

catatan Todung Mulya Lubis

Human rights issues in Indonesia; collected articles.

Keberagaman tersebut telah disatukan dalam semangat kebersamaan ketika
para pendiri negara ini berikrar ten- tang satu bangsa, satu bahasa, dan satu
tanah air. Dan dalam kurun waktu puluhan tahun sepertinya kebersamaan itu
kita ...

Manusia dan Agama

Membumikan Kitab Suci

Dalam ringkasan dari beberapa tulisan Muthahhari ini kita akan dapat melihat kedalaman pemikirannya secara utuh. Seraya mengkritik Barat, Muthahhari menghadirkan Islam sebagai ideologi yang dihadapi manusia modern. Dilengkapi sebuah pengantar yang lengkap oleh Jalaluddin Rakhmat. [Mizan, Pustaka, Agama, Islam, Indonesia]

Makhluk tidak bernyawa, seperti air, api, batu, dan tanah, tidak memainkan peran
apa pun dalam membangun dan mengembangkan dirinya. Mereka mewujud
dan tumbuh semata-mata di bawah pengaruh faktor-faktor eksternal. Mereka
tidak ...

Semua Manusia Bersaudara

Buku berjudul asli All Men Are brothers ini berisikan kisah kehidupan dan pandangan Mahatma Gandhi yang luas dan mendalam tentang kehidupan manusia secara menyeluruh. Banyak hal yang diutarakan oleh Gandhi antara lain tentang Agama dan Kebenaran, cara dan tujuan, bagaimana mengendalikan diri, apa itu perdamaian dunia, beda manusia dengan mesin, bahwa kemiskinan ada di tengah-tengah kelimpahan, demokrasi dan rakyat, pendidikan, kaum wanita, serta seba-serbi pandangan Mahatma Gandhi lainnya. Semua ini secara lengkap dipaparkan dalam Semua Manusia Bersaudara.

Kemerdekaan India menurut wawasan saya tidak mungkin merupakan ancaman
bagi seluruh dunia.11 Kami mendambakan kemerdekaan tanah air kami, namun
bukan dengan mengorbankan atau menghisap kekayaan negara-negara lain, ...

Benarkah Adam Manusia Pertama

Interpretasi baru ras adam menurutal-quran dan sains

Benarkah sebelum Adam diciptakan sudah ada makhluk lain yang menyerupai manusia? Apakah Nabi Adam dilahirkan? Bagaimana mekanisme penciptaan Adam? Benarkah penciptaan alam jagat raya dan planet bumi ini diciptakan hanya untuk menunggu kehadiran ras Adam? Semua pertanyaan tersebut dijabarkan dalam buku ini secara sains dan agama. Dalam buku ini Anda akan jumpai kesimpulan yang mencengangkan terkait Ras Adam. Buku ini mudah dibaca karena disajikan dengan gaya sains popular yang mudah dimengerti oleh siapa pun. [Mizan, Bentang Bunyan, Agama, Islam, Indonesia]

manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi
bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah
meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya
dengan ...

Hukum Pembebasan Tanah

... Republik Indonesia sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya; o. lembaga
pemasyarakatan dan rumah tahanan; p. rumah susun sederhana; q. tempat
pembuangan sampah; r. cagar alam dan cagar budaya; s. pertamanan; t. panti
sosial; ...

Cinta dan Benci dalam Perang Pembebasan

Banyak sudah kisah tentang pendudukan bala-tentara Jepang di Indonesia selama tiga setengah tahun ditulis orang. Dari berbagai tulisan tu kita jadi tahu sisi-sisi kehidupan mereka sebagai manusia biasa. Novel dokuinenter ini merupakan bentuk tulisan yang agak lain, dalam arti tentang orang Jepang oleh orang Jepang sendiri. (Balai Pustaka)

Orangorang Batak, yang tetap memelihara budaya tradisionalnya yang terisolasi
dari pengaruh luar selama hampir seribu tahun, memiliki adat kebiasaan yang
romantis menakjubkan. Masyarakat mereka mempunyai adat perkawinan yang ...