Sebanyak 45 item atau buku ditemukan

Perempuan di garis depan

ontologi membedah pemikiran tokoh

On the rights of Muslim women and feminism; collection of articles.

Lebih dari itu, anak-anak yang kehilangan bapaknya karena perang misalnya,
akan mendapatkan perawatan dan bantuan baru di bawah sistem perkawinan
poligami (Umar, 1999: 209). Dalam wilayah fiqh pun sesungguhnya Syari'ati,
tidak sepenuhnya menanggalkan perhatiannya. Dengan pandangannya yang
telah kita pahami merupakan sebuah kontekstualisasi dari pembacaan akan teks
, maka Syari'ati, membuat sebuah penafsiran yang cukup baik. Surat An-Nisa'
ayat 1 yang ...

Ekspresi literasi

antologi esai Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia bagi siswa SLTA Kabupaten Bantul

Essays on Indonesian language and literature; papers of a workshop.

Revisiting Growth and Poverty Reduction in Indonesia

What Do Subnational Data Show?

Indonesia has an impressive record of economic growth and poverty reduction over the past 2 decades. The growth-poverty nexus appears strong at the aggregate level. Newly constructed panel data on the country's 285 districts, however, reveal huge differences in poverty changes, subnational economic growth, and local attributes. Results of econometric analysis show that besides growth, other factors directly influence the welfare of the poor, apart from their impact on growth itself. Among the critical ones are infrastructure, human capital, ag. price incentives, and access to technology. Thus, while fostering economic growth is evidently crucial, a more complete poverty reduction strategy should take into account these relevant factors.

A. M. Balisacan, Ernesto M. Pernia, Abuzar Asra. ERD Working Paper No. 25
Revisiting Growth and Poverty Reduction in Indonesia: What Do Subnational
Data Show? Arsenio M. Balisacan Ernesto M. Pernia Abuzar Asra October 2002
Arsenio M. Balisacan is Professor of Economics at the University of the
Philippines, while Ernesto M. Pernia is Lead Economist and Abuzar Asra is
Senior Statistician at the Economics and Research Department of the Asian
Development Bank.

Islam Sasak

Wetu Telu versus Waktu Lima

tah dalam agama warga negara memang membingungkan. Di satu pihak
pemerintah mengakui kebebasan beragama meski cuma terbatas pada lingkup
keenam agama diatas. Di lain pihak pemerintah juga menyatakan Pancasila
seba- gai satu-satunya ideologi dan melarang partai-partai politik dan organisasi
massa mempergunakan ideologi lain sebagai dasar negara. Sikap ambivalen
pemerintah ini juga tercermin dalam caranya memperlakukan kelompok Wetu
Telu dan Waktu ...