Sebanyak 561 item atau buku ditemukan

Mencintai Rasulullah - 365 Hari Bersama Nabi Muhammad SAW

Apa harta paling berharga yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita? Tentu saja kecintaan dan kepatuhan kepada Allah, juga para nabi dan rasul utusan-Nya, terutama nabi akhir zaman, Nabi Muhammad saw.Buku Mencintai Rasulullah: 365 Hari Bersama Nabi Muhammad saw. ini menjadikan Rasulullah sebagai tamu istimewa di rumah Anda sepanjang tahun! Kisah kehidupan Rasulullah saw. yang penuh teladan disajikan secara kronologis, satu kisah satu hari. Dengan demikian, diharapkan anak-anak mendapat kesempatan merefleksikan masing-masing kisah sekaligus ingin tahu dan berseManga, Manhua & Manhwat mendengarkan kisah selanjutnya. Waktu Anda bersama anak-anak pun akan terasa lebih istimewa dan berharga.Dilengkapi "Peta Masa Keemasan Muslim", buku ini memungkinkan Anda melibatkan anak-anak secara aktif menemukan wilayah yang sedang diceritakan. Kegiatan yang menarik ini memudahkan mereka mengenal tempat-tempat penting yang berhubungan dengan peristiwa dan tokoh-tokoh saat itu.Manfaatkan kemurahan hati, kesetiaan, keramahan, kejujuran, kedamaian, sifat pemaaf, dan semua kebaikan dalam diri Rasulullah saw. serta para sahabat yang terangkum dalam kumpulan kisah menakjubkan ini untuk mengasah kualitas tersebut pada diri anak-anak Anda.

Pada saat shalat Subuh dan Isya, Masjid Nabawi biasanya gelap. Para sahabat
biasa menerangi masjid itu dengan membakar pelepah dan daun kurma.
Sekelompok orang Kristen dari suku Yamim di Yaman datang ke Madinah dan
masuk Islam. Tamim ad-Dari adalah salah satu di antara mereka. Ketika datang
dari Yaman, ia membawa sejumlah lilin, sumbu, dan minyak. Saat Jumat malam,
ia memberikan barang-barang itu kepada pelayannya. Ia perintahkan
pelayannya untuk ...

Fatwa-fatwa spesifik Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari

Biography and theological opinions of Muhammad Arsyad al-Banjari, an Indonesian ulama from Banjarmasin, Kalimantan Selatan Province.

Biography and theological opinions of Muhammad Arsyad al-Banjari, an Indonesian ulama from Banjarmasin, Kalimantan Selatan Province.

Pesan & kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam hikmah Muhammadiyah

Mission of Kiai Ahmad Dahlan in Muhammadiyah, an Islamic organization in Indonesia.

Suatu saat, Nabi Khidhir menguji Nabi Musa dalam sebuah soal-jawab. Khidlir
bertanya kepada Musa tentang amal-tindakan yang pahalanya akan
dihadiahkan langsung oleh Tuhan. Jawaban Musa yang diberikan dalam ulasan
panjang lebar dengan penuh percaya diri, ternyata tidak satu pun yang
dibenarkan Khidlir. Ketika Musa tampak kehabisan jawaban, Khidlir lalu
menjelaskan bahwa amal-tindakan yang pahalanya dihadiadkan langsung oleh
Tuhan itu ialah memberi ...

Arab Philosophers: Geber, Alhazen, Averroes, Ibn Al-Nafis, Al-Kindi, Taqi Al-Din Muhammad Ibn Ma'ruf, Brethren of Purity, Ibn Bajjah

Please note that the content of this book primarily consists of articles available from Wikipedia or other free sources online. Pages: 222. Not illustrated. Chapters: Geber, Alhazen, Averroes, Ibn Al-Nafis, Al-Kindi, Taqi Al-Din Muhammad Ibn Ma'ruf, Brethren of Purity, Ibn Bajjah, Ibn Tufail, Nader El-Bizri, Ibn Hazm, Ibn Arabi, Abu Al-Hasan Al-Ash'ari, Al-Ma'arri, Rifa'a El-Tahtawi, Sadiq Jalal Al-Azm, Abdel Wahab Elmessiri, Zaki Naguib Mahmoud, Youssef Seddik, Nasif Al-Yaziji, Suhad Bahajri, Suzy Kassem, Muhammad Al-Fazari, Jamil Sidqi Al-Zahawi, Nur Ad-Din Al-Betrugi, Ibrahim Al-Yazigi, Al-Mawardi, Hanna Al-Fakhoury, Abu Yaqub Sijistani, Al-Jubba'i. Excerpt: (Arabic: , Persian: , Latinized: Alhacen or (deprecated) Alhazen) (965 in Basra - c. 1039 in Cairo) was an Arab or Persian scientist and polymath. He made significant contributions to the principles of optics, as well as to physics, anatomy, astronomy, engineering, mathematics, medicine, ophthalmology, philosophy, psychology, visual perception, and to science in general with his early application of the scientific method. He is sometimes called al-Basri (Arabic: ), after his birthplace in the city of Basra. He was also nicknamed Ptolemaeus Secundus ("Ptolemy the Second") or simply "The Physicist" in medieval Europe. Born circa 965, in Basra, Iraq and part of Buyid Persia at that time, he lived mainly in Cairo, Egypt, dying there at age 76. Over-confident about practical application of his mathematical knowledge, he assumed that he could regulate the floods of the Nile. After being ordered by Al-Hakim bi-Amr Allah, the sixth ruler of the Fatimid caliphate, to carry out this operation, he quickly perceived the impossibility of what he was attempting to do, and retired from engineering. Fearing for his life, he feigned madness and was placed under house arrest, during and after which he devoted himself to his scientific work until his death. Ibn al-Haytham is regarded as the "father of modern optics" for hi...

Please note that the content of this book primarily consists of articles available from Wikipedia or other free sources online.

Muhammadiyah dan masyarakat madani

independensi, rasionalitas, dan pluralisme

Issues on Muhammadiyah and civil society in Indonesia.

Issues on Muhammadiyah and civil society in Indonesia.

Intelektualisme Muhammadiyah

menyongsong era baru

Intellectual leadership of Muhammadiyah; Islam and social problems; Islam and politics in Indonesia; collection of articles.

Intellectual leadership of Muhammadiyah; Islam and social problems; Islam and politics in Indonesia; collection of articles.

Pergumulan pemikiran dalam Muhammadiyah

Role of Muhammadiyah, a modern Islamic organization in Indonesia; collection of articles.

Dan untuk itu diperlukan pemikiran/gagasan tentang politik, ekonomi, sosial, dan
kebudayaan yang Islami. Misalnya saja dalam bidang politik perlu disusun suatu
konsepsi tentang bagaimana sistem politik yang adil menurut Islam, yang ...