Sebanyak 750 item atau buku ditemukan

Konsep tamadun Islam

sains dan teknologi

dengan pengumpulan data-data dan menggunakan penga- matan pancaindera
manusia dapatlah dikatakan bahawa pro- ses pencapaian kebenaran sains
adalah melalui jalan-jalan akal sahaja, tidak secara ilham, intuisi atau emosi dan
sangkaan. Dengan perkataan lain, ahli sains harus bebas daripada pe- gangan,
anutan, dan kepercayaan yang diamalkan oleh mereka. Dengan melalui jalan-
jalan rasional tersebut, ilmu sains di- kembangkan. Untuk mengembangkan ilmu
sains, ...

Konsep

Angka, Emosi, Hukum, Informasi, Kata, Kepercayaan, Objek Fiksi, Pengetahuan, Pikiran, Prinsip, Simbol, Teorema, Islam, Agama Hindu

Sumber: Wikipedia. Halaman: 164. Bab: Angka, Emosi, Hukum, Informasi, Kata, Kepercayaan, Objek fiksi, Pengetahuan, Pikiran, Prinsip, Simbol, Teorema, Islam, Agama Hindu, Agama Buddha, Mahkamah Konstitusi Indonesia, Daftar sistem kepercayaan, Zoroastrianisme, Simbolisme anarkis, Pandeisme, Raelianisme, Gut, 1, Psikotropika, Tuhan, Agama Khonghucu, Bukti pelanggaran, Sapta Dharma, Mahkamah Agung Indonesia, Kios informasi, Hukum pidana, Paguyuban Ngesti Tunggal, Wikinomics, Hak, Perencanaan, Hati, Bilangan, Mistisisme, Prinsip Fermat, Iman, Intelijen, Yin dan Yang, Bissu, Sunda Wiwitan, Kerahasiaan pribadi, Daftar angka, Gorgoneion, Akal, Kejawen, Swastika, Jurisprudens, 33, Uji tuntas, Matahari terbit, Escrow, Cessie, Melek aksara, Kemarahan, Gagal bayar, Kartu Clow, Hukum Inggris, Kaharingan, Rendah diri, 4, Hukum perdata, Aigis, Hukum Waris, Akta otentik, Surya Majapahit, Hukum Lingkungan, Perceraian, Pengujian DNA, Fundamentalisme, 5, Keyakinan dan kepercayaan, Mangkuk Higieia, Gratifikasi, Ketakutan, 2, 8, 7, Sistem temu balik informasi, 13, Ekspresi wajah, 6, Lambang pemeliharaan tekstil, 100, Undang-undang tentang pelecehan seksual terhadap anak, 12, 15, 14, 1.000, 30, 16, Norma Fundamental Negara, Spiritualisme, Shinto, 60, 90, 21, Kebahagiaan, 31, Jaminan fidusia, Kebohongan, Kriminalisasi, Kata sandi, 45, 17, 20, 29, 24, Thurgood Marshall, Bule, 42, Pulau tak berpenghuni, 19, Piktogram, 40, 25, 37, 46, 11, 26, Lambang perdamaian, 39, 44, 23, 50, 28, Georges Canguilhem, 32, 70, 34, Empati, Adopsi, Informatika, 27, Triliun, 80, 75, 48, Kata pungut, 180, Politeisme, 72, Yurisprudensi Mahkamah Agung Indonesia, 95, 43, 49, Perselingkuhan, 99, 54, 41, 66, 300, 35, 10.000, 87, 47, 64, 38, Pusat Pengetahuan Singapura, Aliran informasi, Landmark decision, 120, 85, Anggitan, 91, 105, 88, Angka bulat, Vigilante, 135, 79, Amoraim, 36, 69, 100.000, 68, 78, Dewa rumah tangga, Palu arit, Hukum Umum, 200, 96, 81, 92, 53, 52, 1.000.000, 98, 51, 55, 59, Basis pengetahuan, ...

Sumber: Wikipedia.

Konsep kepemimpinan Jawa dalam ajaran sastra cetha dan astha brata

On leadership in a Javanese classic literature written by Yasadipura I.

Seorang penjilat hanya mementingkan kebutuhannya sendiri dan
kepentingannya pribadi. Dia akan berusaha dengan segala cara agar bisa
memenuhi kebutuhan dan kepentingan pribadinya tersebut. Untuk itu dia akan
menghalalkan segala cara dalam meraih obsesi dan ambisinya. Apabila raja
sampai memberikan kepercayaan kepada orang lain dia akan berusaha
menolak, dan akan berusaha mempengaruhi raja agar kepercayaan raja tidak
beralih darinya. Seorang penjilat ...