Akuisisi adalah pengambilan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau asset suatu perusahaan oleh perusahaan lain, dan dalam peristiwa ini baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 1998 tentang Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas mendefinisikan akuisisi sebagai perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih baik seluruh atau sebagian besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut.
Dalam era globalisasi saat ini banyak perusahaan yang mengalami Distres ekonomi (kesulitan dalam bidang finansial) oleh karena itu buku yang berjudul Hukum Akuisisi tidak hanya cukup dibahas dari aspek Hukum PT saja, namun perlu dilakukan peninjauan dari aspek Ekonomi Manajemen. Hal-hal yang bersifat teoritis yang berkaitan dengan Akuisisi perlu diuraikan langkah-langkah dan step-stepnya, dan dibahas dari perspektif legal, Ekonomi Manajemen, dan keterlibatan pihak profesional dalam Akuisisi tersebut.
Buku ini dapat dipergunakan untuk kalangan akademisi baik akademisi hukum (khususnya hukum bisnis dan hukum perdata pada umumnya serta hukum pidana) dan akademisi ekonomi, karena membahas hukum perseroan yang erat kaitannya dengan Ilmu Ekonomi Manajemen. Bagi kalangan mahasiswa hukum dan ekonomi serta para praktisi maupun para penegak hukum seperti Hakim, Jaksa dan Polisi layak untuk membaca buku ini.
Kata_Kunci: Manajemen Ekonomi, Hukum Bisnis, Aset Perusahaan, Saham, Akuisisi
Buku ini memuat uraian tentang jenis bangunan yang ada di daerah Yogyakarta, yaitu rumah tempat tinggal, rumah ibadah, rumah tempat musyawarah, dan rumah tempat menyimpan. Selain itu diuraikan tentang proses mendirikan bangunan mulai dari persiapan, tahap pekerjaan, pembuatan dan pemasangan ragam hias serta beberapa upacara yang dilaksanakan berkaitan dengan pendirian bangunan tersebut.
Adapun faktor penyebabnya adalah faktor ekonomi yang selalu menekankan ... Misalnya ragam hias kaligrafi, ragam hias ini jelas datang dari budaya Islam.
Buku ini merupakan kajian dari sebuah penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir mahasiswa pascasarjana (TESIS) yang berjudul “Perdagangan Kesultanan Banten Akhir Abad XVI-XVII” yang diterbitkan dengan judul yang sama. Karya ini bertujuan untuk menggambarkan ekonomi di Kesultanan Banten. Dalam perkembangannya, Kesultanan Banten menjelma sebagai Bandar perdagangan internasional di akhir abad XVI-XVII sebab Banten dikunjungi oleh banyak pedagang Arab, Persia, Gujarat, Cina, Turki, pedagang dari Eropa dan beberapa pedagang lainnya. Adapun beberapa komoditas ekspor-impor seperti lada, gula dan beras menjadikanya primadona rempah-rempah yang banyak dicari oleh para pedagang mancanegara. Untuk membangun kemajuan Kesultanan Banten, diberlakukanlah beberapa kebijakan ekonomi-politik yang mengatur perdagangan dengan bertujuan untuk menekan monopoli yang dilakukan oleh para pedagang mancanegara.
Dalam perkembangannya, Kesultanan Banten menjelma sebagai Bandar perdagangan internasional di akhir abad XVI-XVII sebab Banten dikunjungi oleh banyak pedagang Arab, Persia, Gujarat, Cina, Turki, pedagang dari Eropa dan beberapa pedagang ...
Buku ini terdiri dari 11 pokok bahasan, berisi tentang: (1) Review Paradigma Ilmu Sosial Budaya Sebuah Pandangan (Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil); (2) Review Sejarah Teori Antropologi I (Koetjaraningrat); (3) Review Sejarah Teori Antropologi II (Koetjaraningrat); (4) Review Antropologi Koentjaraningrat Sebuah Tafsir Epistemologi (Heddy Shri Ahimsa-Putra); (5) Review Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya Jilid I (J. van Baal); (6) Review Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya Jilid II (J. van Baal); (7) Review Teori Budaya (David Kaplan dan Robert A. Manners); (8) Review Etnosains dan Etnometodologi: Sebuah Perbandingan (Heddy Shri Ahimsa-Putra); (9) Review Manusia dan Kebudayaan: Sebuah Esei Tentang Manusia (Ernst Cassirer); (10) Review Fenomenologi dan Hermeneutik: Sebuah Perbandingan Epistemologi (Heddy Shri Ahimsa-Putra); dan (11) Paradigma Hermeneutik dalam Antropologi: Suatu Penafsiran terhadap Karya Sastra Ende Siboru Tombaga (Ratih Baiduri).
Dalam edisi kelima Sejarah Teori Antropologi terdapat perubahanperubahan yang inovatif dan memudahkan pembaca, misalnya sesi baru mengenai antropologi pada era digital, feminisme, serta gender dan seksualitas. Secara keseluruhan isinya pun telah mengalami pembaruan, termasuk bagian kesimpulan, sumber referensi, dan rekomendasi bacaan. Kami berharap perubahan-perubahan tersebut membuat edisi baru ini lebih menarik dan mudah untuk digunakan oleh para pengajar dan pelajar. Apabila pembahasan dalam buku ini terkesan terbagi dalam menggambarkan pengaruh sejumlah individu dan “sekolah” tertentu, itu bukanlah sebuah kesalahan, melainkan kami ingin menunjukkan sebuah konsesus bahwa dalam perkuliahan sejarah antropologi dan teori antropologi di perguruan tinggi, “para pendiri”, teori-teori dan teoritikus yang “penting” diulas secara lebih mendalam. “Nenek moyang” ini mendapatkan fokus khusus dalam teks seperti ini, sepanjang gagasan mereka terus memberikan koherensi intelektual dan titik acuan sejarah bagi pelajar antropologi. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Dalam edisi kelima Sejarah Teori Antropologi terdapat perubahanperubahan yang inovatif dan memudahkan pembaca, misalnya sesi baru mengenai antropologi pada era digital, feminisme, serta gender dan seksualitas.