Sebanyak 175 item atau buku ditemukan

Pengantar Ekonomi Mikro

Ekonomi dalam kajian keilmuan dapat dikelompokkan ke dalam ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi mikro mempelajari bagaimana perilaku tiaptiap individu dalam setiap unit ekonomi, yang dapat berperan sebagai konsumen, pekerja, investor, pemiliki tanah, ataupun perilaku dari sebuah industri. Ekonomi mikro menjelaskan how dan why sebuah pengambilan keputusan dalam tiap unit ekonomi. Contohnya, ekonomi mikro menjelaskan bagaimana seorang konsumen membuat keputusan dan pemilihan terhadap suatu produk ketika ada perubahan pada harga atau pendapatan. Ekonomi mikro juga dapat menjelaskan perilaku industri dalam menentukan jumlah tenaga kerja, kuantitas, dan harga yang terbaik. Permasalahan ekonomi mikro konvensional didasarkan pada perilaku individu-individu yang secara nyata terjadi di setiap unit ekonomi. Karena tidak adanya batasan syariah yang digunakan, maka perilaku dari setiap individu dalam unit ekonomi tersebut akan bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma dan aturan menurut persepsinya masing-masing. Oleh karena itu, ekonomi mikro konvensional memandang bahwa memasukkan tatanan norma tertentu dalam pembahasan perilaku dalam memenuhi kebutuhan ekonominya menjadi tidak relevan. Dalam keperluan itulah, buku Pengantar Ekonomi Mikro ini sengaja penulis hadirkan untuk pembaca. Tujuan buku ini adalah sebagai panduan bagi setiap orang yang ingin mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan. Buku ini juga untuk memberikan pencerahan kepada para pendidik, peserta didik, pelaku pendidikan, pengelola lembaga pendidikan dan masyarakat pada umumnya, dalam rangka menciptakan generasi emas yang memiliki ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas.

Dalam keperluan itulah, buku Pengantar Ekonomi Mikro ini sengaja penulis hadirkan untuk pembaca. Tujuan buku ini adalah sebagai panduan bagi setiap orang yang ingin mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan.

Lensa Gender Di Media Massa: Meta Analisis Politisi Perempuan

Buku yang saat ini di tangan pembaca ditulis oleh bapak Dr. Lutfi Basi t, di dalamnya memuat tentang analisis penulis tentang peran, representasi dan keterwakilan perempuan di parlemen, politik atau di ruang publik melalui kajian anlisis meta. Baginya, Islam justru tidak membatasi perempuan untuk aktif dan berkiprah di ruang publik dan ranah kepemimpinan, menurutnya perempuan dapat berkehendak dan memiliki kedudukan yang sama dengan laki -laki dengan berbagai potensinya masing -masing. Kemuliaan seseorang di hadapan Allah dinilai dari tingkat ketakawaannya. Lebih lanjut ia menyoroti masih minimnya peran perempuandan dikriminasinya media dalam peliputan perempuan di berba - gai ruang pemberitaan. Belum lagi budaya patriarki yang masih sangat sering dijumpai, yang menganggap perempuan hanya manusia lapis kedua.

Pada akhir 1980-an, ilmu media menerapkan kerangka yang lebih luas dari teori feminis umum di luar bidang komunikasi untuk mengkaji teks-teks media massa. Teori retorika feminis berfokus pada argumentasi politik yang mendukung ...

FIQH Mawaris

  • ISBN 13 : 9786232183421
  • Judul : FIQH Mawaris
  • Pengarang : Hasanudin,  
  • Penerbit : Kencana
  • Klasifikasi : 2x4.4
  • Call Number : 2x4.4 HAS f
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : xii, 172hlm.; 20.5cm
  • Tahun : 2020
  • Halaman : 172
  • Ketersediaan :
    2022-41474-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2022-41474-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2022-41474-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Arsitektur tradisional daerah Riau

Traditional architecture of Riau region.

Ekonomi Kehidupan yang berkembang menjurus kearah ” komersil ” dan individual ... Hindu dan Budha , namun dengan masuknya Islam telah banyak yang berobah .

Wawasan kebangsaan, wawasan nasional Indonesia, dan wawasan Nusantara : suatu proses lintasan sejarah Indonesia

History; national resurgence; national defence; national development; Indonesia; student papers.

History; national resurgence; national defence; national development; Indonesia; student papers.

Seniman Dakwah Potret Da’i Berwawasan Sosio-Antropologi

Buku ini diangkat dari riset fenomenologis atas kiprah seorang da’i kenamaan Jawa Barat, Kiai Zainal Abidin, yang banyak menggunakan pendekatan seni dalam kegiatan dakwahnya. Kematangannya dalam membaca peta sosio-antropologis masyarakat dakwah yang dimasukinya, membuat dirinya bisa diterima di semua strata. Terlebih dengan pendekatan seni yang digunakannya, membuat masyarakat lebih mudah menerima setiap pesan dakwah yang dibawakannya Ketajaman analisis Pak Zainal dalam membongkar penyakit-penyakit sosial yang disajikannya dalam bahasa da’wah, ternyata tidak mengurangi dimensi seni yang sesungguhnya merupakan hak milik setiap individu. Bukan hal yang dibuat-buat jika dalam ceramah-ceramah keagamaannya Pak Zainal selalu memasukan unsur seni yang berfungsi bukan saja sebagai penyegar suasana tapi juga pembungkus substansi ajaran yang bagi sebagian orang masih terasa pahit. Penyampaian ajaran seperti ini pula yang sejak pertama kali Islam memasuki Nusantara mulai diperkenalkan para wali, pedagang Muslim dan para penyebar Islam lainnya. Bagi Pak Zainal, pendekatan kultural dalam dakwah seperti ini dipandang relevan terutama karena dakwah bertujuan menanamkan nilai-nilai, dan bukan sekedar menginformasikan sesuatu ajaran. Kata “perubahan” yang melekat pada tujuan dakwah menunjukan suatu proses menyeluruh, meliputi seluruh aspek kehidupan, mulai dari perubahan kognisi, sikap dan perilaku. Karena itu, proses dakwah berlangsung secara terus menerus (on-going process), menembus zaman dan keadaan. Dakwah menjadi “pribumi” di mana pun dan kapan pun. Sehingga kehadirannya pun tidak bisa diukur secara normatif sebagai wujud yang taken for granted. Melalui proses adaptasi serta dialog-dialog yang bermakna dengan keadaan, usaha dakwah senantiasa mensejarah dalam dataran kultur sesuatu masyarakat. Di sinilah Pak Zainal menemukan habitat dakwahnya yang “nyeni” dan “nyunda” tapi tetap “nyakola” sehingga mudah diterima masyarakat desa maupun kota. Pak Zainal juga tampak menikmati profesi da’i, sambil menawarkan pola-pola dakwah yang lebih santun mengajak umat, tapi tetap bersahabat dengan kebudayaan setempat. Seniman Dakwah Potret Da’i Berwawasan Sosio-Antropologi ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*

Seniman Dakwah Potret Da’i Berwawasan Sosio-Antropologi ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*