D. Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnja : "Hadis1 tentang ini menund jukkan
bahwa sebelum surat ini telah ada djuga turun wahju* jang lain dan ada pula
jang menundjukkan bahwa surat ini diturunkan sesudah terputus turunnja wahju
beberapa sa'at lamanja. Dan dapatlah disatukas pendapat bahwa surat ini ialah
surat jang mula' turun sesudah terputus turunnja wahju sebentar waktu. E.
Berkata Said Quthub : Tetapi manakala kita memperhatikan susunan nash surat
itu sendiri, ...
Siapa pelanjut dan penyempurna tugas kenabian? Dialah Abu Bakar, yang bahkan Rasulullah Saw. pun selalu membenarkan setiap ucapan yang keluar dari ayah 'A'isyah ini, "Engkau benar! Engkau benar!" begitu kata Nabi tanpa ragu sedikit pun. Buku karya Khalid Muhammad Khalid ini menuturkan bagaimana kisah hidup sahabat terdekat Nabi dan beberapa alasan mengapa Rasulullah Saw. menjadikan dia seseorang yang dapat dipercaya untuk mendampingi beliau ke mana pun beliau pergi. Begitu banyak kisah yang dapat dipetik dari peri hidup Khalifah pertama ini untuk dijadikan pedoman hidup dalam keseharian. Rasanya tak berlebihan bila dikatakan bahwa buku ini berbeda ulasannya dibandingkan dengan buku sejenis. Pertama, gaya penulisannya menggunakan gaya bertutur yang ditulis oleh penulis kawakan asal Mesir. Kedua, penjelasan gamblang mengenai sosok Abu Bakar menambah keyakinan bahwa lelaki yang berjuluk Al-Shiddiq ini patut dijadikan teladan kedua setelah Nabi. [Mizan, Mizania, Kisah, Sahabat, Nabi, Abu Bakar, Khalifah, Islam, Indonesia]
Tak ada sahabat Nabi sesederhana ?Umar. Tak ada figur yang dapat menandingi ?Umar. Banyak orang merindukan sosok kepemimpinan ?Umar. Buku yang ditulis oleh Khalid Muhammad Khalid ini bukan hanya membeberkan kesederhanaan ?Umar, tetapi ketegasannya pun diungkap. Dengan lugas, Khalid menyampaikan bahwa ?Umar adalah pemimpin yang penuh perhatian terhadap rakyatnya. Buku ini cocok dijadikan sebagai bahan perbandingan dan pembelajaran dalam hal kepemimpinan di era modern ini. Apalagi, tentu kita mendambakan sosok pemimpin yang tegas terhadap segala intimidasi yang hendak menghancurkan negara dan agamanya, semisal ?Umar.
"One of the many striking things about Egypt's peaceful 25 January Revolution as seen in Cairo's Tahrir Square was the creativity and eloquence of the signs many protesters carried, ranging from the bitterly determined to the scathingly funny. Avid photographer Karima Khalil here gathers images taken by herself and others from the first eighteen days of the revolution, showing their great variety: from simple and repeated Irhal ('Leave'), written in a hundred different ways, to messages drawing on popular tradition, rhyming slogans, songs, puns, and jokes, as well as moving tributes to those killed by the security forces. Largely captured by protesters themselves, these images are a compelling visual record of a people in a unique historical movement"--Book flap.
"One of the many striking things about Egypt's peaceful 25 January Revolution as seen in Cairo's Tahrir Square was the creativity and eloquence of the signs many protesters carried, ranging from the bitterly determined to the scathingly ...
The eighteen day revolt that ended Hosni Mubarak's thirty years of rule marked a historic turning point in the political fortunes not only of Egypt, but of the entire Middle East. While the impact of that seminal event will continue to unfold for years, this volume, written by members of the Department of Political Science at the American University in Cairo, presents a timely and authoritative exploration of the circumstances and implications both political and theoretical that surrounded what has come to be known as the Tahrir Revolution. The authors balanced scholarly analysis illuminates much about the practical meaning of the revolution for Egyptians, other regional actors, and students of political science in the broadest sense.
While the impact of that seminal event will continue to unfold for years, this volume, written by members of the Department of Political Science at the American University in Cairo, presents a timely and authoritative exploration of the ...
semacam itu mengancam kepentingan nasional, karena kepedulian sosial ke
kelompok yang lain menjadi diragukan. Ketiga, kecemburuan sosial antar
kelompok etnis. Dalam wilayah yang subur dan makmur, kelompok-kelompok
etnis berkumpul dan migran-migran lainnya berusaha mencapai tempat tersebut.
Akibatnya daerah yang mereka tinggalkan menjadi kosong atau tipis
penduduknya. Keadaan yang tidak seimbang dari satu daerah dengan daerah
lain dalam segi ...