Sebanyak 2079 item atau buku ditemukan

Al-Islam & Iptek

Science, technology, and Islamic religious education in the Muhammadiyah universities, Indonesia; proceedings of a seminar.

Mujaz 'Ulum al-Quran. Beirut: Mu'assasah al-A'lami li al-Mathbu'ah. Abdullah Aly
dan Sudarno Shobron, Studi Islam 3. Lembaga Studi Islam Universitas
Muhammadiyah Surakarta, 1997. Afzalur Rahman, Al-Quran Sumber Ilmu
Pengetahuan. Diterjemahkan oleh H. M. Araifin M.Ed. Jakarta. PT. Bina Aksara,
1980. A. Syafe'i Maa'rif, Peta Intelektualisme Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.
Cet, I 1993. Ayatrohaedi (ed.) , Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius).
Jakarta: Pustaka ...

Syariat Islam di Indonesia

aktualisasi ajaran dalam dimensi ekonomi, politik, dan hukum

Implementation of Islamic law in the fields of economy, politics, and legal system in Indonesia; collection of articles.

... gerakan Islam kontemporer di Indonesia. Daniel S. Lev, misalnya, menaruh
harapan besar terhadap gerakan Islam Liberal, bahkan ia mengatakan bahwa
nasib bangsa Indonesia ditentukan (salah satanyu-pen) oleh gerakan Islam
Liberal. Ia optimis karena gerakan Islam Liberal di Indonesia didukung oleh
orang-orang yang memiliki landasan jiwa intelektual berani, terbuka, jujur, dan
rela berisiko.2 Keberadaan Islam Liberal tidak saja didukung, tetapi juga digugat
dan dihujat.

Hukum Pidana Islam

  • ISBN 13 : 9786020875071
  • Judul : Hukum Pidana Islam
  • Pengarang : Nurul Irfan,   Muhammad Nurul Irfan,  
  • Penerbit : Bumi Aksara
  • Klasifikasi : 2x4.5
  • Call Number : 2x4.5 NUR h
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : 250 hlm;23 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :
    2018-35731-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
    2018-35731-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kisah Hikayat Nabi Muhammad SAW Dalam Islam

Nabi Muḥammad SAW, selengkapnya Muḥammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim (lahir di Mekkah, 20 April 570 – wafat di Madinah, 8 Juni 632 pada umur 62 tahun) adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim. Ia memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan bangsa jin serta mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Meski kaum non-Muslim umumnya menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai pendiri Islam, dalam pandangan Muslim, Nabi Muhammad SAW sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah SWT sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya sejak dari zaman Nabi Adam AS. Umat Muslim menyebut Nabi Muhammad SAW dengan salam penghormatan "Shalallaahu 'Alayhi Wasallam" dan mengiringi dengan shalawat Nabi setiap nama Muhammad diperdengarkan. Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menjadi nabi bagi seluruh umat manusia dan kaum jin, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing, seperti halnya Nabi Musa AS yang hanya diutus untuk Bani Israil saja. Sedangkan kesamaan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW dengan nabi dan rasul sebelumnya ialah sama-sama mengajarkan keesaan Tuhan (Tawhid atau Pure Monotheism), yaitu kesaksian bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah SWT Tuhan Semesta Alam.

Muqauqis telah memberikannya kepada Nabi sebagai budak di mana itu
merupakan simbol tali kasih yang diisyaratkan oleh AlQur'an antara Islam dan
Masehi dan sebagai bentuk hukum bagi kaum Muslim dengan dihalalkannya
pernikahan dengan wanitawanita ahlul kitab. Maryam memberikan anak kepada
Nabi saw yang bernama Ibrahim, nama dari kakeknya, bapak para nabi. Namun
Ibrahim tidak hidup lama. Ia meninggal saat masih menyusu. Kematiannya
merupakan ujian ...

Kisah Hikayat Nabi Isa AS & Siti Maryam Dalam Islam

Nabi Isa AS adalah nabi penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu dari Ulul Azmi. Dalam kitab suci Al-Qur'an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Kaum Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran. Cerita tentang Isa kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah SWT, penolakan oleh Bani Israil dan berakhir dengan pengangkatan dirinya ke surga (Jannah). Kemudian, ia diyakini mendapatkan gelar dari Allah SWT dengan sebutan Ruhullah dan Kalimatullah. Karena Nabi Isa AS dicipta dengan kalimat Allah "Jadilah!", maka terciptalah Nabi Isa AS, sedangkan gelar ruhullah artinya ruh dari Allah SWT karena Nabi Isa AS langsung diciptakan Allah SWT dengan meniupkan ruh kedalam rahim Maryam binti Imran (Virgin Mary). Narasi Qur'an tentang kehidupan Nabi Isa AS dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Nabi Zakariya AS, serta kelahiran Nabi Yahya AS. Kemudian Al-Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Nabi Isa AS sebagai anak Siti Maryam tanpa ayah. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (Ali 'Imran: 45) Dikisahkan pula bahwa selama Nabi Isa AS berada didunia, ia tidak menikahi seorang wanita karena ia terlebih dahulu diangkat oleh Allah SWT kelangit. Akan tetapi, ada riwayat yang mengatakan bahwa Nabi Isa AS akan menikah dengan salah satu umat Nabi Muhammad SAW ketika ia turun dari langit, kejadian ini dikisahkan menjelang akhir zaman. Ajaran Islam menganggap Nabi Isa AS atau Jesus AS hanya sebagai utusan Allah SWT saja. Kepercayaan yang menganggap Isa sebagai Allah atau Anak Allah, menurut Islam adalah perbuatan syirik (mengasosiasikan makhluk sama dengan Allah), dan dengan demikian dianggap sebagai suatu penolakan atas konsep Keesaan Tuhan (tauhid/pure monotheism). Islam melihat Nabi Isa AS (Jesus AS) sebagai manusia biasa yang mengajarkan bahwa keselamatan datang dengan melalui kepatuhan manusia kepada kehendak Tuhan dan hanya dengan cara menyembah Allah SWT saja. Dengan demikian, Nabi Isa AS dalam ajaran Islam dianggap sebagai seorang muslim, begitu pula dengan semua nabi Islam. Islam dengan demikian menolak konsep trinitas dalam Ketuhanan Nasrani. Kaum Muslim meyakini bahwa Nabi Isa AS adalah sebagai seorang nabi pendahulu Muhammad SAW, dan menyatakan bahwa setelah ia akan muncul seorang nabi terakhir, sebagai penutup dari para nabi utusan Tuhan. Hal ini berdasarkan dari ayat Al-Qur'an, di mana Isa menyatakan tentang seorang rasul yang akan muncul setelah dia, yang bernama Ahmad. Islam mengasosiasikan Ahmad sebagai Muhammad. Kaum muslim juga berpendapat bahwa bukti Nabi Isa AS telah memberitahukan tentang akan hadirnya seorang nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW ada di dalam kitabnya.

Islam mengasosiasikan Ahmad sebagai Muhammad. Kaum muslim juga berpendapat bahwa bukti Nabi Isa AS telah memberitahukan tentang akan hadirnya seorang nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW ada di dalam kitabnya.