Sebanyak 2807 item atau buku ditemukan

Logica et Philosophia Algazelis Arabis

'Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Gazali. ALiber.II. pus aliquanclo fit p?
opter ppinquitaz tem ficut frigidüwnum unfrigidataliud tägendoz
ventusmouetaliud co2pus tangendo. Aliquandofitper oppositio nem
sicutautemviride opponituralbo parietiin locovbiradiat solfacitoebe readuenire
viriditaten in parietemp resultationemotficutfooma cum oppo nitur speculofacit
deberefoxmarii eo aliáconfimilem. Quodnon fieret Rse contingerent Similiter:cum
co2pusco lo2atum opponitur ...

Sefer me-ozne tsedeḳ (Aus den Kräften der Gerechtigkeit) Mizan al-'amal sive compendium doctrinae ethicae, conversum ab Abrahamo bar-Chasdai Barcinonensi, ... ed. hebraicisque prolegomenis instructus a J(acobo) Goldenthal

'Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Gazali. אחר תכלרתה תכלית אחרת :
והנבחרת לזולתה הוא הממון והזוזים . ולולי שהצרכים ישלמו בהם. אז היו כאבכים ושאר הגופים
השפלים בערכם : והנבחרת פעם לעצמה פעם לזולתה. הוא כבריאות הגוף. שהאדם ואעפ שיוכל
להתקיים בלא ההליכה . אשר יבוקש בריאות הרגל בעדה. ירצה כמו כן בריאות הרגל. מצד שהוא
בריאות : והחלוקה השלישית. הוא שהטובות יחלקו מצד אחר . אל מועיל . ויפה . וערב. והרעות כמו
כן יחלקו למזיק. וכערר . ומכאיב : וכל אחד מהם נחלק לשני חלקים. האחד מהם מוחלט. והוא אשר
וקבץ ...

The True Power of Love

Kitab para Pencinta Allah

Karena cinta, yang pahit berasa manis karena cinta, tembaga menjadi emas karena cinta, ampas menjadi anggur murni karena cinta, penyakit menjadi penawar karena cinta, yang mati menjadi hidup karena cinta, sang raja menjadi hamba —Rumi Itulah kehebatan cinta: lebih lembut dari yang terlembut dan lebih digdaya dari yang terkuat. Tapi, cinta seperti apakah yang punya kekuatan luar biasa semacam itu? Tentu bukan cinta kita pada mobil/rumah mewah, perhiasan nan kemilau, istri/suami yang elok, anak-cucu yang lucu, atau pada jabatan/status yang dihormati masyarakat. cinta yang melampaui segala bentuk cinta yang lain. Itulah cinta kepada Sang Mahacinta: Tuhan. Bagaimana manusia bisa menggapai cinta Tuhan? Untuk menuju ke tema utama itu, Al-Ghazali menjelaskan secara mendalam: • apa saja tingkatan-tingkatan cinta • bagaimana mencapai cinta • manifestasi cinta kepada Allah • kecintaan dan kerelaan pada takdir Allah • bagaimana cinta yang sejati Dengan ketajaman nalar dan kedalaman penghayatannya, Sang Hujjatul Islam ini membuka pintu pemahaman menuju cinta yang sejati: Mahabatullah (cinta kepada Allah). Itulah kehebatan cinta: lebih lembut dari yang terlembut dan lebih digdaya dari yang terkuat. Tapi, cinta seperti apakah yang punya kekuatan luar biasa semacam itu? Tentu bukan cinta kita pada mobil/rumah mewah, perhiasan nan kemilau, istri/suami yang elok, anak-cucu yang lucu, atau pada jabatan/status yang dihormati masyarakat. cinta yang melampaui segala bentuk cinta yang lain. Itulah cinta kepada Sang Mahacinta: Tuhan. Bagaimana manusia bisa menggapai cinta Tuhan? Untuk menuju ke tema utama itu, Al-Ghazali menjelaskan secara mendalam: • apa saja tingkatan-tingkatan cinta • bagaimana mencapai cinta • manifestasi cinta kepada Allah • kecintaan dan kerelaan pada takdir Allah • bagaimana cinta yang sejati Dengan ketajaman nalar dan kedalaman penghayatannya, Sang Hujjatul Islam ini membuka pintu pemahaman menuju cinta yang sejati: Mahabatullah (cinta kepada Allah). [Mizan, Mizania, Referensi, Islam, Indonesia]

Untuk menuju ke tema utama itu, Al-Ghazali menjelaskan secara mendalam: • apa saja tingkatan-tingkatan cinta • bagaimana mencapai cinta • manifestasi cinta kepada Allah • kecintaan dan kerelaan pada takdir Allah • bagaimana cinta ...

The Duties of Brotherhood in Islam

Imam al-Ghazali explores the meaning and significance of fraternity in Islam in this brilliant essay from his seminal work, The Revival of the Religious Sciences, which covers material assistance, personal aid, holding one's tongue, speaking out, forgiveness, loyalty, sincerity, and informality. Table of Contents: Foreward Translator's Foreword Introduction: the Time and Place of al-Ghazali Al-Ghazali: On the Duties of Brotherhood The First Duty: Material Assistance The Second Duty: Personal Aid The Third Duty: Holding One's Tongue The Fourth Duty: Speaking Out The Fifth Duty: Forgiveness The Sixth Duty: Prayer The Seventh Duty: Loyalty and Sincerity The Eighth Duty: Informality Postscript Translator's Notes Imam al-Ghazali (1058–1111 CE) of Tus in Iran was one of the greatest scholars in the history of Islamic thought. He made outstanding contributions in logic, philosophy, jurisprudence, legal theory, and mysticism.

Imam al-Ghazali explores the meaning and significance of fraternity in Islam in this brilliant essay from his seminal work, The Revival of the Religious Sciences, which covers material assistance, personal aid, holding one's tongue, ...

The Alchemy of Happiness

Abu Hamid Muhammad al-Ghazzali (1058-1111) is one of the most important religious figures in Islamic history. He is particularly noted for his brilliant synthesis of mysticism and traditional Sunni Islam. Ghazzali's "The Alchemy of Happiness", written toward the end of his life, provides a succinct introduction to both the theory and practice of Sufism (Islamic mysticism). It thus offers many insights into traditional Muslim society. This translation is fully annotated for readers unfamiliar with Ghazzali and includes an introduction to his life and historical milieu.

Ghazali's Unique Unknowable God. Leiden, 1964. Sheikh, M. “al-Ghazali's
Influence on the West.” Pakistan Philosophical Journal 11(1973):53-67. Sherif,
Mohammed. Ghazali's Theory of Virtue. Albany, 1975. Sherwani, H. “El-Ghazzali
on the Theory and Practice of Politics.” Islamic Culture 9(1935);450-74. Siauve,
M. L. L'Amour de Dieu chez Gazali: une philosophie de l'amour a Bagdad au
début du XIIe siècle. Paris, 1986. Smith, Margaret. “The Forerunner of al-Ghazali.
” Journal of ...