Sebanyak 2644 item atau buku ditemukan

Teori Tajwid

Berdasarkan Qiraat Imam 'Ashim Riwayat Hafsh

Buku tajwid yang ada dihadapan para pembaca yang budiman ini merupakan kutipan dari beberapa kitab tajwid yang berbahasa arab, baik yang berbentuk nasr (prosa) maupun nadzm (puisi) seperti Tuhfatul Athfal, Almuqadimah, Hidayatul Mustafid, Nihayatu Qaulil Mufiid, Albayanu Fi Tajwid, Aljadid Fi Tajwid, Haqqut Tilawah dan lain sebagainya. Penulis menyusunnya dalam bahasa tanah air kita, bahasa Indonesia dengan harapan isi buku ini dapat diambil manfaatnya oleh mereka yang belum menguasai bahasa Arab. Karena buku ini merupakan buku teori tajwid sedangkan kemahiran membaca Alquran sesuai tajwidnya itu bukan sekedar dari teori tapi harus langsung praktek bersama guru yang bersanad dibidang qiraatul quran, maka penulis sangat menganjurkan buku ini dijadikan suplemen pada saat berguru langsung kepada guru qiraat yang sanad keilmuannya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, hanya dengan membaca buku ini saja tanpa disertai berguru itu mustahil auto benar bacaan Alqurannya. Sebagian besar metode dalam menjelaskan hukum-hukum tajwid mulai dari hukum nun sukun dst, penulis mengadopsi dari kitab Albayan Fi Tajwidil Quran karya Muhamad Salih Yassawi. Mengambil dari kitab tersebut karena penulis berargumen bahwa metode yang digunakannya dalam menjelaskan hukum-hukum sistematis dan mudah difahami. Penulis menyadari bahwa ini hanyalah susun ulang dari beberapa kitab dalam bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, tentunya tidak menutup dari banyaknya kekeliruan yang bukan sengaja maksud penulis namun semata-mata keterbatasan ilmu dan pemahaman penulis. Oleh karena itu penulis sangat antusias menerima kiritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dan penyempuranaan kekeliruan dan kekurangan tersebut.

Karena buku ini merupakan buku teori tajwid sedangkan kemahiran membaca Alquran sesuai tajwidnya itu bukan sekedar dari teori tapi harus langsung praktek bersama guru yang bersanad dibidang qiraatul quran, maka penulis sangat menganjurkan ...

Demi ayat Tuhan

upaya KPPSI menegakkan syariat Islam

Implementation of Islamic law in South Sulawesi Province as conceived by Komite Persiapan Pelaksanaan Syariat Islam.

Tafsir Al-Quran di Medsos

Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial (REPUBLISH)

Dunia berubah dengan sangat cepat. Dulu, kita harus berangkat ke majelis taklim untuk menyimak para ustaz atau kiai mengajar tafsir Al-Quran. Tetapi, kini para ulama yang mendatangi kita lewat gagdet. Kita bisa mengaji di mana saja, saat tengah terjebak macet, menunggu antrean panjang di bank, kafe, bahkan tempat tidur sesaat sebelum terlelap. Cara baru dalam berdakwah ini tentunya memudahkan bagi kita. Ada banyak sekali kajian-kajian Islam yang dengan gampang disebarluaskan lewat sekali klik. Tetapi, apakah semua yang kita baca lewat medos itu benar? Apakah kita bisa memilah mana kajian yang benar atau sekadar hoax? Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern. Beberapa di antaranya bahkan salah kaprah karena tidak memahami sejarah di balik turunnya ayat-ayat tersebut. Maka, melalui buku ini, Gus Nadir akan mengajak kita untuk betul-betul memahami konteks agar semakin menghayati dan memahami kitab suci. Tak hanya itu, kita akan dipandu untuk memahami metode-metode tafsir dan mengenal para penafsir Al-Quran di sepanjang peradaban Islam. [Mizan, Bentang Pustaka, Agama, Islam, Inpirasi, Religi, Motivasi , Indonesia]

H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern.

Sejarah hukum Islam

dari kawasan jazirah Arab sampai Indonesia

History of Islamic law related to its development in Indonesia.

Hijaz adalah tempat tinggal kenabian . Di situ Rasul menetap , menyampaikan
seruannya , kemudian para sahabat beliau menyambut , mendengarkan ,
memelihara sabda - sabda beliau , dan menerapkannya . Dan ( Hijaz ) tetap
menjadi ...